Beranda SOSMAS KPU Sumbawa Lakukan Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

KPU Sumbawa Lakukan Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Jelang pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa terus mematangkan persiapan. Salah satunya yaitu melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan suara di Kantor setempat, Ahad (3/3).

Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh Komisioner KPU Sumbawa, Sekretaris KPU  dan jajaran Sekretariat KPU berpartisipasi dalam simulasi ini. Mereka memperagakan sejumlah persoalan yang sengaja dimunculkan agar penanganan dapat dilakuan tanpa mengabaikan prosedur.

Termasuk juga dengan tata cara pendampingan pemilih berkebutuhan khusus atau disabilitas serta estimasi waktu yang digunakan selama proses pemungutan suara.

Sekretaris KPU Sumbawa, Lahmuddin SE kepada wartawan mengatakan, simulasi dilakukan untuk menguatkan internal KPU sebelum nantinya akan diteruskan ke penyelenggara di tingkat bawah. Sehingga hal ini dapat menyamakan persepsi pemungutan dan perhitungan suara.

Berita Terkait:  Kabupaten/Kota Kompak Terapkan Perda dan Inpres

“Hari ini kita berharap anggota KPU, teman-teman Sekretariat yang mendampingi seluruh proses bimbingan teknik yang kita lakukan nanti itu punya persepsi  yang sama. Tentu kita berharap teman-teman tingkat bawah baik PPK, PPS dan KPPS juga punya persepsi yang sama tentang bagaimana sih proses pemungutan suara dan perhitungan suara itu,” ujarnya diselah-selah kegiatan simulasi.

Dalam simulasi, Terangnya, sejumlah persoalan seperti pemilih yang datang tidak membawa formulir C6, pemilih yang ingin lebih dahulu menggunakan hak suara karena suatu keadaan dan kondisi pemilih disabilitas sengaja dimunculkan, dengan tujuan agar apa yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu tidak cacat hukum.

Berita Terkait:  KIM KLU Diharapkan Mampu Persempit Ruang Hoax

“Arti ini suda terpergakan dengan baik bagaimana sebenarnya melayani mereka. Jangan sampai nanti karena tidak ada simulasi yang kita lakukan, niatnya membantu tapi mengabaikan prosedur. Karena ini mengakibatkan cacat hukum dari apa yang kita lakukan,” jelasnya

Ditambahkan, estimasi waktu juga diperhitungkan agar sesuai dengan Perturan KPU.

“Estimasi waktu juga kita perhitungkan, betul gak umpama dengan asumsi ketentuan jam 1 sebagaimana yang diatur dalam PKPU itu proses pemilihan harus tuntas. Tapi ini juga secara nasional sudah diperhitungkan bahwa pukul 13.00 Wita pemilih dengan jumlah maksimal  300 orang dalam satu TPS dapat selesai di pukul 13.00 Wita,” tambahnya.

Berita Terkait:  Gedung SDN 2 Malaka Diresmikan

Selain simulasi pemungutan dan perhitungan suara, ungkapnya, pihaknya akan kembali melakukan simulasi lainnya yaitu rekapitulasi tingkat PPK dan tingkat Kabupaten/Kota.

“Simulasi akan terus dilakukan oleh teman teman sekretariat, tidak hanya sebatas hari ini. Memang ini kelihatan rumit tetapi InsyaAllah dengan semangat teman-teman yang ada di bawah nanti, Pemilu 2019 khususnya pemungutan suara akan terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (NM3)