Beranda SOSMAS Pengrajin Kayu Harap Jarot-Mokhlis Geliatkan Industri Lokal

Pengrajin Kayu Harap Jarot-Mokhlis Geliatkan Industri Lokal

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sejumlah pengerajin kayu yang ada di Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar menyatakan dukungan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 5, Jarot-Mokhlis. Jika nantinya, pasangan ini memenangkan Pilkada Sumbawa 2020, diharapkan agar bisa menggeliatkan industri lokal, khususnya pengerajin kayu.

“Kami berharap jika Jarot-Mokhlis menang, juga memperhatikan para pengerajin kayu,” ujar Regi kepada wartawan, Selasa (24/11).

Dikatakannya, sejauh ini belum ada dirasakan campur tangan pemerintah terkait bantuan terhadap para pengerajin kayu di Desa Lenangguar. Baik dari segi sarana prasaran, maupun dalam hal pemasaran produksi.

Berita Terkait:  Langkah Pemda NTB Dinilai Tepat, LBS : "Pentingnya Kesadaran Bersama Tetap Menggunakan Masker"

“Kami bekerja sebagai tukang kayu. Kebutuhan seperti alat pertukangan, mesin ketam, sejenin itu, itu yang masih kurang. Kalau untuk pemasaran masing-masing, tapi lebih bagus kalau bisa difasilitasi oleh Pemerintah. Kita hanya membuat, tapi pemerintah membantu pemasaran. Dari harga belum tetap. Tidak ada standar harga,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga membutuhan keahlian tambahan dalam skill pengukiran.

“Kita juga berharap bisa diberi pelatihan seperti mengukir. Karena selama ini tukang di Lenangguar semua otodidak,” tambahnya.

Berita Terkait:  LSM LIRA NTB Fokus Jadi Mitra Kritis Pemerintah

Diakuinya, Kecamatan Lenangguar yang berada di bagian wilayah selata Kabupaten Sumbawa memiliki potensi kayu. Namun demikian, hal itu juga harus diperhatikan agar bisa dibatasi sesuai kebutuhan. Untuk itu pihaknya berencana akan membuat organisasi khusus pengerajin kayu agar memiliki naungan tersendiri.

“Disini banyak kayu. Otomatis untuk mendorong industri lokal, ketika kayu dibabat secara besar-besaran untuk kebutuhan pasar akan berdampak kepada industri lokal. Harus pemerintah mengatur. Pemerintah harus bisa membatasi kayu keluar daerah. Bahan terlalu bebas keluar. Itu permintaan selain dengan alat. Khawatir akan habis bahan. Diharapkan menjadi role model pertukangan disini. Akses pasar serta modal,” pungkasnya. (red) 

Berita Terkait:  LKKS Peduli Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Sumbawa