Beranda POLITIK Program Kesehatan Mo-Novi : Tingkatkan Insentif Nakes hingga Sediakan Ambulance Desa

Program Kesehatan Mo-Novi : Tingkatkan Insentif Nakes hingga Sediakan Ambulance Desa

BERBAGI

SUMBAWA SEHAT DAN CERDAS

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa nomor urut 4, Drs. H. Mahmud Abdullah – Dewi Noviany S.Pd., M.Pd (Mo-Novi) memberikan perhatian serius pada pembangunan bidang kesehatan. Karena disadarinya bahwa kesehatan menjadi salah satu hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi.

Dalam agenda kerjanya yaitu mewujudkan Sumbawa sehat dan cerdas, Mo—Novi akan menuntaskan relokasi RSUD Sumbawa. Dikatakan Haji Mo selaku Calon Bupati, Kabupaten Sumbawa mulai melakukan relokasi RSUD sejak tahun 2017 lalu. Hal ini disebabkan RSUD yang ada sudah tidak layak dan mencukupi untuk layanan kesehatan masyarakat. Direncanakan pembangunan RSUD akan dilanjutkan pada masa RPJMD 2021-2025.

“Kami akan melanjutkan relokasi pembangunan RSUD Sumbawa hingga benar-benar tuntas, dan masyarakat bisa memanfaatkannya,” ujar Haji Mo.

Kemudian pihaknya akan memperkuat mutu dan fungsi pelayanan dasar dan rujukan dengan pola pengelolaan keuangan BLUD (PPK BLUD). Menurutnya, kualitas pelayanan publik bidang kesehatan merupakan implementasi pencapaian SPM bidang kesehatan dengan menguatkan fungsi pelayanan dasar dan rujukan memastikan peningkatan kapasitas BLUD. Dalam mendukung kualitas pelayanan ini, tentunya berkaitan dengan pemberi pelayanan yakni tenaga kesehatan.

Berita Terkait:  Diprediksi Pertarungan Pilkada Sumbawa Bakal Seru Penuh Gengsi Politik

Dalam merangsang semangat pelayanan, Mo—Novi berencana memberikan instentif bagi tenaga kesehatan di pelayanan dasar (Puskesmas, Pustu, Polindes, Kader Posyandu) sebesar Rp 10 milyar per tahun. Dijelaskan Haji Mo, tenaga kesehatan di pelayanan dasar merupakan garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, baik dalam pelayanan perseorangan maupun pelayanan masyarakat. Karena itu kesejahteraan sangat penting dalam mendorong Nakes dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan yang selama ini kurang mendapat perhatian khususnya para honorer terkait kesejahteraan yang berjumlah 1403 orang.

“Pemberian insentif akan berdampak terhadap legalitas Nakes berupa SK Tugas yang selama ini sebagian besar tidak memiliki,” jelasnya.

Berita Terkait:  Perhatian Pempus Jangan Kendor!

Ditambahkan Novi – Calon Wakil Bupati Sumbawa, program menarik lainnya dalam mewujudkan Sumbawa sehat dan cerdas yaitu menyediakan satu ambulance untuk masing-masing desa. Karena ketersediaan sarana penunjang sangat menentukan keberhasilan dari program meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Tidak berjalannya program Desa Siaga salah satu kendala adalah ketersediaan mobil ambulan yang selama ini tidak ada di desa. Sehingga menggunakan angkutan milik warga yang disewa. Itupun tidak semua desa mampu. Karena itu satu desa satu ambulan merupakan program yang tepat dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta meningkatkan angka harapan hidup masyarakat.

Melihat kondisi sekarang ini, Mo-Novi juga memberikan perhatian serius terhadap percepatan penurunan angka stunting, wasting dan gizi buruk. Angka stunting Kabupaten Sumbawa mencapai 31,43 % (berdasarkan RISKESDAS 2018).

Karenanya perlu dilakukan ikhtiar bersama untuk melakukan penurunan angka stunting dengan cara penguatan konvergensi 8 aksi serta berpihak pada pemberdayaan kader posyandu, PAUD dan BKB serta puskesmas atau pelayanan dasar. Di samping pemberian tambahan makanan, tablet tambah darah dan pola gizi seimbang.

Berita Terkait:  Kampanye di Sumbawa, Wiranto : Jokowi Paling Mengerti Hati Rakyat Kecil

Di bagian lain agenda kerja Sumbawa sehat dan cerdas yang digulirkan Mo—Novi, ada program pemberian beasiswa bagi tenaga kesehatan ke jenjang S-1. Diungkapkan Novi, berdasarkan Permenkes No. 26 tahun 2019 implemetasi dari UU Keperawatan No. 38 tahun 2014 dan UU Kebidanan No. 4 tahun 2019, bahwa tenaga kesehatan (perawat dan Bidan) yang bekerja di pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit minimal pendidikan sarjana plus profesi, guna memberikan mutu pelayanan serta meningkatkan kompetensi Nakes.

“Saat ini jumlah tenaga kesehatan (perawat dan Bidan) yang pendidikan D3 adalah 1.802 dari total Nakes 2.394, untuk menuntaskannya, pemberian beasiswa bagi para Nakes ke jenjang S-1 adalah solusi yang relevan,” pungkasnya. (red)