Beranda SOSMAS Telan Anggaran Rp 8,7 M, Pembangunan Dermaga Sebotok Dinilai Gagal 

Telan Anggaran Rp 8,7 M, Pembangunan Dermaga Sebotok Dinilai Gagal 

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Pulau Sumbawa menilai bahwa pembangunan dermaga sebotok dinilai gagal.

Terlebih, anggaran pembangunan sebesar Rp 8.758.034.000,- melalui Dana APBD terkesan habis dengan percuma.

“Dananya cukup besar, tapi habis dengan cuma-cuma. Bahkan bangunannya sudah ambruk,” kata Ketua FPPK Pulau Sumbawa, Abdul Hatap, Senin (25/3).

Hal yang diungkapkannya, bukan tanpa alasan. Abdul Hatap mengaku, pihaknya telah melakukan investigasi secara langsung dilapangan, pada Senin (03/02/19) lalu.

Ia menduga, dalam hal ini ada sebuah permainan. Selain itu, bahan material pembangunan dermaga tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Berita Terkait:  Berbagai Pepatah Bijak Warnai Upacara Harkitnas di KLU

Ini artinya masih kata Hatap, pekerjaan yang dikerjakan tersebut diluar kesepakatan dari perjanjian kontrak kerja.

Untuk itu, ia meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa atau TP4D dapat turun melakukan kroscek secara langsung.

“Ini artinya sudah melawan hukum, untuk itu kami minta pihak Kejari atau TP4D turun melakukan pengecekan dan melihat secara langsung situasi dan kondisi pembangunan dermaga itu,” pintanya.

Menurutnya, pembangunan dermaga harus dirombak/dibongkar ulang. Karena bahan material yang digunakan sangat tidak sesuai.

Berita Terkait:  Polresta Mataram Bagikan 1000 Paket Daging Qurban

Yakni, menggunakan batu karang dan pasir laut. Kemudian lanjutnya, yang seharusnya menggunakan tanah uruk, malah memakai pasir bercampur tanah.

Sehingga wajar kata dia, pembangunan dermaga sebotok tidak bertahan lama. Ini dikarenakan pengerjaan yang terkesan asal-asalan.

“Harus dibongkar ulang. Mau bertahan lama ya tidak mungkin, bahan materialnya saja asal-asalan,” tandasnya.

Terkait hal ini, adapun beberapa tuntutan FPPK Pulau Sumbawa, yakni sebagai berikut :

1. Meminta kepada Pemda Sumbawa (Bupati), DPRD dan TP4D untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan secara langsung terkait pembanguanan dermaga yang diduga perbuatan melawan hukum.

Berita Terkait:  Soal TKI Non Prosedural, NTB Sharing ke Jatim

2. Polisikan oknum pejabat Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa yang diduga ada konspirasi jahat secara berjama’ah.

3. Pihaknya juga meminta kepada Kejaksaan Negeri Sumbaea memanggil para oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perhubungan untuk dapat diperiksa terkait adanya dugaan konspirasi jahat atas lapora FPPK Pulau Sumbawa.

4. Bongkar Pembangunan Dermaga Sebotok yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi harga mati. (NM1)