Beranda SOSMAS Pulau Sumbawa Dominan Blank Spot

Pulau Sumbawa Dominan Blank Spot

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAMNampaknya di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih banyak wilayah yang belum terkoneksi akses internet/jaringan atau biasa disebut Blank Spot. Terutama di Pulau Sumbawa, tepatnya daerah-daerah terpencil.

Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi.

Padahal di era serba digital saat ini layanan akses internet/jaringan sangatlah penting. Terlebih pada pelayanan public seperti, sekolah, puskesmas, kantor desa, aspek bisnis termasuk social ekonomi.

“Cukup banyak (Area Blank Spot), terutama di Pulau Sumbawa daerah-daerah plosok atau terpencil,” demikian diungkapkan Plt. Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Gde Putu Aryadi, Selasa (18/3) di Mataram.

Menurutnya, akses internet/jaringan ini sangatlah penting. Sebagai upaya nyata menanggapi persoalan ini, Diskominfotik NTB telah mengusulkan sebanyak 500 item agar internet/jaringan ini dapat terakses.

Antara lain sebut pria yang akrab disapa Gde ini, yaitu seperti sekolah-sekolah, puskesmas, kantor desa, terutama di wilayah terpencil dan masih banyak lagi.

Berita Terkait:  Pelayanan Keimigrasian Sumbawa Sejak Maret Dibatasi

“Sudah kami usulkan ke Kominfo RI agar bisa terakses internet/jaringan. Ini penting, karena jika tidak (terpasang/terbangun) kan sayang, apalagi ini menyangkut pelayanan public,” tuturnya.

Ia mencontohkan, seperti di sekolahan, pada saat sekolah akan melaksanakan UNBK jadi terhambat. Kemudian aspek bisnis, seperti di Pulau Moyo yang memiliki potensi besar, namun masih terkendala akses internet.

Tak hanya itu, puskesmas dan kantor desa terutama di daerah terpencil. Sebab beberapa hal tersebut merupakan pelayanan public yang bersifat emergency/prioritas.

“Kantor desa kan biasanya ada posyandu. Nah, itu kan juga penting. Karena ini menyangkut pelayanan public,” tutur Gde.

Berita Terkait:  Waspadai Hoax, Diskominfotik NTB : “Saring Sebelum Sharing”

Mengapa di Pulau Sumbawa lebih dominan belum terkoneksinya akses internet maupun BTS (Base Transceiver Station) atau biasa disebut pemancar/tower, lantaran factor alamnya yakni daerah perbukitan.

Kendati demikian kata dia, bukan berarti hal ini terus dibiarkan. Karena terkoneksi akses internet/jaringan dinilainya penting, sehingga memudahkan masyarakat dalam menyamapaikan berbagai keluhan/saran kepada pemerintah.

Terlebih Nusa Tenggara Barat kini memiliki aplikasi yang sengaja disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk masyarakat dapat mengadukan keluh kesahnya maupun ide/gagasannya kepada pemimpin NTB melalui NTB Care.

“Di Pulau Sumbawa saja tercatat ada sekitar 207 Desa/Dusun yang belum memiliki BTS. Dan saya sudah menyampaikan hal ini pada saat Musrenbangnas beberapa waktu lalu bagaimana konektifitas ini tertangani,” ujarnya.

“Sudah dilakukan suvei. Nah, nanti kalau tidak salah akan datang dari Badan Aksesisbilitas Kominikasi Telekomunkasi dan Infoemasi (BAKTI, Red), sekitar bulan Agustus 2019 ini akan menentukan titik kordinatnya untuk dibangun BTS,” imbuh Gde.

Berita Terkait:  Jajaran Korem 162/WB Siap Dukung Program Ketahanan Pangan

Rencananya tahun ini akan dibangun sekitar empat atau enam BTS termasuk di Pulau Sumbawa. Ia juga mengungkapkan usulan BTS tahun ini yaitu, meliputi untuk di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Kabupaten Bima dan Kota Bima. Jika ditotalkan ada sekitar 150 titik.

“Untuk usulan akses internet pendidikan ditiap Kabupaten lingkup NTB yaitu di Bima 91 Sekolah baik SD/SMP/SMA. Kabupaten Sumbawa lanjut Gde, ada 62 sekolah. Kabupaten Dompu 263 sekolah. Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 141 sekolah,” demikian I Gede Putu Aryadi. (NM1)