Beranda POLITIK Terkuak! Selain Pesimis Kantongi SK PDIP, Husni Djibril Ngaku Tertekan Selama Ini

Terkuak! Selain Pesimis Kantongi SK PDIP, Husni Djibril Ngaku Tertekan Selama Ini

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Sebuah ungkapan terpendam akhirnya terkuak sudah. Selama ini salah seorang kader senior DPD PDI Perjuangan NTB yakni HM Husni Djibril mengungkapkan hal yang cukup mencengangkan.

Pria yang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sumbawa itu mengaku pesimis mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan lantaran berbagai hal. Diketahui Husni Djibril adalah salah satu Bakal Calon Bupati pada Pilkada Sumbawa 2020.

Sebelumnya dia juga telah mendaftarkan dirinya melalui partainya. Hanya saja, pihak DPD malah mengusulkan nama lain ke DPP untuk diusung pada Pilkada mendatang.

Keputusan tidak mengusung Husni Djibril yang diambil pihak DPD PDIP NTB bukan tanpa alasan, melainkan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah factor kesehatan Husni Djibril.

Disisi lain, akhirnya Husni Djibril angkat bicara. Bahwa selama ini, ia mengaku tertekan dengan sikap internal partainya yang memaksakan dirinya untuk berpasangan dengan orang yang tidak diinginkan oleh dirinya.

Karenanya, ia menyatakan pesimis mendapatkan SK/rekomendasi dari pihak partai yang berlambangkan banteng bermoncong putih tersebut. Padahal sebelumnya marak beredar kabar bahwa Husni Djibril telah mendapatkan SK dukungan dari pihak DPP.

Berkaitan dengan isu Rekom/SK itu, ditegaskanya bahwa hingga saat ini ia belum mendapatkan Rekom/SK dari partai besutan Hj Megawati Soekarno Putri tersebut.

Berita Terkait:  Eksekutif dan Legislatif Tanda Tangani KUA-PPAS TA 2019

“Belum ada rekom atau SK partai, bahkan mungkin tidak ada kalau saya dipaksakan berpasangan dengan orang yang tidak saya inginkan. Karena saya bukan hanya (berfikir) sekedar menang Pilkada, tapi juga yang amat penting adalah keberlanjutan kader partai yang harus bisa menggantikan saya di pilkada-pilkada berikutnya. Itulah semangat yang saya miliki kalaupun ini tidak mudah untuk kita wujudkan,” ungkap Husni Djibril, Kamis (20/2) kepada NUSRAMEDIA.

Menurut dia, hal ini penting untuk disampaikan ke public, sehingga dapat diketahui oleh masyarakat agar tidak disalah artikan. Kendati demikian, ia tidak menyebutkan siapa pasangan yang rencananya disandingkan dengan dirinya itu.

Persoalan tersebut, kata dia, biar public yang menilai. Alhasil, kini malah orang lain yang diusulkan oleh DPD ke DPP untuk didukung pada Pilkada Sumbawa. Meski begitu, ia mengaku mendukung keputusan maupun sikap yang ditunjukkan partai, hanya saja diduganya ada pihak lain yang bermain mempengaruhi internalnya.

Dia merasa menjadi korban, disisi lain ia juga menyadari bahwa apa yang menimpanya adalah resiko perpolitikan. “Memang itu kejadiannya. Karena ada pengaruh dari pihak lain bahkan ada konflik kepentingan ya beginilah resiko politik,” ujar Bupati Husni.

Berita Terkait:  Tiga Wajah Baru Bakal Isi DPRD Sumbawa

Meski merasa terluka dan prihatin dengan kondisi internal partainya saat ini, Husni Djibril menyatakan tidak akan menghianati partai yang hanya lantaran disebabkan tidak mendapat dukungan dari partainya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan maju jika tidak didukung oleh PDIP, meski ada partai lain yang mendukung dirinya untuk maju pada pilkada Sumbawa. Ungkapan yang ditegaskan Husni sekaligus menjawab kecintaan dirinya terhadap partai yang membesarkannya tersebut.

Menurut dia, langkah tepat yang akan diambil jika maju tanpa dukungan PDIP dia lebih memilih untuk beristirahat. “Kalau tidak didukung (PDIP) ya pasti saya tidak akan maju. Ini partai yang membesarkan saya, tapi karena ada konflik kepentingan ya begini resiko politik. Dan jangan lupa saya kader senior di PDIP untuk di NTB. Saya tidak akan berkhianat dengan partai saya sendiri dan yang membesarkan saya. Tentu langkah yang tepat, saya tidak akan maju dan lebih baik istirahat,” kata Bupati Husni

Berita Terkait:  Nasdem Prediksi Raih Enam Kursi di DPRD Bima

Saat ditanyai mengenai sikap yang akan diambil terkait dugaan pemaksaan soal berpasangan tersebut? Kemudian seperti apa jalinan komunikasi yang terbangun antara dirinya dengan internalnya selama ini? Husni Djibril nampaknya lebih memilih untuk diam dan tak mau menjawab pertanyaan tersebut.

Sekedar informasi, sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa DPD PDI Perjuangan telah mengusulkan nama H Mahmud Abdullah-Bakal Calon Bupati Sumbawa yang dipasangkan dengan Dewi Noviany (Haji Mo’-Novi) ke DPP untuk didukung maju pada Pilkada Sumbawa.

Dewi Noviany diketahui tak lain adalah adik kandung dari Gubernur NTB. Ini juga sebagai bentuk finalnya koalisi antara PDIP-PKS dibeberapa daerah lingkup NTB yang melaksanakan Pilkada serentak 2020. Antara lainnya seperti di Kota Mataram (Selly-Manan), Kabupaten Sumbawa Barat (Firin-Fud) termasuk Kabupaten Sumbawa (Haji Mo-Novi).

Dari tujuh kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada, sejauh ini baru dua kabupaten/kota di nusa tenggara barat yang telah resmi mendapatkan SK DPP PDI Perjuangan. Yakni Kota Mataram untuk pasangan Selly-Manan dan KSB untuk pasangan Firin-Fud. Sedangkan untuk daerah lainnya termasuk Kabupaten Sumbawa masih berproses. (red)