Beranda SOSMAS Jumlah Bank Sampah di NTB Capai 473 Unit

Jumlah Bank Sampah di NTB Capai 473 Unit

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Madani Mukarom mengungkapkan bahwa Bank Sampah yang tersebar dilingkup Nusa Tenggara Barat sudah cukup banyak.

“Hingga saat ini jumlah bank sampah sudah mencapai 473 unit, itu tersebar di seluruh daerah di nusa tenggara barat ini,” demikian ungkapnya pada acara Sosialisasi Kampanye Pilah Sampah Berbasis Rumah Tangga Bagi Organisasi Wanita se-Provinsi NTB yang diinisiasi Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi (BKOW) NTB di Aula Pendopo Wakil Gubernur NTB di Mataram, Selasa, (21/01/20).

Berita Terkait:  Gubernur NTB : Kalau Sedikit-Sedikit Demo, Kita Akan Menggapai Kesejahteraan Lebih Berliku!

Dilanjutkan Madani, untuk Bank sampah yang terbentuk dari dana APBD Tahun 2018 lalu sebanyak 50 unit. Sedangkan di Tahun 2019 sebanyak 74 unit. Kemudian sisanya merupakan Bank Sampah Mandiri bentukan masyarakat dan komunitas.

“Ini tentunya baik, itu berarti antusiasme masyarakat mengenai Zero Waste ini mulai terbentuk,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap di Tahun 2020 ini seluruh desa membentuk bank sampah di bumdesnya. Karena ada 1100 Bumdes yang tersebar di seluruh NTB. “Kita harapkan semuanya bisa bekerjasama mewujudkan NTB Asri dan Lestari,” tutup Kadis LHK NTB.

Berita Terkait:  Bantu Warga Terdampak, DPRD NTB Salurkan Bansos Rp 6,5 Miliar

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan bahwa mewujudkan lingkungan NTB yang Zero Waste atau Bebas Sampah merupakan sebuah program merubah mindset masyarakat.

“Merubah mindset (pola pikir) berarti merubah kebiasaan masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan,” tegasnya.

Edukasi pemilahan sampah lanjutnya, harus dimulai dari keluarga. Dalam hal ini, para ibu rumah tangga mempunyai peran strategis untuk dapat merubah mindset mengenai sampah, minimal di lingkungan keluarganya.

Untuk itulah para ibu yang tergabung dalam BKOW NTB, kata Rohmi akan gencar diberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemilahan sampah dari rumah sekaligus mengolahnya.

Berita Terkait:  Keadaan di KLU Relatif Pulih, Evi Winarni : "Kita Ikhtiarkan Nurut Tatanan Baru"

Sehingga nantinya, ibu-ibu BKOW NTB ini tak hanya dapat memperaktekan langsung di rumah masing-masing. Tetapi juga ikut mensosialisasikan hal serupa di organisasi maupun dusun masing-masing melalui Posyandu Keluarga.

Menurut mantan Rektor Universitas Hamzanwadi ini memang butuh waktu untuk merubah mindset masyarakat. Di negara maju saja dibutuhkan kurang lebih 10 tahun untuk membentuk sebuah system.

“Saya yakin warga NTB tidak sulit, selama kabupaten/kota, dan desa merespon dengan baik program ini,” pungkasnya. (red)