Beranda SOSMAS Jangzulmi, Gubernur NTB Sambangi Warga BSLU Mandalika

Jangzulmi, Gubernur NTB Sambangi Warga BSLU Mandalika

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Pemerintah Provinsi, dengan peran dan tugas yang diembannya, terus berupaya mengayomi, melindungi, dan memberikan perhatiannya kepada seluruh warga NTB.

Tidak terkecuali warga Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika Mataram, yang hari ini dikunjungi langsung oleh Gubernur dan Istri, serta jajaran Pemerintah Provinsi NTB melalui kegiatan ‘Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi’ (Jangzulmi).

“Bapak dan Ibu, pertama saya mohon maaf karena Bu’ Wagub belum bisa hadir, karena harus ke Lombok Timur, beliau menyampaikan salam kepada ibu dan bapak disini,” tutur Gubernur Zul mengawali sesi Jangzulmi.

Adapun tema yang diangkat pada Jangzulmi kali ini yaitu, “Pembangunan Kesejahteraan Sosial berbasis Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Menuntaskan kemiskinan di NTB”.

Gubernur menceritakan sebuah kisah yang sangat Inspiratif. Gubernur menceritakan satu tradisi di Jepang dimana ketika Orang Tua sudah renta maka anak-anaknya  akan menggendong orang tua mereka ke hutan untuk di tinggalkan.

Berita Terkait:  Warga Paroso Suarakan Siap Perjuangkan Johan Rosihan ke Senayan

“Orang tua mereka digendong dan di tinggalkan di hutan. Entah, orang tuanya nanti hilang atau dimakan binatang buas. Karena di Jepang, mereka menganggap orang  yang sudah tua akan merepotkan,” jelasnya.

“Ini ada seorang anak muda, karena orang tuanya juga sudah tua, dia ingin melakukan hal serupa, dan mulai menggendong ibunya ke hutan. Ketika dalam perjalanan, ibunya terus sibuk memotong dahan. Setelah sampai di hutan, anaknya bertanya, kenapa ibu terus memotong dahan? Ibunya menjawab, saya sengaja memotong dahan – dahan itu, agar ketika kamu pulang, Kamu tidak akan tersesat dan menemukan jalan pulang,” jawab sang Ibu. Akhirnya anak itu menangis dan membawa ibunya kembali pulang,” papar gubernur menceritakan kisah tersebut.

Berita Terkait:  Tanam Puluhan Bibit Pohon, PDIP Mataram Ajak Jaga DAS Kali Jangkuk 

Ini diceritakan Gubernur guna masyarakat dapat memetik hikmah dari kisah tersebut. Terlebih di zaman saat ini kata dia, banyak orang dan anak-anak tidak ingin meninggalkan orang tuanya sendiri di rumah, tidak ingin menaruh orang tuanya di panti sosial. Namun orang tuanya ditinggalkan selama 24 jam, dan ditinggal merenung di rumah.

Selanjutnya, Gubernur juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan ini tantangan yang harus dikerjakan bersama.

“Orang tua tidak ingin hidup di rumah mewah, namun dia tidak punya teman untuk bersenda gurau. Oleh karena itu masa depan, akan dipenuhi dengan panti-panti seperti ini. Dimana orang di panti, bukan karena anaknya tidak peduli, bukan karena tidak sayang. Namun karena ini adalah cara terbaik agar orang tuanya bahagia di masa tua,” jelas Gubernur Bang Zul.

Berita Terkait:  Waspadalah Berbagai Penyakit Saat Kemarau

“Agar orang tuanya punya teman bersenda gurau, agar punya kesempatan bernostalgia, sambil menceritakan memori masa, lalu tertawa terbahak-bahak,” imbuhnya.

Menurut Gubernur Zul, Panti adalah tempat dan kebutuhan untuk orang tua. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi bersama seluruh jajaran ingin merubah pola dan cara berpikir masyarakat.

“Kita harus merubah pola pikir masyarakat tentang panti. Ini memang sangat sulit, namun kita akan mendesign panti ini dan ini adalah expresi kecintaan anak-anak pada orang tuanya,” jelas Gubernur Zul diikuti tepuk tangan seluruh hadirin.

Diakhir sambutannya, Gubernur berpesan bahwa dimasa sekarang, banyak orang yang sudah pensiun, namun fisiknya masih kuat dan jiwanya masih muda.

“Muda bukan pada fisik, muda bukan pada usia biologis. Namun muda ada pada jiwa dan semangat,” tutup Gubernur NTB. (NM1)