Beranda SOSMAS Masyarakat NTB Diajak Renungkan Dua Hal Ini…

Masyarakat NTB Diajak Renungkan Dua Hal Ini…

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengajak masyarakat agar merenungkan dua hal. Terlebih dimomen Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh tepat hari ini tanggal 17 Agustus 2019.

“Di momentum hari kemerdekaan republic Indonesia ini, mari kita renungkan kembal hal-hal yang telah ditakdirkan tuhan untuk kita,” ajaknya pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram.

Dua hal itu kata dia, pertama tuhan telah menganugerahkan kemerdekaan. Dimana sesuatu yang diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pendahulu.

Berita Terkait:  Danrem 162/WB Ingatkan Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Bahkan kini, sebagian dari yang memperjuangkan itu kini masih ada ditengah-tengah masyarakat sendiri.

“Kita patut memberikan penghargaan terbaik untuk mereka, para pejuang kemerdekaan. Mereka mewariskan kemerdekaan kepada kita. Sebuah warisan yang sangat berharga,” ujarnya.

“Sebab, dengan kemerdekaan, kita memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencapai hal-hal baru di masa depan,” tambah Doktor Zul.

Adapun renungan yang kedua, yang mana beberapa pekan sebelum merayakan kemerdekaan setahun lalu, Tuhan mendatangkan sebuah ujian untuk NTB.

Berita Terkait:  Percepat Pendataan, KPU Sumbawa Jemput C1

Serangkaian gempa bumi yang memporakporandakan banyak hal di bumi NTB. Dalam bencana ini lanjutnya, ada orang yang hanya kehilangan sedikit hal.

Tapi tidak sedikit pula yang kehilangan hampir semua hal berharga dalam hidupnya. Dan pada orang yang kehilangan hampir segalanya, yang tertinggal pada dirinya hanyalah kemerdekaannya.

Lebih jauh dikatakan Gubernur NTB, dikesempatan ia memberikan beberapa kalimat atau kata-kata motivasi.

“Seperti orang terjerambab dalam gelapnya gua, dia masih memiliki kemerdekaan untuk mengambil diantara dua pilihan,” kat Doktor Zul.

Berita Terkait:  Dinsos Lobar Gelar Jambore SDM Kesejahteraan Sosial

“Diantara dua pilihan itu, apakah akan tetap mengutuki kegelapan, atau berjuang ke ujung lorong yang menyiratkan cahaya,” demikian ia menambahkan. (NM1)