Beranda POLITIK NUSA untuk Lombok Utara 2024

NUSA untuk Lombok Utara 2024

BERBAGI

LOMBOK UTARA — Perhelatan Pilkada 2024 terbilang masih cukup lama. Namun satu persatu putra/i terbaik daerah mulai bermunculan.

Bahkan yang paling hangat dibicarakan saat ini, adalah kehadiran dua sosok putra terbaik daerah untuk Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Mereka adalah Raden Nuna Abriadi-Sudirsah Sujanto atau kerap disebut pasangan NUSA. Diketahui, keduanya juga merupakan wakil rakyat di Udayana.

Tak bisa ditampik, suasana Pilkada 2020 beberapa yang lalu masih hangat dibenak kita. Calon Bupati yang sama kembali bertarung untuk menduduki kursi Bupati.

Najmul Akhyar – Suardi (NADI) berhadapan head to head dengan pasangan Djohan Samsu – Danny Carter F (JODA).

JODA keluar sebagai pemenang pada Pilkada 2020 lalu. Dimana pada Pilkada 2015 pasangan Djohan Samsu – Mariadi (JADI) berhasil dikalahkan Najmul Akhyar yang berpasangan dengan Syarif (NASA).

Kedua sosok Djohan dan Najmul sama-sama sudah saling mengalahkan meski mereka sempat bersama 2000-2015.

Suasana dan hal sangat berbeda pastinya akan dirasakan oleh masyarakat KLU nanti pada tahun 2024.

Berita Terkait:  Ganggu Estetika, Sejumlah APK Bakal Ditertibkan

Yang mana Djohan tidak lagi maju. Kendati mungkin Najmul maju lagi, namun diprediksikan tidak sekuat sebelumnya.

“Saya memprediksi masyarakat KLU rindu akan sosok bupati baru di tahun 2024 mendatang,” kata Direktur Eksekutif PRESISI (Prediksi Survei dan Statistik Indonesia), Darwan Samurdja, Senin (28/6).

“Sebab kedua sosok (Djohan – Najmul) sudah diberikan kesempatan dan masyarakat tentu sudah merasakan kepemimpinan keduanya,” imbuhnya melalui rilis yang diterima media ini.

Pilkada KLU 2024 sangat menarik untuk diulas lanjut peneliti muda yang akrab disapa DS ini. Karena, ada banyak sosok potensial dengan beragam farian potensi yang dimiliki masing-masing sosok.

“Sosok baru dari kalangan politisi ada Raden Nuna, Sudirsah, Mariadi, Danny Carter, Sri Pradianty Fajar Marta, Sayarif selain Najmu Akhyar,” sebutnya.

“Sedangkan dari kalangan birokrat ada Hermanto, Raden Nurjati, Bahrudin, Doktor Zaky non struktural dan Literatif,” tambahnya lagi.

Tak hanya itu, lanjut DS, kemudian dari kalangan pengusaha juga ada Datu Suaminya Sri Pradiyanti, Samsul Aziz, Ahmad Rifai dan DR. Syukri dari kalangan Akedemisi.

Berita Terkait:  Jarot-Mokhlis Prioritaskan dan Perjuangkan SK Honorer di Sumbawa

Dari semua sosok yang ada, masih kata dia, pasangan yang cukup potensial dinilainya adalah Raden Nuna – Sudirsah (NUSA) atau Raden Nuna – Danny Kemudian Mariadi – Doktor Zaky atau Mariadi – Sri dan Najmul – Syukri atau Najmul – Raden Nurjati

“Dari pasangan tersebut yang paling potensial adalah pasangan Nuna-Sudirsah (NUSA) diikuti oleh Mariadi – Doktor Zaky serta pasangan Najmul, entah sama siapa jika dipasangkan,” kata DS.

Hal itu bukan tanpa alasan, Raden Nuna selain dua kali menjadi Ketua Tim dan selalu menggulingkan petahana yaitu saat pasangan NASA dan JODA.

Sosok Nuna juga sangat lama berkecimpung di politik. Dimatakan DS, terekam dia pernah menjadi Anggota DPRD Lombok Barat 2 periode, Anggota DPRD KLU 1 Periode dan Anggota DPRD Provinsi saat ini.

Selain itu, Nuna merupakan Ketua Partai yang berkuasa saat ini yaitu PDI Perjuangan di KLU. Selain basis yang kuat di Tanjung dan Bayan, mesin partai dinilai DS juga sangat solid.

Berita Terkait:  KPK dan KPU NTB Gelar Bimtek LHKPN bagi Parpol

Sedangkan Sudirsah juga tidak kalah potensial sebagai wakil, pasalnya dia juga menjadi sekretaris Ketua Tim berjalan seirama dengan Raden Nuna menumbangkan petahana (saat NASA dan JODA).

Sudirsah dinilai DS, sangat berperan penting dan utama dalam setiap Pilkada. Bahkan sangat diperhitungkan dan selalu berhasil.

Selain itu, lanjutnya, Sudirsah sangat berpengalaman di politik, terbukti saat ini dia menjadi Ketua Gerindra KLU.

Bahkan saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB dan punya basis yang kuat di segmen Budha dan Hindu.

Disisi lain, menurut DS, Sudirsah juga memiliki nama baik di pemilih muslim serta mesin partai Gerindra yang solid.

“Jika kedua sosok ini berpasangan nanti, saya pikir keduanya sangat potensial. Sebab selain nama baik dan popularitas yang bagus, mesin Gerindra dan PDIP sama-sama solid,” tutup DS. (red)