Beranda POLITIK Soal Keputusan MK, Kusnaini : Insya Allah Menang Telak!

Soal Keputusan MK, Kusnaini : Insya Allah Menang Telak!

BERBAGI
Ketua Tim Advokasi dan Hukum Mo-Novi, Kusnaini, SH

MATARAM — Setelah melalui proses yang cukup panjang, tidak lama lagi Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang putusan terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumbawa.

Ketua Umum Tim Pemenangan Mo-Novi-Sambirang Ahmadi.

Kepada NUSRAMEDIA pada Selasa (16/3), Kusnaini, SH selaku salah satu anggota Tim Kuasa Hukum H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) di MK mengatakan, sesuai jadwal sidang putusan MK akan dilaksanakan pada Kamis 18 Maret 2021.

Diungkapkannya ada beberapa tahapan yang dilalui sebelum mencapai agenda sidang putusan. Antara lain, sebut Kusnaini, sidang pembacaan gugatan. Kemudian pembacaan jawaban dari termohon/KPU pihak terkait Mo-Novi dan keterangan dari Bawaslu.

Termasuk, kata pengacara muda asal Sumbawa yang namanya kini sedang naik daun tersebut, terlaksananya sidang pemeriksaan saksi-saksi dan ahli. “Tinggal sidang putusannya (MK) pada Kamis tanggal 18 Maret 2021,” kata Kusnaini.

“(Keputusan MK) sekitar pukul 09.00 WIB. Jadi keputusan ini bersifat final and binding (final dan mengikat),” imbuh pria yang juga Ketua Tim Hukum dan Advokasi Mo-Novi ini.

Apabila melihat seluruh proses yang dilalui, kata Kus akrabnya pria ini disapa, ia meyakini Mo-Novi akan menang dan optimis seluruh gugatan pemohon (Jarot-Mokhlis) ditolak.

“Insya Allah kita menang telak. Dan kami juga optimis seluruh gugatan pemohon ditolak. Ini berdasarkan fakta persidangan, keterangan pihak, keterangan saksi-saksi. Pemohon tidak bisa membuktikan dalil pemohonannya,” tegasnya.

Menanggapi marak beredarnya isu bahwa akan terjadi pemilihan suara ulang (PSU), dia menyarankan agar semua pihak tetap bersabar serta menunggu keputusan resmi dari MK.

Oleh karenanya, ia mengajak semua pihak agar apapun keputusan MK dapat dihormati bersama. “Tunggu saja putusan MK. Kita semua harus tunduk dan menghormati putusan tersebut,” demikian kata Kusnaini sembari tersenyum.

Berita Terkait:  Rachmat Hidayat : PDIP Butuhkan Gerakan Muda di NTB

DIYAKINI 99% MO-NOVI MENANG DI MK

Diberitakan sebelumnya, tujuh kabupaten/kota dilingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat telah usai melaksanakan Pilkada Serentak 2020 lalu. Hanya saja, beberapa daerah tersandung persoalan sengketa Pilkada hingga harus berujung pada persidangan.

Salah satunya, yaitu Pilkada Kabupaten Sumbawa. Hal inipun sempat berproses di Bawaslu Provinsi NTB beberapa waktu lalu. Dimana paslon nomor 5 yaitu Jarot-Mokhlis menduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh Mo-Novi (paslon nomor 4) saat itu.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Bawaslu NTB menegaskan, bahwa paslon Mo-Novi tidak terbukti melakukan pelanggaran bersifat Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Hal itu diungkapkan pihak Bawaslu NTB pada agenda akhir, yakni hasil keputusan persidangan.

Dimana tidak ada satupun dalil dari pihak Jarot-Mokhlis mampu membuktikan Mo-Novi telah melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Pilkada Sumbawa beberapa waktu lalu. Meski hasil keputusan persidangan telah dimantapkan Bawaslu, nampaknya pihak Jarot-Mokhlis tidak berhenti sampai disitu saja.

Justru, paslon dari nomor urut 5 itu lebih memilih melanjutkan proses serupa ditingkat selanjutnya. Yaitu di Mahkamah Konstitusi (MK). Hingga saat ini, proses di MK pun masih berlangsung. Pertarungan antara Jarot-Mokhlis dan Mo-Novi terbilang cukup panjang. Karena harus berujung pada persidangan ditingkat MK.

Kepada wartawan beberapa waktu lalu, Ketua Umum Tim Pemenangan Mo-Novi, Sambirang Ahmadi juga tak menampik bahwa hingga saat ini prosesnya masih berlangsung di MK. “Alhamdulillah, ini sudah mau masuk jadwal sidang pembuktian (di MK) hari rabu besok (Tanggal 24/2/2021),” ujarnya.

Berita Terkait:  PKS Tarik Diri, Ini Tanggapan PDI Perjuangan 

Menurut politisi muda asal PKS itu, pihaknya telah menghadirkan saksi fakta dan saksi ahli di persidangan pembuktian ini. “Untuk saksi fakta maksimal tiga (orang). Kemudian saksi ahli satu orang. Kalau saksi fakta, sudah kami berangkatkan kemari ke Jakarta,” ungkap Sambirang.

Jika merujuk pada jadwal di MK, kata dia, maka setelah usai sidang pembuktian pada Rabu (24/2) ini, maka tahapan selanjutnya adalah tinggal pengumuman keputusan saja oleh Hakim di MK. “Kalau selesai besok tanggal 24 (Februari 2021), berarti tinggal pengumuman keputusan saja. Insya Allah, saya sangat yakin atau istilahnya Haqqul Yaqin bahwa Mo-Novi akan menang di MK,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD NTB ini.

Pernyataan yang diungkapkan oleh Sambirang Ahmadi bukan tanpa alasan. Ia mengaku telah mempelajari dan terus menyimak proses di MK hingga saat ini. Menurut dia, persoalan yang dicuatkan oleh pihak Jarot-Mokhlis di MK, dinilainya sama saja dengan di Bawaslu beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Pimpinan Fraksi PKS NTB itu tak menampik bahwa saja ada perbedaan sedikit materi yang dicuatkan di MK. “Saya memang bukan orang hukum, tapi saya membaca dalil pemohon (pihak paslon nomor 5) itu, sama dan sebangun dengan dalil pada saat sidang gugatan diskualifikasi di Bawaslu NTB. Hanya yang beda itu, di petitumnya. Petitum di Bawaslu (NTB) itu, meminta di diskualifikasi (Mo-Novi) karena ada dugaan TSM,” ujar Sambirang.

Berita Terkait:  Warga Binaan Lapas Sumbawa Gunakan Hak Pilihnya

“Sedang petitum di MK, ada PSU (pemilihan suara ulang) di beberapa TPS, yang diduga oleh dia (pihak paslon nomor 5) ada pelanggaran. Ini kan (bagaimana)? Dan pelanggaran yang diduga oleh dia (pihak jarot-mokhlis) sama saja dugaan pelanggaran di Bawaslu. Setelah saya pelajari, ya hampir sama-lah. Hanya ada di rubah sedikit-sedikit karena di MK,” imbuhnya.

Berangkat dari pola itu, Sambirang mengaku pihaknya sangat optimis bahwa Mo-Novi mampu memenangkan pertarungan ditingkat MK ini. “Jadi kalau saya sih, ya mohon maaf, ini bukan mendahului. Ini kan kewenangan hakim. Kalau menurut saya, Insya Allah lah (Mo-Novi menang), tapi kita nggak tahu keyakinan hakim seperti apa,” tuturnya.

Ketika ditanyai apakah ada manfaat hasil keputusan Bawaslu di MK? “Oh iya dong, sangat bermanfaat. Karena nanti, hakim pasti kembali bertanya kepada Bawaslu, ketika ini dibilang ada pelanggaran, kewenangan memeriksa pelanggaran kan Bawaslu. Nah, kalau Bawaslu misalnya sudah periksa, tidak ada yang terlewatkan ya tentu, itu sangat positif buat kami,” jawabnya.

“Istilahnya itu, Insya Allah, 99% kami yakin Mo-Novi ini akan menang. Dan gugatan mereka (Jarot-Mokhlis) akan ditolak MK. Jadi satu persen (1%) nya itu ada di keyakinan hakim,” tambahnya sembari menegaskan bahwa jika mengikuti jadwal MK, maka pada Maret 2021 ini sudah tuntas. Pasalnya semua yang berproses ditargetkan tuntas paling telat pada Maret ini. (red)