Beranda POLITIK Soal Sekda NTB, Chris Parangan : Salah Besar Bila Jabatan Sekda Bisa...

Soal Sekda NTB, Chris Parangan : Salah Besar Bila Jabatan Sekda Bisa di Kapling!

BERBAGI
Keterangan Foto : Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri dan Fungsionaris Pusat DPP Partai Golkar, Chris Parangan. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Pernyataan Ketua Partai Demokrat NTB Mahally Fikri di sebuah koran lokal yang menyebut jabatan sekda NTB harus dari pendukung Zul-Rohmi dianggap blunder oleh Fungsionaris Pusat DPP Partai Golkar, Chris Parangan.

Menurut Chris, Mahally tidak paham UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 khususnya yang mengatur tentang pengangkatan jabatan Sekda. Chris juga menyatakan jabatan sekda bukan jabatan politik.

“Salah besar bila jabatan sekda bisa di kapling-kapling, ini bukan jabatan politik tetapi jabatan karir, harusnya dia paham,” kata pria yang kerap disapa CP ini kepada awak media di Mataram, Selasa (15/10).

Berita Terkait:  Satukan Langkah, Kalangan Milenial Lunyuk Dukung "JR" ke Senayan!

Chris juga menegaskan bahwa Dr. Zul bukan gubernur Demokrat melainkan milik seluruh rakyat NTB. Ia tidak menapikan pasangan Zul-Rohmi di usung oleh Partai Demokrat tetapi bukan berarti jabatan sekda menjadi kekuasaan penuh partai pengusung.

“Ia benar Zul-Rohmi di usung oleh Partai Demokrat, tetapi bukan berarti semua jabatan strategis seperti sekda juga menjadi kaplingan partai, ini persepsi yang salah,” kata dia.

“Saat Pelantikan Sekda NTB definitif nanti dilakukan oleh Gubernur NTB yang bernama DR. H. Zulkieflimansyah, bukan Ketua Partai Demokrat NTB,” imbuh suami dari Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov NTB, Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si. ini.

Berita Terkait:  Besok, Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi di NTB

Seperti di ketahui lima orang calon Sekda mengikuti seleksi pemilihan jabatan tertinggi di jajaran birokrasi. Lima nama tersebut adalah Ridwansyah, Baiq Eva Nurcahyaningsih, Husnul Fauzi, Iswandi dan Lalu Gita Aryadi. (red)