Beranda POLITIK Resmi Dilantik, PPK se-Kabupaten Sumbawa Diingatkan Selalu Solid

Resmi Dilantik, PPK se-Kabupaten Sumbawa Diingatkan Selalu Solid

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa resmi melantik 120 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sabtu (29/2) di Aula Hotel Sernu, Sumbawa.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, M. Wildan M.Pd, yang disaksikan 4 komisioner KPU Sumbawa lainnya, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU NTB, Zuriati SP Asisten I Asisten I Setda Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd, Komisioner Bawaslu Sumbawa serta sejumlah perwakilan OPD dan FKPD di lingkungan Pemkab Sumbawa.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Sumbawa, M. Wildan M.Pd mengatakan, dalam melakukan perekrutan PPK pihaknya sangat menjunjung tinggi objektivitas dan professional dalam bekerja. Karenanya, setelah melalui proses yang begitu panjang dan selektif, maka anggota PPK terpilih adalah orang-orang terbaik.

Berita Terkait:  TGB Ajak Masyarakat Sumbawa Menangkan Mo-Novi

Diungkapkannya, posisi PPK saat ini masih berbadan adhoc. Sehingga masa kerja dalam pemilu berdasarkan SK yang ditandatangani dan menurut PKPU tentang tahapan hanya selama 9 bulan, yaitu sejak bulan Maret hingga Oktober 2020. Tugas dari PPK sendiri nantinya akan membantu KPU Sumbawa dalam berbagai tahapan di Pilkada Sumbawa.

“Ada beberapa hal yang menjadi landasan kita bekerja sebagai penyelenggara. Satu tentu kita berpedoman kepada undang-undang dasar, kepada undang undang yang berpedoman tentang Pemilu atau pemilihan. Yang kedua kita harus berpedoman kepada kode etik kita, dalam hal ini yang dikeluarkan oleh DKPP nomor 2 tahun 2017. Tentu kita juga berpedoman terhadap sumpah janji dan yang keempat berpedoman kepada fakta integritas,” jelas Wildan.

Berita Terkait:  Pilkada Loteng, Gerindra Sayangkan Mundurnya Ferdian Elmansyah

Sementara Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU NTB, Zuriati SP mengingatkan kepada seluruh anggota PPK yang dilantik untuk tetap solid dan tidak terpecah-pecah nantinya.

“Teman-teman mulai tidak solid ketika mulai ditentukan ketua PPK. Pemikiran kita bagaimana menjadi penyelenggara yang baik, menjadi penyelenggara pemilihan yang dibebankan amanah. Ada amanah yang dibebankan kepada kita, yang menjadi harapan seluruh masyarakat Sumbawa. Sehingga proses Pilkada ini bisa berlangsung sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap agar anggota PPK sering melakukan diskusi, bertukar pikiran dan bertukar pandangan. Sehingga jika menemukan persoalan dapat dipecahkan secara bersama-sama.

“Lima orang PPK di setiap kecamatan nantinya tentu akan didukung oleh tim sekretariat di tingkat kecamatan. Jadilah tim yang super solid, jangan menjadi superman tetapi jadilah super tim. Tidak mungkin satu orang menyelesaikan seluruh tahapan dengan baik. Makanya teman teman itu ada berlima. Nanti kalau misanya teman teman sudah dibagi tugas per wilayah, tolong diperhatikan, jangan egois. Pembagian tugas kewilayahan pada PPK itu dalam rangka mempermudah komunikasi dengan jajaran di tingkat PPS. Tujannya agar seleuruh tahapan penyelengaraan di tingkat kecamatan tersebut bisa berjalan dengan baik. Jadi misalnya di desa A, bukan hanya dia saja yang bertanggung jawab. Perlu teman-teman semunya diskusikan, rembuk, cari solusi terbaik apa langkah yang memang harus dilakukak,” tambahnya. (red) 

Berita Terkait:  Target Pileg 2019, Nurdin Marjuni : Tujuh Kursi Harga Mati!