Beranda POLITIK Sumbawa Didorong Jadi Daerah Layak Pemuda

Sumbawa Didorong Jadi Daerah Layak Pemuda

BERBAGI
Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB), H MNS Kasdiono

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Dari 10 Kabupaten/Kota, 5 daerah diantaranya di dorong menjadi daerah layak pemuda di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Lima daerah itu meliputi, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima.

Menurut Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H MNS Kasdiono sudah saatnya provinsi nusa tenggara barat menjadi daerah layak pemuda.

Ia berharap, setidaknya ada beberapa daerah dilingkup NTB ini bisa ditetapkan sebagai daerah layak pemuda.

“Kalau memang tidak bisa semuanya, lima daerah saja dulu. Atau paling tidak di awal ini minimal bisa tiga daerah saja sudah bagus (daerah layak pemuda),” demikian dikatakan H MNS Kasdiono, Senin (11/3) di Mataram.

Adapun pertimbangan mengapa NTB, khususnya Kabupaten/Kota di dorong menjadi daerah layak pemuda.

Pertama kata poltisi Demokrat ini, bagaimanapun partisipasi pemuda ini harus digalakkan. Terlebih disaat ini adalah era pada satu masa bonus demografi.

Dalam bonus demografi yakni persentase terbesarnya adalah usia pemuda. Terlebih bonus demografi ada dua, yaitu bisa muncul secara produktif atau sebagai musibah bagi kita.

Berita Terkait:  Partai Gelora Dukung Nur-Salam

Sejauh ini berdasarkan kaca mata Haji Kas terkait peran Kabupaten/Kota dalam mendukung para pemuda dilihatnya sudah cukup bagus. Hanya saja, perlu dilakukan dorongan agar dapat melahirkan sebuah regulasi.

“Karena salah satu syarat untuk daerah layak pemuda itu, mereka harus punya regulasi tentang kepemudaan paling tidak Perda kepemudaan,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dan keseriusannya dalam mendorong daerah layak pemuda ini, rencananya Kasdiono akan menyambangi sejumlah kepala daerah di NTB.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini saya akan bersilahturahmi dengan Wali Kota Mataram dan beberapa kepala daerah lainnya termasuk dengan Bupati Sumbawa untuk membahas persoalan ini,” katanya.

Selain itu pula, adapun hal yang diharapkannya menjadi perhatian bersama. Yaitu soal Indesk Pembangunan Pemuda (IPP).

IPP Provinsi NTB saat ini terangnya berada posisi cukup buncit dan memprihatinkan yakni berada di urutan ke – 29 dari 34 provinsi yang ada di indonesia.

Ini kata dia, harus menjadi perhatian bersama bagaimana dilakukannya peningkatan paling tidak bisa berada diurutan tengah teratas.

Berita Terkait:  Gencar Silahturahmi, Rasyidi Maju di Pilkada 2020

“Kita diurutan ke 29. Nah, ini harus diperhatikan juga. Karena meningkatnya IPP juga mempengaruhi marwah daerah. Jadi sekarang bagaimana, terutama pihak terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan juga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bisa bisa lebih cekatan,” kata Kasdiono.

“Dinas Pemuda dan Olahraga harus berperan aktif mendorong dan mengalakkan sosialisasi dan KNPI (Kabupaten/Kota) jangan melempem terpaku pada dualisme ditingkat pusat. Mari kita berbicara bagaimana membangun pemuda di NTB,” imbuhnya.

Ia juga menyatakan bahwa program kepemudaan tersebar di 21 SKPD. Namun sayangnya dinilai Kasdiono SKPD terkait belum melakukan upaya maksimal dalam mengurus pemuda.

“Program ini tersebar di 21 SKPD, diantaranya dispora termasuk di dinas sosial. Jika semua SKPD serius mengurus pemuda, tidak akan ada pengangguran ditataran pemuda,” tegasnya.

Dijelaskannya, bahwa indikator/domain dari IPP ini meliputi kesehatan, pendidikan, lapangan kerja dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, gender dan diskriminasi.

Berita Terkait:  Aan Gaitan Fokus Persoalan Sampah di Sumbawa

Diantara indikator yang membuat molornya Provinsi NTB berada diurutan ke – 29 saat ini yaitu pengangguran terbuka masih harus fokus dan perlu diatasi.

Sementara dari sisi indikator kesehatan, pendidikan dan diskriminasi diyakininya pada kepemimpinan NTB saat ini bisa diatasi.

Berangkat dari semua itu, adapun pernyataan bangga yang ditujukannya kepada pihak DPRD NTB.

Dimana Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, NTB masuk lima besar di Indonesia yang melahirkan Perda Kepemudaan.

“Kita masuk lima besar. Nah, itu kita bangga dan bangga kepada DPR,” demikian H MNS Kasdiono.

Untuk diketahui, NTB yang kini memiliki Perda Kepemudaan adalah hasil buah karya yang diperjuangkan H MNS Kasdiono.

Sebelum ditetapkan menjadi perda pada rapat sidang paripurna beberapa waktu lalu, proses penetapa raperda menjadi perda tersebut cukup alot.

Kendati demikian, setelah melalui pembahasan dan kajian mendalam pada akhirnya raperda tersebut akhirnya diputuskan atau ditetapkan masuk menjadi Perda Provinsi NTB. (NM1)