Beranda HEADLINE PKS Tarik Diri, Ini Tanggapan PDI Perjuangan 

PKS Tarik Diri, Ini Tanggapan PDI Perjuangan 

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Pihak DPD PDI Perjuangan NTB nampaknya sangat bijak menyikapi dinamika politik, khususnya di Kabupaten Sumbawa pada momen Pilkada ini.

Berkaitan dengan pernyataan PKS yang menarik diri untuk berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Sumbawa, akhirnya Sekretaris PDIP NTB, H Lalu Budi Suryata angkat bicara menanggapi hal tersebut.

“Hangatnya suasana politik di Kabupaten Sumbawa dalam rangka mengusung calon yang akan berlaga di Pilkada 2020, saya pikir merupakan dinamika yang harus kita hargai dan hormati sebagai bentuk sebuah keniscayaan,” tuturnya kepada NUSRAMEDIA, Sabtu malam (29/2) di Mataram.

“Kemudian terkait dengan pernyataan (menarik diri) PKS melalui Ketua TPPD PKS Sumbawa (Sambirang Ahmadi), saya sebagai Sekretaris DPD PDIP NTB sangat menghargai dan menghormati pandangan politik yang telah disampaikan oleh Kader PKS tersebut. Saya juga sependapat, bahwa kondusifitas daerah persaudaraan jauh lebih penting dari jabatan politik,” imbuh Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (BPNR) DPRD NTB itu.

Menurut dia, apa yang telah diputuskan oleh PKS itu tentunya sudah melalui berbagai kajian mendalam dan matang. Bahkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa tak menampik bahwa proses politik di Pilkada Sumbawa sangat dinamis.

“Sekali lagi, intinya kami menghargai dan menghormati keputusan itu. Dan menurut saya apa yang di putuskan itu juga sudah melalui pertimbangan yang matang dan kami pahami proses politik tersebut sangat dinamis,” kata pria yang kerap disapa Haji Budi ini.

Berita Terkait:  Penderita HIV/AIDS di NTB Capai 2.021 Orang

Disisi lain Anggota DPRD NTB jebolan Dapil Sumbawa-KSB itu juga mengungkapkan terkait keputusan DPP PDIP terhadap Pilkada Sumbawa. Dimana kata dia, hingga saat ini semuanya masih berproses.

“Masih berproses, dan kami sudah berkomitmen sebagai kader partai untuk sesuai dengan apa yang disampaikan Ketua DPD PDIP NTB yaitu H Rachmat Hidayat SH untuk tegak lurus dan tunduk taat apapun keputusan DPP Partai,” ucap Budi Suryata.

“Jika keputusan sudah di buat oleh DPP Partai, maka tidak ada lagi argumentasi dan perdebatan terhadap keputusan tersebut. Melainkan tegak lurus dan tunduk taat kepada keputusan partai. Sekali lagi politik sangat dinamis, sehingga diperlukan kedewasaan politik untuk memahami dan mencermati keputusan politik. Mari kita jaga persahabatan dan silaturrahim, jangan sampai terkoyak karena urusan politik,” tambahnya mengajak semua pihak untuk bijak menyikapi dinamika politik, khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa berkaitan dengan persoalan yang sempat ada sebelumnya, Budi Suryata menegaskan semua para pihak DPD, termasuk Kader gaek PDIP NTB yaitu H Husni Djibril yang kini masih menjabat sebagai Bupati Sumbawa telah dipanggil oleh DPP PDIP untuk dimintai keterangannya.

Berita Terkait:  Polda NTB Bakal Tindak Penimbun dan Penjual Masker Harga Tinggi 

“Jadi para pihak sudah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh DPP, termasuk Haji Husni. Saat ini kita tinggal menunggu keputusan DPP partai. Saya berharap semua pihak dapat menerima dengan ikhlas apapun keputusan DPP. Karena itulah keputusan terbaik bagi Sumbawa, dan sekali lagi saya berharap seluruh kader partai untuk tetap solid bergerak di jalan ideologi partai kita,” demikian Sekretaris DPD PDIP NTB sembari meminta kepada seluruh jajaran partai, baik anak ranting partai hingga DPD untuk tetap solid bergerak demi kejayaan PDI Perjuangan.

===PKS MENARIK DIRI===

Untuk diketahui, sebagaimana diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) PKS Sumbawa, Sambirang Ahmadi menegaskan bahwa PKS menarik diri untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Itu bukan tanpa alasan. PKS nampaknya lebih melihat dinamika politik dari berbagai sisi dan beberapa pertimbangan matang. “PKS mencermati dinamika yang mengarah ke konflik berpotensi menggangu kondusifitas daerah,” ujarnya belum lama ini.

“Kondisi senap semu nyaman nyawe (kondisi sejuk, tenang dan damai) jauh lebih penting dari segalanya. Karenanya kegiatan politik harus benar-benar dibuat “maras” (asik) untuk semua orang,” imbuhnya.

Berita Terkait:  PHBN Empang Tunjuk “JR” Baca Teks Proklamasi

Menurut dia, politik lebihnya pada momen Pilkada harus dimaknai sebagai kontestasi gagasan atau pesta demokrasi yang mendewasakan masyarakat.

Karena itu lanjutnya, meskipun politik boleh dinamis tapi harus dalam kerangka pencerahan dan pendidikan politik yang elegan, santun, dan beradab.

“Layaknya olahraga, sportifitas dalam politik harus dijunjung tinggi. Dan persoalan menarik diri ini perlu diketahui, bukan kehendak TPPD tapi ini dasar dari TPPW (Tim Pemenangan Pilkada Wilayah),” ucap Sambirang yang juga merupakan Anggota DPRD NTB ini.

“Persaudaraan dan persahabatan jauh lebih penting dijaga ketimbang membuat keresahan dan perdebatan masyarakat yang tidak produktif. Karena itu, PKS sangat menghormati proses dan mekanisme organisasi semua partai termasuk PDIP. Jadi kami tidak mau tokoh-tokoh PDIP ribut karena keterlibatan PKS dalam koalisi,” tambahnya.

Ditegaskan Sekretaris Fraksi PKS DPRD NTB itu dengan atau tanpa PDIP, PKS akan tetap berlaga di Pilkada Kabupaten Sumbawa.

“Jadi kami, Insya Allah sama sekali tidak tergantung dengan PDIP. Jika bisa kami satu perahu, Alhamdulillah. Jika tidak, kami sangat menghormatinya. Mari kita arungi samudera politik ini dengan bijak,” tutup pria yang kerap disapa Ustadz Sambirang ini. (red)