Beranda POLITIK Sudah Maksimal, PDIP Pertimbangkan Selly

Sudah Maksimal, PDIP Pertimbangkan Selly

BERBAGI

MATARAM — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Made Slamet mengungkapkan hasil evaluasi internal terkait pemilihan Walikota 2020 lalu. Dia mengklaim bahwa dalam pilwali kota mataram lalu, ada peningkatan yang cukup baik. Terutama soal peningkatan tambahan suara dukungan partai.

Meskipun, kata dia, harus diakui Hj Putu Selly Andayani yang berpasangan dengan TGH Abdul Manan (Selly-Manan) adalah jagoan mereka kalah pada Pilkada Serentak lalu. “Sekitar dua kali lipat (peningkatan/kenaikannya),” ujar kepada awak media, Rabu 17 Februari 2021 di Kota Mataram.

Disimpulkannya, bahwa dari capaian perolehan suara ini, mesin partai sudah bergerak atau bekerja maksimal dalam memenangkan paslon yang diusung. “Sudah bekerja dengan baik,” ujarnya. Saat ditanya lantas bagaimana dengan mesin koalisi? “Kalau itu ada timnya sendiri, kami fokus pada mesin partai kami,” imbuh Made.

Berita Terkait:  KPU Tetapkan Perolehan Kursi dan Caleg Terpilih Pemilu 2019

Dia menyatakan kantong-kantong suara PDIP di Kota Mataram, terjaga dengan baik. Dimana hampir semua menempatkan paslon yang diusung PDIP menang di TPS. “Hanya lima TPS yang tidak sesuai harapan,” ucapnya.

Keberhasilan mempertahankan kantong suara itu, dinilai tidak lepas pula dari daya tawar figur yang diusung PDIP. “Kami telah berupaya mencarikan figur yang terbaik, untuk ditawarkan pada warga kota,” kata Made.

Hanya saja, ada faktor lain yang membuat jagoan PDIP belum berhasil meraih hasil maksimal. “Biar hasil (analisa) itu kami simpan untuk merancang strategi berikutnya,” kata pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD NTB ini.

Berita Terkait:  Pasangan Selly-Manan Mencuat untuk Pilkada Mataram

Kembali disiunggung, berkaitan dengan klaim catatan positif ini, apakah DPC PDIP Mataram akan kembali mendorong Selly lagi di pilawalkot selanjutnya? Dia menjawab akan melihat kembali nantinya. “Nanti kita lihat, ada mekanismenya dalam mengusulkan calon,” ungkap Made.

Menurut dia, setiap figur ada era dan masanya. Oleh karenanya, respon masyarakat harus diuji lagi. Apakah nantinya akan dapat diterima atau sebaliknya. “Nanti kita akan lakukan survei, untuk melihat langkah apa yang perlu ditempuh,” kata Made.

Berita Terkait:  Momentum HAK, Dewan Tekankan Pengawasan "Pungli" Pelayanan Publik Ditingkatkan

Dalam lima tahun kedepan, PDIP Kota Mataram sendiri akan menempatkan diri sebagai oposisi yang kritis terhadap pemerintah Kota Mataram. “Kita akan kawal dan kritisi pemerintahan nanti (Mohan-Mujib),” demikian anggota Fraksi BONR di Udayana itu menambahkan. (red)