Beranda POLITIK Sudah Saatnya Pulau Sumbawa Gunakan PLTU

Sudah Saatnya Pulau Sumbawa Gunakan PLTU

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Anggota Komisi IV DPRD NTB, Drs H Ruslan Turmuzi menyatakan bahwa kini sudah saatnya Pulau Sumbawa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Menurutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) condong ada di Pulau Sumbawa agar dialihkan ke PLTU seperti halnya di Pulau Lombok.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut disorotinya lantaran di Pulau Sumbawa kerap terjadi pemadaman seperti di Bima, Dompu dan lainnya.

Sejak beroperasinya PLTU Jeranjang-Lombok  Barat kata politisi PDI Perjuangan ini, sistem kelistrikan di Lombok surplus.

Maka dari itu, berkaca dari Pulau Lombok, ia menyarankan bahwa kini sudah saatnya PT. PLN membangun PLTU di sistem kelistrikan Bima dan Dompu.

Berita Terkait:  Ini Sikap Pemprov Soal Proyek Mangkrak!

Karena sebagaimana diketahui bersama, di daerah tersebut saat ini sedang devisit daya akibat beberapa mesin pembangkit yang sedang dalam tahap pemeliharaan.

“Saya kira kalau sudah selesai PLTU di Lombok, kita akan beralih ke Pulau Sumbawa. Sama halnya seperti kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji yang menyasar Lombok terlebih dahulu baru kemudian di Pulau Sumbawa,” kata Haji Ruslan, Senin 28 Januari 2019 di Mataram.

Untuk kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji ini lanjut politikus vocal asal partai berlambangkan banteng bermoncong putih itu, Pulau Lombok memang lebih dahulu dilaksanakan yaitu di tahun 2011 lalu.

Berita Terkait:  Ormas Pendukung 01 Diminta Keluarkan Instruksi untuk Jama’ahnya

Sementara di Pulau Sumbawa lanjutnya, program ini baru dimulai akhir tahun 2018 kemarin. Pola seperti ini yang kemungkinan dilaksanakan untuk pemenuhan kebutuhn energi di Provinsi NTB.

Lebih lanjut dikatakannya, sesuai dengan RPJMN bahwa yang terpenting yaitu sekitar 95 persen warga sudah menikmati listrik, dan cakupan elektrifikasi listrik ini akan terus meningkat setiap tahunnya.

“Yang perlu dipikirkan kedepan yaitu bagaimana pembangkit listrik ini yang tidak boros. Kalau di Pulau Sumbawa masih menggunakan diesel, mudahan kedepannya pakai uap dan energi baru terbarukan,” harapnya.

Setidaknya ada dua yang perlu dilakukan PLN dalam upaya menormalkan sistem kelistrikan di Bima dan Dompu yaitu merevitalisasi jaringan listrik yang ada di kawasan tersebut dan mengganti mesin pembangkit.

Berita Terkait:  Tuntaskan Amanah, Raihan Anwar Optimis Kembali Duduk di Udayana

Adapun terkait dengan munculnya gagasan perlunya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di NTB, hal itu dinilainya sah-sah saja untuk menjawab tantangan kebutuhan daya masa depan. Namun demikian, gagasan itu haruslah melalui kajian yang matang.

“Tapi untuk jangka menengah ini, PLTU saya kira sangat pas, pembangkit ini tidak menganggu dan ketersediaan batu bara juga mencukupi. Ini juga energi yang cukup murah. Kalau nuklir kan sebuah teknologi yang sangat mahal,” tutup Haji Ruslan Turmuzi. (NM1)