Beranda SOSMAS Peduli Sumbawa, Pemuda Selatan Temui Gubernur NTB

Peduli Sumbawa, Pemuda Selatan Temui Gubernur NTB

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Berangkat dari keperihatinan kekeringan yang melanda Kabupaten Sumbawa, khususnya di Kecamatan Lantung.

Tak mau tinggal diam, para pemuda yang mengatasnamakan ‘Lawang Aji’ menemui Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, Rabu (17/7) kemarin.

Usai bertemu Gubernur NTB, Tokoh Pemuda Lantung sekaligus Ketua Lawang Aji, Abdul Rauf mengungkapkan bahwa sebagai anak bangsa ia mengaku memiliki kewajiban membantu pemerintah mencari solusi terkait hal tersebut.

Terlebih dalam persoalan masyarakat khususnya di Kabupaten Sumbawa. Disebutkannya, penduduk Kecamatan Lantung yang tersebar di 4 desa yakni Desa Sepukur, Lantung, Ai Mual dan Padesa, sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.

Lantung kata dia, memiliki produk unggulan yang cukup terkenal yakni Beras Lantung. Namun sebagian besar lahan yang dimiliki warga adalah tadah hujan yang hanya bercocok tanam sekali dalam setahun.

Selain curah hujan yang rendah juga ketiadaan bendungan penampung air hujan. Tentunya keadaan ini berdampak terhadap perekonomian warga.

Berita Terkait:  Giliran Bandara Lombok Wagub Datangi

Saat ini, sumur-sumur warga mengalami kekeringan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Diakui Rauf yang didampingi tokoh pemuda lainnya, pernah ada sejumlah sumur bor yang dibangun BWS Nusa Tenggara.

Namun, sejak 5 tahun terakhir sudah tidak beroperasi lagi karena kendala tekhnis. Praktis untuk mengairi lahann pertaniannya terpaksa menggunakan mesin jetpump yang dinilai belum memadai.

Kondisi yang sangat terbatas ini menyebabkan produktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan, menurun drastis.

“Jadi inilah tujuan kami datang ke pemerintah provinsi menemui Gubernur agar dapat mengatasi persoalan warga kami,” kata Rauf.

Tak lupa, pria yang dikenal aktif dalam urusan kemasyarakatan itu mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB yang menerima kehadiran mereka di ruang kerjanya.

Dikesempatan itu, Rauf bersama rekan lainnya dihadapan Gubernur mengutarakan sekaligus mengusul Pembangunan Sarana Pipanisasi Jaringan Irigasi Usaha Tani dan Air Bersih di Kecamatan Lantung.

Berita Terkait:  Amankan Pilkada KSB, TNI-Polri Gelar Apel Gabungan Pergeseran Pasukan

Dimana sumber airnya dari Sungai Brang Nunang yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat pemukiman dengan estimasi anggarannya sekitar Rp 4—5 milyar.

Ia berharap Gubernur dapat mewujudkan harapan masyarakat khususnya di Kecamatan Lantung. Dengan terealisasinya program tersebut menurutnya, ketersediaan air yang cukup di lahan pertanian wilayah Kecamatan Lantung.

Tersedianya air bersih untuk masyarakat terutama di musim kemarau. Meningkatnya produktivitas komoditi padi sawah yang secara tidak langsung membantu pelaksanaan program pemerintah.

Yakni peningkatan produksi beras secara nasional, lebih khususnya lagi menjadikan Lantung sebagai Kecamatan Mandiri Pangan.

Menanggapi harapan ini, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menyatakan akan memberikan perhatiannya. Namun Gubernur berharap masyarakat tidak melakukan penebangan liar dan aktivitas ilegal logging.

Sebab kegiatan yang merusak tersebut menjadi salah satu biang dari kekeringan yang melanda daerah tersebut. “Saya tidak ingin berjanji, tapi saya akan memberikan perhatian untuk usulan (sarana pipanisasi) itu,” ucap Gubernur.

Berita Terkait:  Aktifitas Rumah Ibadah Diizinkan Lagi, Ini Syaratnya..

Selain menemui Gubernur untuk usulan sarana pipanisasi ini, Abdul Rauf bersama lainnya juga mendatangi Kantor Dinas ESDM Propinsi NTB.

Disitu mereka diterima langsung oleh Kepala Dinas ESDM setempat, M Husni di ruang kerjanya. Tanpa lama, mereka berharap adanya tindakan jangka pendek pemerintah mengatasi kekeringan di Lantung yakni meluncurkan program rehabilitasi dan pengadaan sumur bor.

Rehabilitasi ini dimaksudkan karena banyak sumur masyarakat yang kering dan membutuhkan penanganan. Dilokasi yang tidak memiliki sumur membutuhkan pembangunan sumur bor.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM NTB, M Husni yang merupakan putra daerah Sumbawa ini meresponnya secara positif sekaligus meminta agar dapat diusulkan dalam bentuk proposal. “Insya Allah, akan kami prioritaskan,” demikian dikatakan pejabat yang dikenal ramah tersebut. (NM1)