Beranda POLITIK Relawan TGB for Jokowi di NTB Siap Menangkan Paslon 01

Relawan TGB for Jokowi di NTB Siap Menangkan Paslon 01

BERBAGI
Keterangan Foto : (Kiri) Ketua Relawan TGB for Jokowi di NTB, H MNS Kasdiono. (Tengah) Tuan Guru Bajang - TGKH M Zainul Majdi. (Kanan) Raden Nuna Ketua Tim Pemenangan wilayah Lombok Utara.

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Relawan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) nomor urut 01, H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin di Nusa Tenggara Barat terus bermunculan.

Kini giliran Relawan Tuang Guru Bajang (TGB – Mantan Gubernur NTB, M Zainul Majdi) for Jokowi di NTB hadir dan menyatakan kesiapan memenangkan Jokowi-Amin.

“Kami sudah melakukan konsolidasi dan menyampaikan hal yang perlu disampaikan ke masyarakat terkait ‘hoax’yang tertuju kepada pak jokowi selama ini,” kata Ketua Relawan TGB for Jokowi di NTB, H MNS Kasdiono, Kamis (4/4) di Mataram.

Pria yang akrab disapa Haji Kas ini menuturkan, pihaknya hingga saat ini terus bergerak kesetiap daerah seperti Lotim, Lobar, Loteng, KLU, termasuk Kota Mataram. Begitupun para relawan lainnya yang ada di Pulau Sumbawa.

“Jadi kita ingin masyarakat tahu sebuah kebenaran, bahwa (hoax) yang tertuju kepada pak jokowi itu salah. Untuk itu kita luruskan,” terang Haji Kas.

Menurut Kasdiono yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB ini, penyampaian yang diberikan oleh pihaknya kepada masyarakat sangat diterima baik.

Berita Terkait:  Pilkada Sumbawa, Haji Sa’at : Masih Tanya Diri Sendiri, Lihat Faktor Kesehatan Juga!

Terkait apa yang belum tertuntaskan yang dilakukan Jokowi di NTB (rehab rekon), menurutnya adalah hal yang wajar sebagai seorang manusia, terlebih menangani soal bencana.

Sebab, persoalan bencana tidak hanya terjadi di NTB, melainkan juga terjadi di daerah atau provinsi lainnya, sehingga Jokowi sebagai presiden tentunya harus bersikap adil memberikan perhatian nyata kepada rakyatnya.

Karena untuk menuntaskan suatu persoalan juga membutuhkan waktu. “Yang belum tuntas ya wajar, karena beliau juga manusia perlu waktu. Semua (persoalan) tidak semudah membalikkan telapak tangan,” tuturnya.

“TGB juga dulu gitu. Sepeti pembangunan Islamic Center (IC) kan diperiode selanjutnya (tertuntaskan). Dari segi perhatian dan perbuatan nyata pak jokowi sudah kita ketahui bersama seperti apa dan bagaimana dengan daerah dan masyarakat kita selama ini, beliau sangat perhatian dan sudah berbuat nyata,” kata Haji Kas menambahkan.

Adapun hal penting yang disampaikan olehnya, yakni dalam momentum pemilu. Menurutnya Pilpres ini adalah ujian keimanan dan persaudaraan.

Berita Terkait:  NTB Gemilang Diyakini Terwujud

Jangan lantas kata dia, hanya berbeda pilihan lalu saling menjelekkan satu sama lainnya sehingga membuat situasi dan kondisi tidak kondusif.

Dengan prilaku itu dinilainya salah. Karena pemilu ini adalah pesta demokrasi yang mana satu sama lain harus saling menghargai.

“Jangan sampai hanya gara-gara beda pilihan lantas persaudaraan yang dikorbankan, jangan seperti itulah. Pilihan boleh beda, tapi ingat persaudaraan yang lebih utama,” ingatnya.

Kembali ditegaskannya, bahwa pihaknya menargetkan kemenangan Jokowi di NTB berkisar dari 50 hingga 60 persen.

Kehadiran pihaknya sendiri lanjutnya, hanya melakukan penguatan bagi relawan lainnya yang telah bergerak selama ini.

“Kehadiran (Relawan TGB for Jokowi di NTB) kami untuk memperkuat relawan lain yang sudah bergerak, sehingga apa yang kita harapkan bersama terlealisasi untuk kemenangan pak Jokowi di NTB,” jelas Haji Kas.

Lebih jauh, Kasdiono juga mengungkapkan alasan dirinya terlibat dalam hal ini, yaitu mengikuti jejak atau petunjuk dari sang guru (TGB).

Berita Terkait:  Ormas Pendukung 01 Diminta Keluarkan Instruksi untuk Jama’ahnya

Karena sebelumnya, dirinya juga mengaku sempat mencari berbagai kebenaran informasi yang sempat mencuat tertuju kepada Jokowi (HOAX).

Lantaran dinilai begitu dekat dengan Jokowi, akhirnya ia mencoba bertanya kepada TGB terkait informasi yang marak beredar tersebut.

Setelah mendapat jabaran dari sang guru akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti jejak TGB, karena semua informasi yang sempat beredar tak jelas akan juntrungannya itu semuanya adalah murni ‘HOAX’.

“Jadi saya mau terlibat dalam hal ini alasannya mengikuti guru saja. Siapa lagi yang kita dengar kalau bukan beliau, karena TGB adalah guru saya dan tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mengikuti guru saya,” ujarnya.

“Dan ternyata setelah saya mendengar langsung semuanya dari beliau (TGB) tentang informasi-informasi yang tertuju kepada pak jokowi sempat beredar itu adalah bohong, itu hoax semua. Intinya saya terlibat disini karena mengikuti jejak dan petunjuk dari guru saya dan saya lebih percaya dengan guru saya, udah itu saja,” demikian H MNS Kasdiono. (NM1)