Beranda POLITIK Ridwan Hidayat : Mari Gentleman, PSU Kan Saja!, Haji Asaat : Mengada-ada!

Ridwan Hidayat : Mari Gentleman, PSU Kan Saja!, Haji Asaat : Mengada-ada!

BERBAGI

SOAL SENGKETA PILKADA SUMBAWA

MATARAM — Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada Sumbawa saat ini paling dinanti. Khususnya bagi warga di Kabupaten Sumbawa, NTB umumnya. Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat akhirnya angkat suara soal sengketa Pilkada Sumbawa 2020 yang masih disidangkan pihak MK.

Diketahui bersama, Gerindra sendiri adalah salah satu partai politik pengusung dari pasangan H Syarafuddin Jarot dan H Mokhlis (Jarot-Mokhlis). Pihak Jarot-Mokhlis melakukan gugatan hasil Pilkada Sumbawa ditingkat MK kepada pasangan H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi).

Dimana Jarot-Mokhlis meminta agar dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) dibeberapa titik wilayah Kabupaten Sumbawa. Oleh karenanya, guna menghindari gejolak ditengah masyarkat, Ketua DPD Gerindra NTB mendorong agar putusan MK dilakukan PSU.

Menurut Ridwan Hidayat, hal ini juga untuk memperkuat legitimasi bupati dan wakil bupati sumbawa. Sehingga, tidak lagi muncul pertanyaan di masyarakat. “Pasti akan menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Mari kita gentleman, kita PSU kan saja,” kata dia, Senin (8/3) kemarin di Kantor DPRD NTB.

Berita Terkait:  Pembahasan Tekhnis Komisi Ditiadakan, F-PPP DPRD NTB : Ini Sungguh Kedunguan yang Nyata!

Terkait syarat PSU, Ridwan Hidayat menegaskan, bahwa versi pihaknya sudah sangat memenuhi persyaratan untuk dilakukan pemungutan suara ulang. Hanya saja, dia berharap MK dalam mengambil keputusan secara arif. “Sekarang kita harapkan kearifan terhadap dari pengambil keputusan, ya dorong saja ke PSU. Supaya kita lihat hasil akhirnya,” tegasnya.

Dia menegaskan, bahwa apapun keputusan MK terkait sengketa Pilkada Sumbawa harus diterima bersama-sama. “Siapapun yang dimenangkan, kita harus terima agar tidak ada lagi perdebatan. Kalau selarang (keputusan) ini dipaksakan antara A dan B ini menang, pasti akan menimbulkan pertanyaan,” tuturnya sembari mengaku yakin akan dilakukan PSU. “Sudahlah, siapapun yang jadi (Bupati/Wabup Sumbawa) itukan pilihan masyarakat,” ucapnya lagi.

Berita Terkait:  Makmur-Ahda Jabarkan Mataram Mentereng di Debat Publik

Sementara itu, H Asaat Abdullah selaku Dewan Penasehat Tim Pemenangan Mo-Novi langsung menyambar pernyataan dari Ketua DPD Gerindra NTB tersebut. Menurut politisi Partai NasDem itu, sudah tidak ada hal yang perlu di komunikasikan lagi. Terlebih pihak Bawaslu NTB, kata dia, telah menegaskan secara transparan terkait hasil sidang di Bawaslu terkait dugaan pelanggaran TSM yang dilakukan Mo-Novi.

Dimana Bawaslu NTB saat itu, lanjut pria yang kerap disapa Haji Saat ini, dengan tegas telah menolak seluruh permohonan dari pemohon yakni Jarot-Mokhlis soal dugaan TSM. Oleh karenanya, Haji Saat menilai pernyataan Ketua Gerindra NTB meminta PSU tersebut terkesan mengada-ada.

“Kalau menurut kami, sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Karena bawaslu sudah jelas menegaskan tidak ada pelanggaran TSM yang dilakukan oleh Mo-Novi. Nah, sementara kalau masalah tuntutannya dia kampung bugis, seketeng, maupun brangbiji kan ndak ada gejolak disana. Semua saksi juga tanda tangan. Jadi terkesan mengada-ada. (Termasuk permintaan PSU) mengada-ada itu!. Tapi kalau itu yang terjelek (keputusan MK dilakukan PSU) itu, ya kami juga siap karena itu tuntutan,” tegasnya, Selasa (9/3) di Mataram.

Berita Terkait:  DPRD NTB Ajak Masyarakat Doakan Korban Penembakan di Selandia Baru

Pria yang juga menjabat sebagai Pimpinan Fraksi NasDem di DPRD NTB itu menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak MK. Apapun keputusan MK, kata dia, pihaknya siap akan melaksanakannya. “Kita taat azas lah. Apapun keputusan MK, siap kita laksanakan. Kalau saya tetap yakin, Insya Allah haqul yakin tidak ada (PSU),” kata Haji Asaat sembari mengajak semua pihak bersama berdoa mudah-mudahan tidak ada PSU. (red)