Beranda POLITIK SJP dan JR Bakal Melaju ke DPR-RI 

SJP dan JR Bakal Melaju ke DPR-RI 

BERBAGI
Keterangan Foto : (Mulai dari Kiri) Caleg DPR RI asal Partai Keadilan Sejahtera Dapil NTB II Pulau Lombok, Suryadi Jaya Purnama (SJP) dan Dapil NTB I Pulau Sumbawa, H Johan Rosihan (JR) dan Ketua DPW PKS NTB, H Abdul Hadi. (Foto Desain : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Dua Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Suryadi Jaya Purnama (SJP) dan Johan Rosihan (JR) nampaknya semakin kuat diprediksikan bakal melaju ke DPR-RI.

Sebagaimana diketahui bersama, SJP sendiri adalah Caleg DPR-RI dari Dapil NTB II Pulau Lombok. Sedangkan JR merupakan Caleg DPR-RI dari Dapil NTB I Pulau Sumbawa.

“Berdasarkan hasil perolehan data (Form C1) sementara kita (PKS NTB) ada dapat gambaran baik untuk DPR-RI. Insya Allah, untuk Sumbawa (Dapil NTB 1) Johan Rosihan dan Lombok (Dapil NTB II) ada Suryadi Jaya Purnama. Insya Allah,” ungkap Ketua DPW PKS NTB, H Abdul Hadi kepada media ini melalui via telepon, Senin (22/4).

Berita Terkait:  Zul-Rohmi Dinilai Serius Nahkodai NTB jadi Daerah Gemilang

Menurutnya, raihan suara PKS untuk DPR RI berdasarkan data dikedua dapil hingga saat ini terus berproses mengalami pergerakkan pada posisi pertama dan kedua.

Seperti di Dapil NTB I Pulau Sumbawa kata Abdul Hadi, pergerakkan masih menunjukkan naik turunnya (persaingan) perolehan suara antara Caleg Gerindra dan PAN.

Begitupun pada Dapil NTB II Pulau Lombok, yang saat ini trend masih menunjukkan pergerakkan PKS, Gerindra dan Golkar raihan peringkat pertama dan kedua.

“Masih terus berproses (Entry Data C1) langsung terpusat di DPW PKS NTB. Walaupun begitu kita tetap saja masih harus menunggu hasil real count nya,” kata Abdul Hadi yang juga Wakil Ketua DPRD NTB ini.

Berita Terkait:  Mo-Novi Berpeluang Besar Dapat SK Rekomendasi DPP PKS

Untuk diketahui, bahwa dalam proses atau tahapan ini, pihaknya melibatkan sekitar 500an orang untuk melakukan pengentrian data.

Selain tim entry data, pihaknya juga melibatkan tim saksi pada seluruh tingkatan dalam hal perhitungan suara.

“Jadi intinya, ini masih bersifat sementara. Kalau masalah pergerakkan berdasarkan data kami ya itu tadi. Tapi tetap saja kita harus sabar menunggu hasil resminya (real count),” demikian Abdul Hadi. (NM1)