Beranda SOSMAS Akses Jalan Rusak, Warga Minta Pemda Tempatkan Alat Berat di Orong Telu

Akses Jalan Rusak, Warga Minta Pemda Tempatkan Alat Berat di Orong Telu

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sejumlah warga dari Kecamatan Orong Telu turun ke jalan pada Kamis (23/1). Mereka menuntut Pemda Sumbawa agar menempatkan alat berat diwilayah setempat, selama musim penghujan. Mengingat kondisi jalan disana sudah sangat rusak.

Massa aksi yang dipimpin Andi Jauhadi awalnya mendatangi kantor Bupati Sumbawa. Dalam orasinya, massa meminta Pemda segera bersikap atas rusaknya jalan yang ada di Kecamatan Orong Telu. Mereka yakin, Pemda sudah mengetahui kondisi jalan yang ada disana.

“Jembatan di Teladan itu hanya cukup untuk satu kendaraan. Ini terjadi di Kecamatan Orong Telu. Semua jalan itu menjadi berlubang, dan itu sangat sulit untuk dilalui. Jembatan di brang punik, kalau dipaksakan saya pastikan akan runtuh. Saya tidak ingin saudara-saudara hanya sekedar tahu, tapi juga harus paham dengan kondisi ini. Kalau paham, maka saudara akan bertindak,” teriak Andi.

Terhadap kondisi yang dinilai tidak layak tersebut, massa aksi menuntut Pemda Sumbawa agar memperbaiki titik-titik jalan yang sulit dilalui, dan menempatkan alat berat selama musim hujan, terutama di ruas jalan Lenangguar – Orong Telu. Selain itu, pembangunan infrastruktur jangka panjang dalam bentuk hotmix dan jembatan harus segera dipikirkan oleh Pemerintah.

Berita Terkait:  Doktor Zul : Jaga Persatuan Ditengah Keberagaman dan Pelihara Api Optimisme

“Tempatkan satu alat berat selama musim hujan, agar ekonomi kami bisa berlanjut dengan baik. Titik terparah ada di sekitar Teladan, ada jembatan disana itu hanya cukup dilalui satu kendaraan. Kemudian diwilayah Paruak Dewa Dara selalu menjadi penghambat kami saat musim hujan, bahkan kita sampai menginap disana. Jembatan Brang Punik itu jembatan yang paling darurat, sekali dihantam banjir itu langsung out (hanyut, red),’’ tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Sumbawa, H. Hasan Basri yang menemui langsung massa aksi sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan. Menurutnya, Pemerintah berkewajiban untuk membangun dan membenahi infrastruktur jalan.

“Saya kira siapapun Pemerintah pasti wajib untuk melaksanakan itu semua. Punya pandangan, punya harapan bagaimana meningkatkan derajat masyarakatnya. Infrastruktur jalan ini adalah yang paling penting dan urgent untuk kita laksanakan,” tuturnya.

Berita Terkait:  KPU NTB Berikan Pendidikan Demokrasi ke Masyarakat Pesisir

Sekda juga mengungkapkan, di Kecamatan Orong Telu juga ada pembangunan. Tahun lalu telah dibangun jembatan Sebeok, sebelumnya juga pembangunan infrastruktur lainnya juga telah dikerjakan.

“Pembangunan-pembangunan ini kita berharap kalau hari ini harus tuntas semuanya. Tapi karena kondisi, kemampuan keuangan daerah harus dibagi untuk 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa ini, tentu harus di bagi-bagi. Tapi yakin kita akan membangun seluruhnya. Karena kita tidak ingin membangun hanya di satu Kecamatan, dan Kecamatan lainnya tertinggal. Semua aspek, semua kita harus bangun. Pendidikannya harus kita bangun, kesehatannya harus kita bangun, jalan juga harus kita bangun dan sebagainya. Untuk itu tidak bisa kita tuntaskan dalam setahun atau dua tahun. Tapi yakinlah itu juga menjadi pemikiran pemerintah daerah untuk bagaimana menuntaskan itu semua,’’ ujar Sekda.

Terhadap tuntutan penempatan alat berat, Sekda mengaku siap mendatangkan ke Orong Telu. Agar akses jalan bagi masyarakat tidak terputus.

Berita Terkait:  Resmikan Sumur Bor, Danrem Juga Serahkan Bantuan di Loteng

“Satu minggu alat berat sudah di lokasi. Alat itu harus bisa mengatasi masalah yang ada. Yang penting jangan ada jalan yang putus dari Orong Telu sampai Sumbawa. Masyarakat saya harap berikan informasi kalau ada jalan yan gputus, maka itu yang akan ditangani,’’ pungkasnya.

Usai berdialog, massa aksi kemudian melanjutkan kegiatannya ke gedung DPRD Sumbawa, untuk menyuarakan tuntutan yang sama. Kedatangan mereka kemudian disambut jajaran pimpinan Komisi III DPRD Kabupaten SumbawaMuhammad Saad dan Edy Syarifuddin. Di kantor wakil rakyat ini,mereka tidak menemukan solusi. Semua pimpinan DPRD absen menemui mereka.

Atas aspirasi yang dibawa, Komisi III hanya bisa menindaklanjutinya dengan menjadwalkan pertemuan dengar pendapat (hearing) dengan menghadirkan pihak eksekutif, camat Orong Telu dan seluruh Kepala Desa se-kecamatan Orong Telu. Hearing ini dijadwalkan 4 Februari mendatang untuk membahas lebih lanjut mengenai tuntutan masyarakat Orong Telu. (red)