Beranda PEMERINTAHAN Sumbawa Dapat DAK Rp 3,6 Miliar

Sumbawa Dapat DAK Rp 3,6 Miliar

BERBAGI
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah. (Foto : Robby Teja Sumantri)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kabupaten Sumbawa mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan pasar di tahun 2019 ini. Anggaran dari Kementerian Perdagangan dengan total Rp 3,6 miliar tersebut, untuk tiga pasar di kecamatan.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah, Kamis (14/3) menyebutkan, tahun ini ada empat pasar yang akan dibangun dan direvitalisasi. Pertama yakni Pasar Seketeng dengan nilai Rp 58 miliar.

Kemudian Pasar Alas, Pasar Utan dan  Pasar Empang dengan anggaran masing-masing sekitar Rp 1 miliar. Dimana ketiga pasar kecamatan tersebut anggarannya bersumber dari DAK Kementerian Perdagangan tahun 2019.

Berita Terkait:  Hingga Oktober, Serapan Anggaran Nyaris 70 Persen

“Untuk tiga pasar kecamatan itu, total anggarannya Rp 3,6 miliar dari dana DAK. Sekarang dalam proses finalisasi perencanaannya. Kami rencanakan tidak keluar dari bulan Maret ini  kita lelang bersaaan dengan Pasar Seketeng,” ujarnya..

Dijelaskannya, untuk Pasar Empang pihaknya akan memperbaiki sejumlah fasilitas yang ada. Seperti los ikan yang akan dilengkapi dengan meja pedagang, sumur resapan, lantai dan penambahan atap. Selain itu juga ada tambahan untuk pengerjaan paving blok keliling.

Supaya pedagang dan pembeli nyaman beraktifitas, karena kondisi pasar setempat becek. Kemudian untuk Pasar Alas rencananya akan membangun satu los konstruksi baja untuk mengganti los kayu yang sudah tua dan bocor.

Berita Terkait:  Kebutuhan Anggaran Rekonstruksi Pascagempa Mencapai Rp 551 Miliar Lebih

Sedangkan untuk Pasar Utan pihaknya akan menyelesaikan pemasangan lantai dan meja pedagang. Harapannya Pasar Utan tahun ini sudah bisa dioperasionalkan. Dengan Demikian, otomatis pasar lamanya akan ditutup, karena daya tamping pasar baru cukup besar.

“Harapan kita pasar-pasar kecamatan bisa menjadi lebih layak. Aspek ruang  cukup menampung pedagang. Kemudian aktifitas pedagang dan pembeli jadi lebih nyaman. Karena kita perbaiki tata ruangnya. Jadi tidak lagi pasar itu nanti gelap, bocor, dan becek,” pungkasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Bang Zul : APGN Symposium Jadi Agenda Bersejarah Bagi NTB