Beranda SOSMAS Gubernur NTB : Sedekah Ponan Bisa Jadi Pelopor Destinasi Halal di Sumbawa

Gubernur NTB : Sedekah Ponan Bisa Jadi Pelopor Destinasi Halal di Sumbawa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri sedekah ponan di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir-Kabupaten Sumbawa, Ahad (10/3).

Doktor Zul baru pertama kali menyaksikan sedekah ponan secara langsung ini menyampaikan, agenda tahunan yang digelar oleh tiga dusun yakni Dusun Poto, Dusun Lengas dan Dusun Malili dapat menjadi pelopor destinasi halal di Kabupaten Sumbawa.

“Kalau datang mereka semua, ada tempat shalat yang bagus, tempat dzikir, baru namanya ponan menjadi pelopor halal destination di Sumbawa,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Untuk mencapai hal tersebut, terangnya, sedekah ponan harus dapat dikemas menjadi suatu event yang sangat menarik.

Selain mengutamakan hajat utama kegiatan, namun juga dapat menyediakan tempat bagi para pengunjung khususnya generasi muda.

Berita Terkait:  Melalui PDB, RZ Bakal Lahirkan Peternak Berdaya

“Ini bisa dikemas menjadi suatu event yang sangat menarik, dimana kalau ponan mau pengunjungnya tetap banyak, maka satu atau dua tahun kedepan harus menyediakan tempat buat anak-anak muda,” tuturnya.

“Oleh karena itu saya lihat tempat seperti ini di media sosial, di facebook, dimana disawah-sawah disediakan tempat bagi anak-anak muda bisa berjalan di tempat padi dan tempat untuk berselfie. Mudah mudahan orang tua, dusun mengijinkan,” tambah Doktor Zul.

Ia meyakini, jika sudah dikemas dengan baik, maka sedekah ponan tidak hanya dikenal di NTB maupun Indonesia tapi juga dunia. Untuk itu, Pemerintah Provinsi siap mendukung melalui anggaran.

Berita Terkait:  Karo Humas NTB Silaturahim dengan PWI Sumbawa

“Mari kita jadikan tempat ini menjadi tempat kita bersama,” kata orang nomor satu di NTB ini.

Sebelumnya Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat mengatakan, kedatangan Gubernur NTB menjadi hal yang istemewa pada sedekah ponan kali ini.

Dijelaskannya, sedekah ponan memiliki sejarah yang panjang. Baik dari leluhur yang satus, sejarah  H. Batu hingga dzkir dan do’a memohon selamat kepada Allah SWT.

“Ada tradisi unik dalam proses sadekah ponan ini. Selain berdoa, berdzikir kepada Allah agar tanaman, padi yang sudah  ditanam, bisa hasilnya baik, bisa terbebas dari mala bencana, ada tradisi jajan khas. Kalau selama ini kita jarang mengenal Buras Lepat Patikal, maka kalau di Sadekah Ponan kita akan disuguhkan dengan namanya Lepat, Buras, Patikal, dan Dange,” ujarnya.

Berita Terkait:  Keberadaan KTNA NTB Tuntaskan Persoalan Petani dan Nelayan 

“Dan sudah disepakati, menjadi baku kemudian tidak boleh masuk jajan-jajan yang dimasak melalui proses perminyakan, penggorengan. Jadi semuanya  dikukus dan dibungkus dengan daun. Ada daun pisang, daun kelapa,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui, selain dihadiri Gubernur NTB, sedekah ponan di tahun 2019  juga dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Anggota DPRD Provinsi NTB, Johan Rosihan, Ketua DPRD Sumbawa, sejumlah Pimpinan OPD lingkup Pemda Sumbawa, para Camat dan Kepala Desa. (NM3)