Beranda POLITIK Survei MY Institute : Parpol Wajib Teliti Memilih Calon Bupati/Wabup Sumbawa

Survei MY Institute : Parpol Wajib Teliti Memilih Calon Bupati/Wabup Sumbawa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemilihan kepala daerah tahun 2020 di Kabupaten Sumbawa saat ini semakin dinamis. Ketika nama Husni Djibril dikabarkan tidak lagi akan maju sebagai calon Bupati Sumbawa, peta-peta politik semakin mengacak.

Sebelumnya, berdasarkan beberapa survei, Husni menjadi yang paling dominan pada kontestasi mendatang. Kini, para pesaingnya semakin menampakkan diri. Namun, pekerjaan rumah bagi partai politik untuk memilih siapa yang akan diusungnya belumlah usai.

Dari berbagai latar belakang para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, MY Institute tertarik untuk mensurvei tentang kombinasi jenis kelamin bakal calon yang nantinya akan bertarung di Pilkada 2020, penilaian masyarakat tentang asal daerah bakal calon dan penilaian berdasarkan usia bakal calon kepala daerah.

Yadi Satriadi selaku Peneliti MY Institute menjelaskan bahwa dia dan timnya melakukan survei sejak tanggal 3-13 Januari 2020 bertajuk “Kriteria Bakal Calon Kepala Daerah Idaman Masyarakat dalam Kontestasi Pilkada tahun 2020”.

Survei yang mereka lakukan menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error 2.6%, Tingkat Kepercayaan 95% sehingga mendapatkan 1200 responden yang tersebar di seluruh tingkatan kecamatan hingga desa/kelurahan.

Berita Terkait:  Sumbawa Didorong Jadi Daerah Layak Pemuda

Dalam penelitian MY Institute, kecenderungan masyarakat Sumbawa menginginkan Bupati dan Wakil Bupati berjenis kelamin laki-laki berpasangan dengan laki-laki. Kecenderungan ini berbanding lurus dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya di Sumbawa.

Angka pilihan tersebut cukup tinggi, yaitu mencapai 53,4%. Dilanjutkan dengan pasangan Bupati dan Wakil Bupati dari jenis kelamin laki-laki berpasangan dengan perempuan yaitu sejumlah 43%. Selisih antara kedua pilihan tersebut terhitung cukup jauh, yaitu mencapai 10%.

Sedangkan di urutan ketiga, sebanyak 2.5% masyarakat menilai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati berjenis kelamin perempuan dengan laki-laki. Di posisi terakhir, hanya 1.1% yang menginginkan pemimpinnya berpasangan antara perempuan dengan perempuan.

Urutan ketiga dan keempat tersebut cukuplah jauh dibandingkan urutan teratas, sehingga partai perlu memperhitungkan ketika ingin mengajukan pasangan-pasangan dengan kombinasi jenis kelamin tersebut.

Selain jenis kelamin, salah satu yang disorot dalam survei MY Institute adalah asal daerah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang nantinya akan bertarung di Pilkada 2020. Penilaian masyarakat terkait asal daerah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati perlu dinilai karena isu kedaerahan dapat dimainkan oleh pesaingnya ketika nanti masuk dalam gelanggang kontestasi.

Berita Terkait:  Pemda Diminta Tempatkan Kontainer Sampah di Kecamatan Empang

Dari hasil survei MY Institute, Yadi menyampaikan bahwa 78.2% masyarakat menginginkan pemimpinnya asli Sumbawa. Angka yang cukup tinggi untuk sebuah penolakan bakal calon yang bukan asli Sumbawa. Belum lagi 69.9% masyarakat menginginkan wakilnya harus asli Sumbawa. “Perlu ada kajian-kajian mendalam secara sosiologis untuk mengungkapkan ini,” terang Yadi melalui rilis yang diterima media ini, Kamis (16/1).

Selain dua latar belakang tersebut lanjutnya, MY Institute juga melihat penilaian masyarakat berdasarkan usia. Disadari atau tidak, munculnya beberapa Kepala Daerah berumur di bawah 45 tahun di beberapa tempat di Indonesia menjadi penilaian khusus masyarakat Sumbawa terkait calon pemimpin daerahnya kelak.

Menariknya, penilaian tersebut berbanding lurus dengan hasi survei. Di dapatkan 54.6% masyarakat menginginkan bahwa yang terpilih menjadi Bupati Sumbawa nanti rentang usianya 30-45 tahun, sedangkan 43.9% masyarakat menginginkan Bupati Sumbawa berusia 46-60 tahun, dan terakhir hanya 1.5% masyarakat menginginkan Bupati Sumbawa berusia 60 tahun ke atas.

Berita Terkait:  Johan Rosihan Kembali Telusuri Bima

“Pilihan ini sama halnya ketika dikaitkan dengan keinginan masyarakat terhadap rentang usia Wakil Bupati. Terdapat 56% masyarakat menginginkan Wakil Bupatinya juga masih enerjik dan bersemangat, yaitu di rentang usia 30-45 tahun, sedangkan 42.2% masyarakat Sumbawa menginginkan Wakil Bupatinya berusia 46-60 tahun dan yang terakhir hanya 1,8% masyarakat yang menginkan nantinya mereka dipimpin oleh wakil bupati berusia 60 tahun ke atas,” ungkap Yadi.

Lebih jauh dikatakannya, berdasarkan pemaparan tersebut, beberapa pertanyaan kemudian muncul terkait seberapa efektifkah ketiga aspek latar belakang tersebut dapat mempengaruhi keterpilihan kepala daerah di Kabupaten Sumbawa.

Saat ini MY Institute tengah melakukan kajian mendalam terkait peluang kemenangan kandidat kepala daerah berdasarkan tiga aspek kajian latar belakang tersebut. Aspek-aspek tersebut memiliki peranan yang siginifikan terhadap keterpilihan calon kepala daerah.

“Kini, pilihannya berada di tangan partai politik. Partai Politik melihat berbagai kriteria tersebut atau melihat kriteria lainnya,” demikian Yadi Satriadi. (red)