Beranda SOSMAS KPU NTB Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi Disabilitas

KPU NTB Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi Disabilitas

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK TIMUR — Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 sudah hampir tiba. Pelaksanaan Pemilu sendiri diketahui akan terlaksana pada 17 April mendatang. Itu artinya, perayaan pesta demokrasi terhitung tinggal tujuh (7) hari lagi.

Keterangan Foto : Nampak sejumlah para disabilitas yang juga merupakan peserta sosialisasi di Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (10/4). (Foto : Bobby Maramis)

Meski persiapan sudah dilakukan sejak 2018 lalu, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB terus berupaya memantapkan segala sesuatunya demi menyukseskan giat rutin lima tahunan ini.

Tepat pada Rabu (10/4), KPU NTB menggelar Sosialisasi Fasilitas Pendidikan Pemilih Pemilu 2019. Kali ini menyasar fokus bagi para Penyandang Disabilitas.

Kegiatan ini terpusat di Kantor Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Kemudian, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) NTB, Zuriati selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU NTB.

Dihadapan puluhan para penyandang disabilitas, Zuriati menerangkan beberapa point penting dalam menghadapi pemilu mendatang.

Berita Terkait:  Dansatgas Pantau Pelaksanaan Program TMMD

Antara lainnya, yaitu mengenai metode pencoblosan, memperkenalkan jenis-jenis surat suara, peserta pemilu hingga jadwal pelaksanaan pemilu dan sebagainya.

Menurut dia hal ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Terlebih bagi para penyandang disabilitas untuk menyalurkan hak pilihnya.

Dalam hal ini lanjutnya, antara kaum disablitas maupun non disablitas tidak memiliki perbedaan. Karena pada dasarnya kata Zuriati, semua memiliki hak dalam menentukan pilihannya masing-masing, baik untuk Pilpres maupun Pileg pada pemilu mendatang.

“Ketika kita berbicara hak dalam hal ini, maka semuanya memiliki hak dalam memilih atau menentukan sebuah pilihan termasuk bapak/ibu sekalian,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta sosialisasi.

Ia juga menjelaskan, terkait jenis surat suara. “Warna kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD Provinsi, hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota, dan warna abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden,” terang Zuriati.

Berita Terkait:  600 Rapid Test Kit untuk Pemkab Loteng dari Angkasa Pura

Terkait banyaknya desain dan warna, Zuriati pun menegaskan bahwa pengenalan warna surat suara tersebut menjadi penting.

Karena kata dia, akan memudahkan dan memberi pemahaman kepada masyarakat calon pemilih dalam menyalurkan aspirasi politik pada saat pencoblosan di TPS.

“Karena ketika kita tahu dan mengerti semuanya tentu akan menjadi kemudahan bagi kita semua pada saat proses pencoblosan. Dan ini penting untuk kita sampaikan sebagai bentuk pendidikan pemilih kepada masyarakat,” ucapnya.

“Kami berharap dengan adanya upaya-upaya (sosialisasi) ini, partisipasi pemilih dapat terus meningkat. Untuk itu, mari kita sukseskan bersama pemilu 2019 ini,” demikian Zuriati sembari mengungkapkan tema pemilu yaitu ‘Pemilih Berdaulat Negara Kuat’.

Sekedar informasi, berdasarkan pantauan langsung media ini. Para peserta/penyandang disablitas nampak antusias mengikuti acara sosialisasi ini.

Berita Terkait:  Rumah Zakat NGO Pertama Bangun HUNTARA di Bungin

Selain menjelaskan lima jenis surat suara, pihak KPU NTB juga melakukan simulasi tata cara memilih yang baik dan benar.

KPU menghimbau agar pada saat pencoblosan, alangkah baiknya masyarakat lebih teliti dan membuka seluruh surat suara dengan sempurna lalu melakukan pencoblosan.

Bahkan disampaikan pula jadwal pelaksanaan oemilu yaitu jatuh pada tanggal 17 April mendatang.

Masyarakat yang tidak memiliki/belum mendapatkan C6 agar segera melapor ke pihak PPS atau KPPS setempat.

Jika memang masyarakat belum masuk dalam DPT dan tidak menantongi C6, diharapkan masyarakat datang pada TPS cukup membawa sekaligus menunjukkan KTP atau Suket.

Sesuai jadwal 17 April, pencoblosan sendiri mulai dilakukan dari pukul 07.00 hingga 13.00 Wita. Sedangkan bagi yang tidak memiliki C6, masyarakat dapat datang pukul 12.00 Wita ke TPS dengan menggunakan KTP/Suket untuk menyalurkan hak pilihnya. (MM1)