Beranda SOSMAS Bawaslu NTB Kerahkan Ratusan Relawan Awasi Pemilu 2019

Bawaslu NTB Kerahkan Ratusan Relawan Awasi Pemilu 2019

BERBAGI
Keterangan Foto : Sejumlah relawan pengawasan pemilu 2019 diberikan bimbingan teknis oleh Bawaslu NTB di Hotel Lombok Raya, Senin (15/4). (Foto : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2019 sudah didepan mata, yakni jatuh pada tanggal 17 April esok. Itu artinya tinggal dua hari lagi, masyarakat akan memilih presiden dan wakil presiden termasuk para wakilnya di DPD/DPR untuk lima tahun mendatang.

Guna mengantisipasi adanya kecurangan dalam pemilihan khususnya di Nusa Tenggara Barat, sedikitnya ratusan relawan dikerahkan oleh Bawaslu NTB untuk mengawasi pemilu di Kabupaten/Kota. Dimana relawan ini akan melakukan pengawasan secara langsung dilapangan mulai dari tahap pra pemungutan suara hingga perhitungan suara.

Berita Terkait:  Dandim Sumbawa : Mari Satukan Langkah Putus Penyebaran Corona!

“Sudah direkrut dan sekarang mereka mengikuti bimtek (bimbingan teknsi) pengawasan pemilu 2019 kita pusatkan di Hotel Lombok Raya,” ungkap Ketua Bawaslu NTB, usai menghadiri acara Bimtek Pengawasan Pemilu 2019 yang bertemakan ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’ di Hotel Lombok Raya, Senin (15/4).

“Ada sekitar 492 (relawan), mereka tersebar di enam wilayah yaitu di Pulau Lombok pada lima  kabupaten/kota, sedangkan di Pulau Sumbawa hanya Kabupaten Dompu saja. Jadi totalnya ada enam kabupaten/kota saja,” terang Ketua Bawaslu NTB lagi.

Berita Terkait:  Niken Ajak Masyarakat Bantu UMKM

Khuwailid juga mengungkapkan, bahwa elemen para relawan ini berasal dari kalangan mahasiswa seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di beberapa universitas, kemudian masyarakat hingga organisasi masyarakat (ormas).

“Jadi ini semua upaya bersama – sama untuk mengawasi seluruh proses pemilu bersama Bawaslu. Nah kalau khusus di Dompu tadi semuanya (relawan) dari kalangan ojek. Semua akan diawasi mulai dari soal politik uang, potensi penyalahgunaan formulir C6, termasuk potensi pemilih yang kehilangan hak pilihnya, jika ditemukan itulah kita siapkan pola koordinasi bersama bawaslu kabupaten/kota, panwascam, desa hingga tingkat pengawas TPS,” demikin Khuwailid. (NM1)

Berita Terkait:  Hj Niken : Dharma Wanita Harus Menjadi Contoh