Beranda SOSMAS Masyarakat Diminta Bijak dan Cerdas Bersosial Media

Masyarakat Diminta Bijak dan Cerdas Bersosial Media

BERBAGI
Plt Kepala Diskominfotik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gede Putu Aryadi.

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat, I Gede Putu Aryadi mengajak warganet, khususnya masyarakat NTB untuk cerdas dan bijak menggunakan social media (sosmed).

Kepada NUSRAMEDIA diungkapkannya, belakangan ini marak terjadi informasi/berita bohong (Hoax) yang menyebar luas dengan cepat di social media, terutama melalui Facebook.

Ia mengaku, beberapa bulan terakhir ada sekitar ratusan hoax yang terjadi di dunia maya. Perhari saja kata pria yang akrab disapa Gede ini, cukup banyak hoax yang beredar.

Berita Terkait:  KPU NTB Berikan Pendidikan Demokrasi ke Masyarakat Pesisir

Dikatakannya, berdasarkan laporan yang diterima Diskominfotik NTB pada Selasa (21/5) lalu ada sekitar 11 informasi/berita bohong yang tersebar luas di sosmed.

Hal ini masih kata mantan Kabag Pemberitaan Humaspro Setda Provinsi NTB itu sangat memprihatinkan. Sebab, akan memberikan dampak negatif  bagi pengguna media sosial.

“Cukup banyak (Hoax). Untuk itu, kami menghimbau sekaligus mengajak masyarakat untuk bijak dan cerdas menggunakan social media,” ajaknya, Kamis (23/5) di Mataram.

“Ketika mendapatkan informasi dan sebelum disebarkan, sebaiknya dicari tahu dulu kebenaran sebuah informasi atau berita yang diterima,” saran pria yang dikenal akrab dengan semua kalangan ini.

Berita Terkait:  Desa Sengkol Jadi Pilot Project

Ia juga menyatakan, terkait hal ini dalam musrenbangnas juga menjadi topic sebagai langkah nyata yang akan dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah Se-Indonesia.

“Nah sesuai kesepakatan dalam musrenbangnas kemarin, NTB diberikan slot 10 orang SDM kita akan di didik pada bidang keamanan informasi, sehingga nanti dia bisa melakukan tugas merespon setiap insiden terkait dengan keamanan system. Pointnya kita berkolaborasi dengan pusat,” paparnya.

“Soal persiapan sendiri, saat ini kami sedang mempersiapkan SDM di program computer security respon insiden , artinya merespon setiap insiden kemanan yang terjadi di daerah. Karena memang dibutuhkan SDM, terlebih intensitas penggunaan social media di NTB cukup tinggi, jadi harus ada pengamanan,” demikian I Gede Putu Aryadi. (NM1)

Berita Terkait:  Gelar Workshop dan Training, 5 Peserta Terbaik Jadi Karyawan Tetap BCC