Beranda POLITIK Wajah Baru Dominasi Tiga Dapil di Sumbawa

Wajah Baru Dominasi Tiga Dapil di Sumbawa

BERBAGI
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa, M. Wildan M.Pd. (Foto : Roby - NM)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa telah menetapkan secara resmi hasil pemungutan dan perhitungan suara berdasarkan rekapitulasi tingkat Kabupaten. Termasuk nama Caleg yang berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumbawa perode 2019-2024.

Menariknya, nama-nama yang muncul didominasi wajah baru. Khususnya di tiga daerah pemilihan (Dapil) yaitu Dapil Sumbawa 1, Sumbawa 2 dan Sumbawa 5. Bahkan wajah baru tersebut meraih perolehan suara terbanyak.

Dirangkum dari data yang diberikan KPU Sumbawa, Caleg yang berhasil duduk di kursi DPRD Kabupaten Sumbawa dari Dapil 1 yakni Kursi pertama atau suara terbanyak  diisi pendatang baru dari Partai Gerindra   Drs. M.Ansori dengan  2.879 suara  dari 8.872 suara partai.

Suara terbanyak kedua juga menjadi milik pendatang baru Edy Syah Riansah,SE dari PDIP  dengan 1.625 suara dari 5.494 suara partai. Sedangkan  Kursi ketiga diisi incumbent Adizul Syahabuddin dari PKS  dengan 1.703 suara dari 5.473 suara partai.

Kursi ke-4,5,6 dan 7 juga  diisi pendatang baru, masing-masing atas nama  Yuliana dari Partai Nasdem  dengan 1.451 suara dari 5.305 suara partai,  Acmad Fachry dari PAN  dengan 1.829 suara  dari 5.110 suara partai, Gahtan Hanu Cakita dari Golkar  dengan 1.681 suara dari 4.828 suara partai , Ridwan, S.P dari PKB  dengan 1.153 dari 3.984 suara partai.

Berita Terkait:  Dukungan Membludak, Dewi Noviany : "Mari Tetap Istiqomah"

Sedangkan Kursi ke-8 dan 9  masing-masing diisi incumbent yakni  M. Yamin,SE, M.Si dari Hanura dengan  2.045 suara dari 3.514 suara partai dan Syamsul Fikri.AR,S.Ag,M.Si. dari Demokrat  dengan 2.078 suara dari 3.170 suara partai.

Untuk Dapil Sumbawa 3, dari 9 total kursi, hanya tiga kursi yang diisi incumbent yakni Kursi ke 1, 6 dan 9yakni  M. Faisal, S.AP/Gerindra (2.580/6.546), Budi Kurniawan,ST/Demokrat (2.065/4.837) dan Muhammad Nur, S.Pd.I/PPP (1.370/2.999).

Sementara kursi ke 2,3,4,5,7 dan 8diisi wajah baru. Masing-masing yakni Hj. Jamila, S.Pd.SD/PDIP (1.892/6.206), Syaifullah, S.Pd/PKS (1.823/6.001), H.Ruslan/PKB (1.973/5.926), Syahrul.SE/Nasdem (1.935/5.081), Irwandi/Hanura (1.537/4.664) dan Hasanuddin HMS/Golkar (1.026/3.787)

Sementara untuk Dapil Sumbawa 5, wajah baru dan berada di kursi pertama yaitu Dra. Saidatul Kamila Djibril/PDIP (2.906/6.367). Kemudian wajah baru juga terisi di kursi 4, 5 dan 6 diantaranya Sri Wahyuni/Demokrat (1.549/3.846), Indradiawan, S.Pd/PKS (1.181/3.658) dan  Junaidi/PPP (1.198/3.305).

Hanya dua kursi yang diisi incumbent. Yaitu Hamzah Abdullah/Gerindra (1.647/4.517) posisi kedua dan Ida Rahayu, S.AP/PAN (1.868/4.200) posisi ketiga.

Ketua KPU Sumbawa, M. Wildan M.Pd mengatakan, proses pelaksanaan Pemilu 2019 telah rampung pada tingkatan akhir. Khusus di tingkat Kabupaten Sumbawa. Mulai tahapan pencoblosan tanggal 17 April dan perhitungan suara. Termasuk juga rekapitulasi di tingkat TPS, Kecamatan dan Kabupaten.

Berita Terkait:  Dewy Noviany : "Perempuan Gemilang Adalah Kunci"

“Alhamdulillah berlangsung dan berjalan dengan lancar, aman, tertib, kondusif. Proses penutupan rapat pleno dan diberikan semua salinan DB1 dan DB berita acara pelaksanaan rekapitulasi rapat pleno dan hasil rekapan tingkat kabupaten semua jenjang, baik DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI, maupun presiden kepada saksi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/5).

“Alhamdulilah proses ini berjalan dengan lancar, tertib sesuai dengan regulasi yang ada, kami sebagai penyelenggara mengedepankan itu. Mengedepan prinsip sebagai penyelenggara yakni jujur adil,” tambahnya.

Dijelaskan Wildan-akrabnya disapa, terkait isu adanya penggembelungan suara dan persoalan lainnya yang menyebar, sudah diselesaikan di tingkat kecamatan. Bahkan di tingkat kecamatan tersebut bukan hanya menyampaikan DAA1 dan C1,  ada juga TPS yang sampai melakukan pemungutan suara ulang (PSU).

“Inilah merupakan alat kami untuk memberikan suatau kepercayaan keterbukaan kami sebagai penyelenggara yang benar-benar menghasilkan data yang benar dan bersih, sampai kita membuka kotak lagi, perhitungan ulang di sana. Buka C plano dan sebagainya. Supaya kecurigaan dari masyarakat, dari pasangan calon, peserta Pemilu kita apikkan dalam hal ini. Inilah proses yang kita lakukan apabila ditemukan data-data yang dicurigai sebagai penggelembungan suara,” jelasnya

Hal serupa juga dilakukan pada rekapitulasi tingkat Kabupaten. Apabila ada kekeliruan, maka dibuktikan dengan membuka kotak suara untuk menampilkan DA1, DAA1 Plano produk rekapitulasi kecamatan.

Berita Terkait:  Mencuat Diperedaran, Sejumlah Nama Incumbent Kembali Duduk di DPRD NTB

“Sedangkan di Kabupaten, apabila ada persoalan kekeliruan, salah input kita buktikan kepada para saksi. Sampai kita  buka kotak, kita tampilkan DAAI 1 plano, kita tampilkan DA1 plano, produk dari rekapitulasi di kecamatan kita semua terbuka kepada masyarakat, para saksi dan Bawaslu bahwa  kita benar-benar menjamin kebersihan dan ketepatan data yang kami dapatkan. Sehingga tidak ada informasi negatif terhadap kami sebagai penyelenggara pemilu,” tambahnya.

Ditegaskannya, sikap independesi tetap dikedepankan oleh pihaknya sebagai penyelenggara Pemilu. Yaitu tidak memihak kepada salah satu pasangan calon dan sebagainya. “Integritas kami adalah harga mati dalam hal pelaksanaan pemilu ini,” tegasnya.

Selanjutnya, tahapan yang dilakukan adalah rekapitulasi di tingkat Provinsi. Untuk penetapan calon terpilih secara nasional akan diagendakan oleh KPU RI.

“Memang kami yang meng SK kan untuk DPRD kabupaten, tetapi  yang menetapkan sebagai calon terpilih adalah KPU RI. Maksimal tanggal 29 Mei. Karena itu tahapan akhir pada proses pemilu. Insya Allah sekitar tanggal 7, kita dapat informasi dari sekretaris KPU Provinsi kita akan melakukan rekapitulasi tingkat provinsi,” demikian Wildan. (NM3)