Beranda SOSMAS KPU NTB Gelar Rakor Fasilitasi Iklan Kampanye 

KPU NTB Gelar Rakor Fasilitasi Iklan Kampanye 

BERBAGI
Keterangan Foto : Ketua Divisi Sosialisasi KPU NTB, Agus Hilman (tengah) didampingi Ketua Divisi Teknis, Zuriyati (kanan) dan Kabag Hukum Sekretariat KPU setempat, Suhaili (kiri). (Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (KPU NTB) menggelar Rapat Koordinasi Fasilitasi Iklan Kampanye, Jum’at (22/3) di Mataram.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Sosialisasi KPU NTB, Agus Hilman didampingi Ketua Divisi Teknis, Zuriyati dan Kabag Hukum Sekretariat KPU setempat, Suhaili.

Turut pula hadir, Kepala Diskominfotik NTB Budi Prayitno, Ketua KPID NTB, Yusron Saidi termasuk pihak Bawaslu NTB yang diwakili oleh Suhardi Pram.

Dikesempatan itu, banyak hal yang menjadi bahasan. Selain larangan kampanye, juga dibahas secara mendetail terkait jadwal penayangan iklan serta jumlah media masa yang digunakan untuk menyiarkan giat pemilu 2019.

Berita Terkait:  Gubernur Sambut Hangat Silaturrahim Paguyuban Jawara NTB

Sebelumnya kata Agus Hilman, pihaknya telah memplenokan sejumlah media masa yang akan digunakan melakukan penayangan iklan kampanye.

“Media cetak ada satu, televisi (TV) tiga, radio tiga dan media daring (dalam jaringan/online) sebanyak lima media,” kata pria yang akrab disapa Hilman ini.

“Ketentuan jumlah tersebut (media), merupakan keputusan yang sudah diatur oleh KPU RI,” jelasnya lagi.

Dari sisi support anggaran lanjutnya, sudah sangat jelas yakni menggunakan dana APBN.

KPU NTB dalam hal ini hanya diberi kewenangan untuk memfasilitasi iklan Calon DPD RI. Sedangkan untuk Pilpres, Partai, Caleg dan sebagainya.

Berita Terkait:  Masyarakat Dompu Antusias Sambut JPS Gemilang Tahap III

“Kita (KPU NTB) hanya DPD saja, yang lainnya di KPU Pusat,” tutur Hilman.

“Kalau untuk jadwal penayangan iklan, akan dimulai pada tanggal 24 Maret sampai dengan 13 April mendatang. Terhitung 21 hari,” imbuhnya sembari di iyakan oleh Zuriyati.

Terkait pengawasan agar terjadinya keberimbangan dalam penayangan iklan, ia sangat berharap adanya kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak terkait.

Sehingga segala sesuatunya dapat berjalan baik dan lancar serta tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan sebagaimana mestinya.

Berita Terkait:  Polres Sumbawa Salurkan Air Bersih di Desa Serading

“Jadi memang kita harapkan adanya kolaborasi terkait hal ini,” harap Hilman sembari disambut baik oleh pihak Diskominfotik, KPID maupun Bawaslu sendiri.

Sekedar informasi, untuk jumlah maksimum penayangan iklan yang sudah ditentukan ini sebagai berikut :

  1. TV = 10 Spot, 30 Detik Setiap Televisi, setiap hari.
  2. Radio = 10 Spot, 60 Detik tiap radio setiap harinya.
  3. Koran = 810 mm setiap media cetal tiap harinya.
  4. Daring/Online = 1 Banner tiap media daring/online setiap harinya.
  5. Medsos = 1 Spot 3 Detik giap media sosial setiap harinya. (NM1)