Beranda SOSMAS Pemda Diminta Tinjau Ulang Keberadaan Pabrik Tembakau

Pemda Diminta Tinjau Ulang Keberadaan Pabrik Tembakau

BERBAGI
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB-Lalu Wirajaya

LOMBOK TENGAH — Komisi V DPRD NTB mengunjungi keluarga empat ibu rumah tangga (IRT) bersama dua balita asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah yang tersandung kasus hukum lantaran diduga melakukan aksi protes atas keberadaan pabrik tembakau dilingkungan tersebut.

Selain dalam rangka membantu pemulihan sosial dan psikologis keluarga 4 IRT yang dikabarkan ditahan itu, kedatangan Lalu Wirajaya selaku Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB juga disambut hangat oleh pihak keluarga. Kepada wartawan, Wirajaya menduga ada problem lingkungan yang ditimbulkan keadaan masyarakat dengan keberadaan pabrik tembakau tersebut.

Berita Terkait:  Setiap Pohon yang Ditanam Akan Membawa Kebaikan

Menurut dia, setiap persoalan yang timbul, tentu ada sebabnya. Oleh karenya, Anggota DPRD NTB dari Dapil Loteng itu mempertanyakan adanya kejadian itu. “Dengan adanya kejadian ini, kemudian kita bertanya, berarti ada yang salah disana. Sehingga kenapa sampai terjadi protes dari warga. Berarti ada gangguan disana, ada persoalan disana,” ujarnya.

Wirajaya mengharapkan pemerintah daerah (pemda) setempat dalam hal ini Pemkab Loteng dapat segera turun untuk melakukan pengecekan keberadaan pabrik tembakau itu. Apakah mereka sudah beroperasi sesuai dengan regulasi atau ada hal-hal yang dilanggar, sehingga sampai masyarakat merasa terganggu dengan adanya pabrik tersebut.

Berita Terkait:  Pelanggar Protokol Kesehatan Diberikan Sanksi Unik 

“Nah, ini tentu perlu didalami lagi, pemerintah daerah perlu meninjau kembali keberadaan pabrik tembakau itu. Mulai dari proses izinnya apakah ada yang menyalahi, ada hal yang dilanggar, apakah itu terkait dengan tata ruang atau AMDAL dan sebagainya,” harap politisi muda asal Partai Gerindra ini.

Selain itu, mantan Wakil Ketua DPRD NTB ini juga meminta kepada instansi terkait yang membidangi urusan perempuan dan anak agar segera mengambil langkah-langkah penanganan menyikapi persoalan ini. Terlebih ada balita yang turut terkena dampak persoalan tersebut.

Berita Terkait:  ITDC Didesak Selesaikan Sengketa Lahan KEK Mandalika

“Kami sendiri dari Partai telah membagi tim, ada yang mengawal proses hukumnya, dan saya memimpin tim untuk mengawal proses pemulihan sosialnya. Karana penahanan terhadap 4 orang IRT ini berdampak terhadap keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan dirumah, Karana itu kami langsung turun ke keluarga yang ditinggalkan untuk memberikan bantuan,” pungkasnya. (red)