Beranda POLITIK Syamsul Fikri : Saya Hadir di Syukuran Bupati adalah Sebagai Sahabat dan...

Syamsul Fikri : Saya Hadir di Syukuran Bupati adalah Sebagai Sahabat dan Pimpinan Partai Koalisi Pemerintah

BERBAGI
Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Syamsul Fikri

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Syamsul Fikri angkat bicara soal penggalangan massa dari PD Sumbawa di acara syukuran atas penyembuhan pengobatan Bupati Sumbawa yang berlangsung di Pendopo Bupati Sumbawa.

Hal itu ditepis secara tegas oleh Syamsul Fikri. Dimana anggapan dari beberapa kalangan tersebut menurutnya sangat berlebihan dan terlalu mengada-mengada.

Melalui siaran persnya, Selasa (21/1) Syamsul Fikri menjelaskan kedatangannya ke acara tersebut, yakni tak lain memenuhi undangan sahabat dan kerabat dekatnya yakni HM Husni Djibril sekaligus teman koalisi partainya dalam pemerintahan Husni-Mo, partai pemerintah yang masih berjalan hingga saat ini.

Politisi muda yang dikenal cukup vocal itu menegaskan bahwa tidak tidak ada gerakan massa baik skala besar maupun kecil dalam syukuran tersebut.

“Saya tidak habis pikir darimana mendapatkan informasi bahwa ada massa demokrat yang digerakkan secara besar-besaran di acara yang dihajadkan sebagai acara syukuran dan doa bersama dalam rangka pulangnya bupati sumbawa dari pengobatan di singapura, mungkin ada kader demokrat atau rakyat yang juga sebagai kader demokrat yang menghadiri acara syukuran memberikan doa terbaikknya atas kesembuhan bupati, yang jelas tidak ada pengalangan massa demokrat untuk hadir diacara tersebut,” terangnya.

Berita Terkait:  Enam Daerah Clear, Arah PDIP di Sumbawa Belum Jelas

Demikian juga terhadap kehadiran kepala Dinas dan SKPD dalam acara syukuran dan doa bersama tersebut. Menurut dia, itu sah-sah saja dan tidak ada masalah seorang bupati sebagai kepala daerah di jenguk oleh bawahannya dalam sebuah silaturrahim.

“Saya juga salut masyarakat yang datang dari berbagai kalangan yang ada di kabupaten sumbawa menyambut kepulangan bupatinya, itu membuktikan bahwa HM Husni Djibril sangat disayangi oleh masyarakatnya,” kata pria yang kerap dipanggil Fikri ini.

Dirinya sebagai ketua timses Husni-Mo yang hingga saat ini belum dibubarkan, merasa ikut bertanggung jawab didalam jalannya roda pemerintahan yang sedang berjalan saat ini. Karena koalisi pemerintahan PDI Perjuangan dan Demokrat harus dikawal hingga selesai.

Berita Terkait:  Doktor Zul Ucap Terimakasih kepada Seluruh Anggota DPRD NTB

“Kami tidak mau setengah-setengah untuk mengawal pemerintahan ini, pemerintahan ini harus berjalan dengan baik sampai selesai dibawah koalisi PDI P- Demokrat,” tegasnya lagi.

Sementara mengenai penafsiran bahwa ada yang mengatakan bahwa demokrat adalah anak emas bupati sumbawa, itu dinyatakannya tidak benar. Begitupun juga dengan lokasi diadakan acara syukuran doa dan berdzikir bersama itu, kenapa dilakukan di pendopo, hal yang sangat masuk akal jika dilakukan dirumah dinas sebagai kediaman bupati.

“Yang tidak masuk akal acara doa dan dzikir bersama numpang dirumah atau kediaman orang lain. Komentar boleh saja, tapi yang masuk dalam logika aja, kok sampai kediaman Bupati dipermasalahkan sebagai lokasi doa dan dzikir bersama, itu kan gak elok dan tidak ada larangan,” kata Fikri.

Demikian juga teman, sahabat, relawan dan masyarakat dari Alas barat hingga tarano yang telah memberikan sumbangsi atas terlaksananya kegiatan tersebut sehingga tanpa sepeserpun dana yang dikeluarkan oleh bupati di acara tersebut.

Berita Terkait:  Anggaran Terbatas, Hamja : Pemerintah Pusat Jangan PHP!

Dirinya selaku partai koalisi pemerintah Husni-Mo sangat bersyukur dan bangga atas kedatangan semuanya dalam rangka memberikan doa terbaik bagi kesembuhan Bupati sumbawa, yang saat ini kondisinya sangat sehat walafiat.

Sementara terkait dengan isu bahwa Husni Djibril lebih memilih partai lain ketimbang partai PDI P yang telah membesarkan namanya tersebut, menurut dia itu hal yang mustahil dan tidak masuk akal, menginggat setiap curhatannya ia selalu membanggakan partai PDI-P bahkan kebanggaanya terhadap sosok seorang ketua umum yakni Hj Megawati sebagai pimpinan tertinggi di PDIP.

“Hal yang tidak masuk akal jika seorang husni djibril ingin meninggalkan PDIP, semua masyarakat sumbawa tahu bahwa semua keturunan Husni Djibril adalah kader PDI P yang sangat militan sejak dulu hingga sekarang,” demikian Syamsul Fikri. (red)