Beranda POLITIK Soal Pembangunan STIP, Dewan Minta Dikaji Lebih Mendalam

Soal Pembangunan STIP, Dewan Minta Dikaji Lebih Mendalam

BERBAGI
Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Wirajaya

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Terkait adanya wacana Pemerintah Provinsi NTB bakal membangun Science Technologi Industry Park (STIP) sebagai pusat pengembangan Iptek dan Industri pada 2019 mendatang.

Pembangunan sarana dan prasarana agar STIP Banyumulek menjadi pusat pengembangan iptek dan industri yang bagus. Pemprov berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 milyar.

Rencananya Pemprov NTB membangun STIP Banyumulek, mendapat respon dari kalangan para wakil rakyat di DPRD NTB.

DPRD meminta kepada Pemprov untuk melakukan kajian lebih mendalam sebelum disampaikan ke pihak Dewan. Sebab, anggaran yang dibutuhkan terbilang cukup sangat besar.

Berita Terkait:  Gerindra Pastikan Arah Dukungan untuk Tujuh Pilkada NTB

“Anggaran itu besar (Rp 300 milyar, Red), maka sebelum itu menjadi program, kita minta penjelasan dari  Bapeda dulu,” kata Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya, Sabtu 3 November 2018 di Mataram.

Menurutnya dengan dilakukan pengkajian mendalam, diharapkan agar pemanfaatannya jelas untuk kepentingan masyarakat.

Sebab masih kata Wirajaya, sumber anggaran yang akan digunakan berasal dari uang rakyat. Sehingga setiap uang rakyat yang dikeluarkan harus dipastikan benar-benar untuk kepentingan rakyat.

“Kuta harus tahu, apa dampak dan manfaat acara langsung maupun tidak langsung dari keberadaan STIP itu, sehingga menjadi alasan kami DPRD harus setuju. Kalau menurutnya pandangan kami itu menjadi prioritaskan, kenapa tidak  kami setuju,” tutur politisi Partai Gerindra ini.

Berita Terkait:  HBK Minta Gerindra Bima Bekerja Serius untuk Rakyat

Lebih jauh diungkapkannya, apabila program tersebut pemanfaatan masih kurang, maka ia menyarankan lebih baik ditunda. Karena saat ini, kondisi daerah pasca bencana gempa bumi, program rehabrekons menjadi skala prioritas utama.

“Kalau banyak program yang lebih urgen, maka kami akan minta dipending dulu. Lebih  baik kita prioritaskan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca becana,” demikian Lalu Wirajaya. (NM1)