Beranda SOSMAS Warga Moyo Utara Menaruh Harapan Kepada Jarot-Mokhlis

Warga Moyo Utara Menaruh Harapan Kepada Jarot-Mokhlis

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pembangunan secara merata yang bermuara pada kesejahteraan masih menjadi mimpi besar bagi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Antara lainnya seperti listrik, air bersih, dan jalan masih sangat dibutuhkan. Dan Kecamatan Moyo Utara mengalaminya.

Oleh karenanya, mereka sangat berharap dan menaruh harapan besar kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa nomor urut 5, yakni Jarot-Mokhlis. “Dulu sekitar 11 tahun lalu jalan dari Ai Bari ke arah Desa Limung pernah dilakukan pengerasan dan sampai sekarang dibiarkan tanpa ada kelanjutan,” kata mantan Kades Pungkit Periode 2013-2019, Syafi’i, Kamis malam (19/11) kemarin.

Menurut dia, infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi jalan ini juga terlihat dari kebakaran di Baturotok. Dimana jalan sepanjang 12 kilometer hingga kini masih sulit dilewati berbagai kendaraan. Termasuk saat berbagai elemen memberikan bantuan kepada korban kebakaran.

Sebelumnya, kata dia, Bupati Sumbawa periode 2015-2020 yaitu Husni Djibril yang telah menjanjikan masyarakat untuk memperbaiki jalan dari Ai Bari ke Desa Limung, namun sampai sekarang tidak kunjung terealisasi. “Kami sudah dijanjikan tetapi sampai berakhirnya masa jabatan Bupati ini tidak ada realisasi,” ungkapnya.

Berita Terkait:  ICSB Gelar Seminar UKM Terapkan Protokol Kesehatan

Kini, warga Limung dan Ai Bari Kecamatan Moyo Utara menaruh harapan kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Jarot-Mokhlis untuk memimpin Sumbawa dan meratakan pembangunan ke depan dengan kekuatan dan aksesnya yang luas.

Hal yang sama diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat Nanga Talo Dusun Tahan Kecamatan Moyo Utara, Hermansyah. Ia merasa pemerintah tidak benar-benar serius membangun daerah.

Selain itu, tidak memberi solusi pada kesulitan warga khususnya di Nanga Talo. Karena sampai saat ini akses jalan usaha tani yang menghubungkan Nanga Talo dengan Dusun Tahan masih sangat parah.

“Kami sekitar 50 KK di Nanga Talo masih hidup seperti di masa penjajahan, kalau musim hujan seperti ini anak kami kesulitan pergi sekolah karena keadaan jalan yang becek dan berlumpur,” ungkap Hermansyah saat bertetap muka dengan Jarot-Mokhlis.

Berita Terkait:  Bupati KLU Beri Bantuan Pembangunan Masjid di Karang Kates

Ia atas nama warga setempat mengharapkan bantuan Jarot-Mokhlis untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas jalan tersebut sehingga warga Nanga Talo dapat berkembang.

“Akses jalan ini salah satu pendukung mobilitas kami setiap hari yang menyambungkan kami dengan Desa Baru Tahan, bagaimana anak-anak kami sekolah, sektor perdagangan berkembang dan pertanian bisa meningkat kalau jalan saja masih kesulitan,” ujar Hermansyah yang rela datang memenuhi undangan Jarot-Mokhlis dari Nanga Talo basah-basahan karena diguyur hujan.

Pemerintah harus lebih selektif dalam membangun infrastruktur, tambahnya, karena 50 persen warga Desa Baru Tahan memiliki lahan pertanian di Nanga Talo. Ini yang membuat produksi pertanian juga tidak meningkat.

Selain itu, warga Nanga Talo juga belum sepenuhnya menikmati air minum secara mudah, karena air sumur di sana terasa payau bahkan asin karena berada di daerah dekat pantai. Warga setiap hari harus membeli air dari penjual air seharga Rp7.000 per galon.

Berita Terkait:  KPU NTB Gelar Rakor Evaluasi Fasilitasi Kampanye 

Menjawab keluhan warga di Kecamatan Moyo Utara, Jarot akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan menuju Nanga Talo dan pembangunan sumur dalam untuk air bersih. “Jika kami menjadi Bupati dan Wakil Bupati, kami berkomitmen akan membangun infrastruktur yang diminta warga karena ini adalah infrastruktur dasar harus diprioritaskan,” katanya.

Untuk membangun itu, katanya, ia akan mencari dana sebanyak-banyaknya baik dari APBN maupun dari investor dalam dan luar negeri. H Jarot mengatakan, juga akan melatih anak muda Sumbawa sebanyak-banyaknya untuk siap bersaing dan bekerja di industri yang nantinya akan dibangun di Sumbawa seperti agro industri dan industri pertambangan. (red)