Beranda SOSMAS Mo-Novi Siap Buka Lapangan Kerja untuk 10 Ribu Naker Lokal

Mo-Novi Siap Buka Lapangan Kerja untuk 10 Ribu Naker Lokal

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Jika terpilih, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa nomor urut 4, yakni H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany berkomitmen bakal menyiapkan lapangan kerja bagi 10.000 tenaga kerja lokal.

Ini merupakan salah satu fokus dalam misi kedua dari paslon yang kerap disebut Mo-Novi itu. Yakni dalam melaksanakan Sumbawa Sejahtera dan Mandiri. “Insya Allah, kami berkomitmen akan menyiapkan lapangan kerja untuk sepuluh ribu tenaga kerja lokal,” kata Novi-Cawabup Sumbawa nomor urut 4 tersebut, Rabu (25/11).

Dikatakanya, bahwa kawasan Industri Tanjung Santong, saat ini sedang dalam tahap penyusunan AMDAL. Dimana kawasan industri Tanjung Santong diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 6000 orang.

Berita Terkait:  TMMD ke 107 Ditutup, Bupati Ucap Terimakasih kepada TNI

Selain itu, ditegaskan Novi, pihaknya juga akan memberikan bantuan peralatan dan pelatihan untuk UMKM. “Gratis Label BPOM Halal”. Jumlah usaha mikro, ungkap dia, sekitar 14.697, usaha kecil 6764 dan menengah sebanyak 362.

“Dengan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM diharapkan usahanya dapat berkembang, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Bila setiap UMKM dapat menyerap 2 orang tenaga kerja, maka setiap 5000 UMKM yang dibantu selama 5 tahun maka akan tersedia lapangan kerja 10.000 untuk tenaga kerja lokal,” kata Novi.

Tak hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga menyatakan akan memberikan bantuan terhadap komunitas milenial dan pelaku ekonomi kreatif. Dimana, masih kata Novi, akan tumbuh start up yang bergerak pada sektor E-Commerce.

Berita Terkait:  Dandim 1628/SB Silaturahmu dengan Maktab Ponpes Khilafatul Muslimin

“Saat ini Omset belanja online di Indonesia sebesar Rp 176 Triliun, sehingga ini menjadi peluang besar bagi para milenial dan pelaku ekonomi kreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Novi, ia juga akan memberikan aertifikasi gratis bagi tenaga terampil bidang konstruksi (tukang batu, kayu, las, besi dan listrik). Dimana sektor konstruksi, sambungnya, menyumbang PDRB terbesar ketiga setelah sektor pertanian (39,15%) dan sektor perdagangan (15,91%) yaitu sebesar 12,78%.

Dengan demikian, masih kata Novi, sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang cukup besar. “UU jasa konstruksi mengamanatkan bahwa tenaga yang dipekerjakan disektor ini harus bersertipikasi terampil (yang dikeluarkan oleh LPJK), sementara dari data LPJK, jumlah tenaga terampil yang tersertipikasi di Kabupaten Sumbawa baru berjumlah 244 orang,” jelasnya.

Berita Terkait:  Harganas XXVI, Gubernur NTB : "Luangkan Waktu untuk Bahagia Bersama Keluarga"

Lebih jauh dikatakan Novi, investasi adalah hal yang penting dan sangat menentukan sebuah perubahan, baik bagi daerah maupun masyarakat Sumbawa. Oleh karenanya, dia menilai, Sumbawa harus ramah dengan investasi.

“Sumbawa harus ramah investasi, mempermudah investasi yang masuk, karena akan meningkatkan jumlah investasi. Karena, dengan meningkatnya jumlah investasi, maka serapan tenaga kerjapun akan meningkat,” demikian Dewi Noviany. (red)