Beranda SOSMAS Gubernur NTB : “Saya Ingin Selalu Dekat dengan Masyarakat”

Gubernur NTB : “Saya Ingin Selalu Dekat dengan Masyarakat”

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Memangkas sekat antara pimpinan dan rakyatnya, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah terus mendekatkan diri dengan rakyatnya.

Buktinya, orang nomor satu di NTB itu terus menunjukkan komitmennya dengan terus berkeliling mendatangi masyarakat.

Blusukan dan terus bersilaturahim dengan masyarakat, bukan hanya dilakukan oleh Gubernur saat ini saja.

Bahkan pada saat kampanye lalu, Bang Zul juga melakukan hal yang sama secara istiqomah hingga saat ini dengan mendatangi langsung masyarakat.

Saat resmi menjadi Gubernur NTB pun, ruang kerja mewah dan kursi empuk sangat jarang didudukinya. Bang Zul nampak bekerja tak mengenal waktu.

Secara resmi/formal ataupun tidak Gubernur NTB itu tetap blusukan mengunjungi masyarakatnya. Bahkan beberapa agenda formal dikepemimpinannnya silaturahim menjadi penting.

Itu semua ditekankan kepada seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov, serta aktif berkomunikasi dan terbuka dengan masyarakat. Agar pola pemerintahan di era kepemimpinannya benar-benar terasa dan nyata.

Silaturahim dan ibadah dianggapnya menjadi penting. Bahkan hingga saat ini, Gubernur tetap menyambagi seluruh masyarakat NTB yang ada di pelosok-pelosok. Tak tanggung, ia pun nampak sesekali memboyong seluruh kepala OPD ke kabupaten/kota.

Selain bertujuan bersilaturahim, Gubernur menginginkan agar keluh kesah (aspirasi) masyarakat dapat didengar dan tersampaikan langsung antara masyarakat dan pimpinan OPD terkait.

Ia berharap sebagai pemimpin di NTB, khususnya agar para pejabat dilingkup Pemprov lebih dekat dan memudahkan masyarakat.

Begitupun disetiap perkantoran terciptanya hubungan yang harmonis baik atasan maupun bawahan dilingkungan kerja. Karena menurut dia, ketika semuannya baik tentu akan menjadi baik pula.

Oleh karenanya, ia menekankan komunikasi, silaturahmi serta kebersamaan dan kekompakkan menjadi hal penting yang harus dijadikan perhatian bersama.

MENGINAP DI RUMAH WARGA

Cukup mencuri perhatian, sosok pemimpin yang dikenal sederhana menginap langsung di rumah salah seorang warga masyarakat saat melaksanakan safari subuh di Praya, Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

Bang Zul melaksanakan safari subuh di Praya dan melaksanakan salat isya berjamaah di Masjid Mispalah, Praya, Lombok Tengah. Bahkan Bang Zul didapuk menjadi imam salat subuh berjamaah di Masjid Mispalah Praya.

Selanjutnya, pada tengah malamnya melaksanakan salat tahajud dan kemudian melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Mispalah.

Ia juga menginap di rumah TGH Tohir kampong Mispalah Praya. Bahkan, dalam kegiatan safari subuh yang akan rutin dilaksanakan tersebut, mengajak ikut serta sejumlah OPD dan Bank NTB Syariah.

Berita Terkait:  Wajib Baca! Inilah 10 Program Unggulan Mo-Novi

Saat pertemuan dengan masyarakat, Bang Zul melakukan tanya jawab langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi.

Mulai dari persoalan peluang kerja, membuka usaha baru hingga persoalan kesulitan permodalan usaha, khsusnya di kalangan wirausaha baru di kalangan milenial.

Bang Zul mengaku bahwa menyapa masyarakat dan hadir ditengah masyarakat dari timur hingga barat NTB secara langsung adalah sebuah hal kemewahan yang tidak ternilai atau diukur oleh apapun.

“Alhamdulillah, Allah terus memberikan banyak kebaikan bagi kita semua. Terutama nikmat sehat, sehingga kita semua dapat terus merawat dan menjalin silaturahim ini. Saya ingin selalu dekat dengan masyarakat,” ucapnya.

“Permintaan masyarakat, bukan uang, bukan fasilitas yang berlimpah, melainkan permintaan mereka cuman satu, kalau Bang Zul dan Umi Rohmi menjadi pemimpin baru di NTB kebiasaan mendatangi warga di dusun dan desa tetap dilakukan,” imbuhnya.

Bang Zul juga menyampaikan beberapa hal yang dapat mengantarkan seseorang pada kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup.

Pertama adalah kelapangan untuk belajar memaafkan kesalahan orang lain dan kedua mampu menikmati dan mensyukuri segala yang sudah ada dalam hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul juga mengajak para pemuda Lombok Tengah untuk menjadi pengusaha dan tidak menaruh harapan besar menjadi pegawai negeri sipil.

Menjadi pengusaha, akan memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat. “Jadi pengusaha bisa membantu guru honorer bisa membantu masyarakat ini bisa membantu seluruh masyarakat yang tidak mampu,” ungkap Bang Zul.

Untuk membantu para pemuda jadi pengusaha, Bang Zul meminta jajaran Bank NTB Syariah untuk melakukan pembinaan serta pemberian pinjaman modal usaha, sehingga, mencetak 1000 wirausahawan baru bisa terwujud.

“Mudah-mudahan kedatangan kami di tempat ini adalah keberkahan di masa yang akan datang. Mendatangi masyarakat, mendatangi pondok mendatangi desa dan dusun merupakan kebutuhan bukan lagi kewajiban,” ungkap Bang.

Sementara itu, Takmir Masjid Nurul Iman Mispalah, TGH Tohir mengatakan bahwa Gubernur NTB bukan hanya pemimpin daerah, namun juga pemimpin umat yang dirindukan. Bukan hanya imam dalam pemerintahan, namun juga imam dalam salat berjamaah.

“Kedatangan beliau ke sini untuk menghidupkan salat subuh di masyarakat, untuk menghidupkan salat berjamaah di tengah-tengah masyarakat dan untuk menyemarakkan ibadah,” demikian.

Berita Terkait:  Tumpah Ruah Warga NW Hadiri Hari Jadi NW ke 67

MEMILIH MASJID TEMPAT MENGINAP DI PULAU SUMBAWA

Badrun (49), marbot Masjid At-Taqwa Desa Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima senang bukan main.

Tak hentinya ia tersenyum sambil sesekali merapikan kopiahnya menyambut kedatangan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama rombongan belum lama ini di Masjid At Taqwa.

Sejak mulai jadi pengurus masjid puluhan tahun lalu, setahu Badrun belum ada sekalipun pejabat tinggi selevel Gubernur yang sholat dan menginap langsung di Masjid At-Taqwa tersebut.

Tak mengherankan jika kedatangan Gubernur dalam rangka silaturrahim dan shalat Idul Adha dengan masyarakat di sekitar masjid memberi kesan yang mendalam dan kebanggaan tersendiri bagi ayah tiga anak tersebut.

“Ya bangga sekali pada Pak Gubernur, beliau tiadak hanya datang sholat dan silaturrahim bersama kami, beliau juga memberikan bantuan pembangunan serta menginap langsung di masjid ini,” jelas pria ramah tersebut.

Sebagai warga dan juga pengurus masjid, Badrun mengaku senang dengan agenda Gubernur yang silaturrahim bersama masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda di masjid ini.

Menurutnya, seperti inilah fungsi masjid yang sebenarnya, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga menjadi tempat berdiskusi dan melakukan kajian-kajian yang baik untuk kemaslahatan umat.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur perhatian dengan warganya. Sebagai warga kami berharap perhatian ini tetap dilanjutkan supaya silaturahmi warga dengan pemimpinnya tetap ada,” ucap Badrun.

Sebagai marbot yang puluhan tahun mengurus Masjid, ia juga menitipkan beberapa pesan  kepada Gubernur. Yakni soal kesejahteraan marbot dan fasilitas masjid At Taqwa yang masih minim, terutama tempat wudhu.

“Pak Gubernur, masjid ini sudah lama dibangun, puluhan tahun, perubuhannya pun tidak terlalu banyak. Semoga kedatangan pak Gubernur beserta kepala OPD Provinsi NTB ini menambah indahnya masjid kita, terutama tempat wudhu,” harapnya.

Begitu juga dengan Syamsudin, Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Dorigungga yang yang selalu setia mendampingi Gubernur selama kunjungan di desa ini mengaku heran dengan Gubernur NTB.

“Saya heran dengan Pak Gubernur, Doridungga ini daerah yang dingin. Tapi, Pak Gubernur dengan sederhananya tidur di masjid, padahal sudah disiapkan rumah warga tempat beliau bermalam,” ungkapnya.

Bagaimana tidak, tambahnya, seorang Gubernur yang biasanya tidur atau istirahat di tempat yang mewah, tapi, malah memilih tidur di tengah gigitan nyamuk.

“Selain dingin, nyamuk juga banyak, tapi setelah saya perhatikan, beliau santai saja, bahkan saat tidur, saya tidak bisa bedakan gubernur dengan masyarakat biasa, saking tidak ada jaraknya,” ujar Syamsudin.

Berita Terkait:  Masyarakat Diminta Terapkan PHBS

TERIMAKASIH GUBERNUR NTB

Tak sampai disitu, tradisi Gubernur NTB mendatangi desa-desa dan tokoh-tokoh masyarakat di pelosok daerah terus dipelihara.

Kali ini Gubernur NTB mendatangi masyarakat di Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Sabtu 15 Agustus 2020 lalu.

Gubernur menemui masyarakat Desa Tongo di Masjid Nurul Yakin untuk mendengar dan menerima sejumlah masukan dari masyarakat Desa Tongo.

Ia meminta masyarakat untuk tidak cepat berhenti menuntut ilmu, baik formal maupun nonformal agar tidak menjadi penonton di rumah sendiri.

“Kadang kita lupa karena terus diberikan nikmat, mungkin, dengan sedikit cobaan kita bisa merenung, jangan-jangan ketergantungan kita pada manusia lebih besar daripada ketergantungan kita kepada Allah,” tutur Gubernur.

Ia mengakatakan bahwa selalu ada hikmah dibalik musibah. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat, untuk terus berusaha mendapatkan ilmu yang dapat membangun Desa Tongo kedepannya.

Gubernur menyebutkan salah satu usaha untuk memberikan keahlian kepada masyarakat yaitu membuat pelatihan alat berat. Setelah itu, masyarakat yang terlatih dapat ditempatkan di perusahaan yang membutuhkan operator alat berat.

“Perusahaan akan mengakomodir kita jika kita punya potensi,” terang Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini.

Diakhir penyampaiannya, Gubernur meminta kepada OPD yang ikut serta dalam kunjungan ini untuk menindaklanjuti semua saran, masukan dan permintaan masyarakat demi tercapainya NTB Gemilang hingga tingkat desa.

Sementara Kepala Desa Tongo, Idham Khalid menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur dan rombongan atas kunjungannya, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur.

“Kita bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Gubernur atas kehadirannya dan memberikan kami kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah kami,” ungkapnya.

Idham mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang disampaikan oleh masyarakat adalah soal ketenagakerjaan.

Hal tersebut mendapat respon baik dari Gubernur NTB yang langsung memberikan jalan untuk membuka pelatihan bagi masyarakat.

“Kami yakin Gubernur punya niat baik untuk membangun NTB khususnya Kabupaten Sumbawa Barat,” tegasnya.

Usai berdiskusi dengan masyarakat, Gubernur langsung menuju Pondok Pesantren Al-Furqon yang lokasinya tidak jauh dari masjid tersebut untuk melanjutkan silaturahmi dengan masyarakat setempat. (red)