Beranda SOSMAS Gaji TKW di Arab Saudi Rp 5 Juta Perbulan

Gaji TKW di Arab Saudi Rp 5 Juta Perbulan

BERBAGI

“Perekrutannya Direncanakan Pekan Depan”

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Perekrutan Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau sekarang dikenal dengan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk penempatan negara Arab Saudi rencananya dibuka pekan depan.

Hal ini menyusul setelah diterimanya Job Order untuk penempatan negara dimaksud.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri mengatakan, secara formal penempatan CPMI ke Arab Saudi sudah dibuka sejak 1 Oktober 2019 lalu. Namun penempatan belum bisa dilakukan karena belum adanya Job Order.

Sekarang ini, ungkap Ikhsan-akrabnya disapa, job order sudah ada dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) sudah memberikan izin untuk melakukan pameran bursa kesempatan kerja atau disebut Job Fair.

Job Fair ini sudah berlangsung di beberapa tempat salah satunya di LTSA Provinsi untuk Kabupaten Lombok Barat. Khusus Sumbawa pelaksanaan Job Fair akan segera dilakukan.

Berita Terkait:  Yayasan Kompas Bantu Tiga Daerah Terdampak

“Sekarang ini sudah ada job order dan segera dilakukan perekrutan,” ujarnya saat jumpa Pers, Jum’at (14/2).

Dijelaskannya, perusahaan yang menyelenggarakan job fair adalah PT. BUMI (Bursa Usaha Migran Indonesia) bekerjasama dengan Apjati.

Nantinya pencari kerja akan dipertemukan dengan Syarika selaku perusahaan pengguna jasa.

“Syarika merupakan kumpulan perusahaan besar di Arab Saudi. Syarika yang menggaji, dimana Syarika bekerjasama dengan PT. Bumi. Jadi nanti yang dituntut cuma satu majikannya yakni Syarika, tidak ada lagi perorangan,” ungkapnya.

Penempatan PMI ke Kerajaan Arab Saudi,  kata Ikhsan, melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK).

Sistem ini merupakan uji coba untuk penempatan ke negara setempat selama enam bulan. Dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi sejauh mana prosesnya.

Berita Terkait:  Sembelih 37 Ekor Hewan Qurban, Johan Rosihan dan ACT Berbagi Kebahagiaan

Jika berhasil, maka tidak menutup kemungkinan sistem ini akan diterapkan untuk penempatan ke negara lainnya termasuk Asia Pasifik (Aspak). Melalui SPSK ini, diharapkan dapat menekan permasalahan TKI yang selama ini kerap terjadi.

“Dengan berlakunya SPSK ini nanti, maka diharapkan angka kasus atau permasalahan PMI yang terjadi selama ini, bisa berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Karena jika ada majikan di Arab Saudi yang mempekerjakan PMI unprosedural, maka dendanya sangat tinggi 10.000 Real perhari atau setara sekitar Rp 40 juta,” sebutnya.

Sementara Ketua Apjati Sumbawa, Burhanuddin menambahkan bahwa job fair  CPMI tujuan Arab Saudi di provinsi sudah mulai dilakukan 12 Februari lalu. Sedangkan di Sumbawa rencananya dimulai pekan depan.

Berita Terkait:  Istri Gubernur Dilantik Jadi Ketua Forikan NTB

“Hari senin pimpinan kita dari DPP datang ke sini. Setelah itu akan ditentukan waktu pelaksanaan Job Fair. Persis pada saat itu dilakukan perekrutan. Nantinya lebih jelas akan disampaikan d pelaksanaan Job Fair. Karena ada dari DPP yang bisa menjelaskan lebih detail,” jelasnya.

Terhadap pemberangkatan ke Arab Saudi ini, tidak dipungut biaya.  Selain itu setelah dua tahun kontrak diberikan hadiah umroh.

Sekarang ini juga ada kenaikan gaji dari sebeumnya 1.000 sampai 1.200 real menjadi 1.500 real atau sekitar Rp 5 juta lebih.

Intinya ada perbaikan-perbaikan sistem, terutama diberikan perlindungan cukup baik. Untuk CPMI sendiri batas usianya 21 sampai 39 tahun. Persyaratannya membawa KTP, KK, ijazah dan lainnya. (red)