Beranda POLITIK Mari Sambut Pemimpin Baru Sumbawa dengan Jiwa Besar dan Hati Lapang

Mari Sambut Pemimpin Baru Sumbawa dengan Jiwa Besar dan Hati Lapang

BERBAGI

SUMBAWA — Ketua Umum Tim Pemenangan H Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi)-Sambirang Ahmadi menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses Pilkada Sumbawa telah usai. Dimana Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan Mo-Novi sebagai pemenangnya. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh masyarakat Sumbawa agar dapat menyambut pemimpin baru dengan semangat kebersamaan tanpa ada perbedaan.

“Seluruh rangkaian proses Pilkada telah selesai. MK telah memutuskan Mo-Novi sebagai pemenangnya. Mari sambut pemimpin baru Sumbawa dengan jiwa besar dan hati yang lapang,” ajak Sambirang Ahmadi, Jum’at (19/3).

Menurut dia event politik selalu menguras energi dan emosi. Termasuk dalam membela jagoan masing-masing. Namun, kata Sambirang, itulah yang terjadi di Pilkada Sumbawa. Betapa tidak, mulai dari promosi paslon ke publik, penjaringan parpol, pendaftaran, pelaksanaan, sidang dugaan pelanggaran di Bawaslu, hingga perselisihan hasil di MK. “Manuver demi manuver tersajikan. Begitulah politik, ibarat mendayung dilautan lepas, riak dan gelombang selalu ada sepanjang kapal belum berlabuh,” katanya.

Disisi lain, tak lupa juga ia berterimakasih kepada partai politik dan seluruh masyarakat Sumbawa yang telah sabar mempertotonkan kedewasaan dalam berdemokrasi. “Selamat untuk Mo-Novi. Semoga tetap sabar dan rendah hati menerima dan mengelola perbedaan. Jadilah pemimpin untuk semua masyarakat Sumbawa,” ucap Pimpinan Fraksi PKS DPRD NTB ini.

Berita Terkait:  Jelang Masa Tenang, Bawaslu Sumbawa Lakukan Patroli Pengawasan

“Terimakasih kepada seluruh parpol pengusung, pendukung, relawan, simpatisan dan pemilih Mo-Novi atas kekompakan, kesabaran dan kesetiaannya. Terimakasih juga untuk seluruh masyarakat Sumbawa atas sportifitas demokrasinya. Mari jaga kedamaian, stabilitas, keamanan dan ketertiban sosial,” imbuh wakil rakyat di Udayana jebolan asal Dapil Sumbawa-KSB tersebut.

Lebih jauh, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD NTB itu mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah dalam mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama, yakni Sumbawa Gemilang. Mengingat saat ini ditengah masa pandemi, Sambirang juga mengajak semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) COVID19. “Tetaplah patuhi protokol COVID19. Salam gemilang untuk kita semua,” katanya sembari berharap agar tuhan memudahkan segala urusan semuanya.

Diberitakan sebelumnya, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya tiba keputusan hasil sidang MK terkait sengketa Pilkada Sumbawa. Dimana Majelis MK menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh pemohon Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Jarot-Mokhlis. “Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua Majelis Hakim MK Anwar Usman dalam sidang pengucapan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis sore (18/3) tadi.

Berita Terkait:  Pilpres 2019, PAS Ditargetkan Menang 75 Persen

Setelah melakukan pemeriksaan, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi tidak mendapatkan bukti dan fakta yang meyakinkan telah terjadi pengurangan suara pemohon dengan cara surat suara dinyatakan tidak sah di sejumlah TPS seperti yang didalilkan pemohon.

Dalam Pembacaan putusan perkara 110/PHP.BUP-XIX/2021 Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Sumbawa tahun 2020. Maka, merujuk UU nomor 24 tahun 2003 tentang MK dan seterusnya, amar putusan, mengadili, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait. “Dalam pokok perkara, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya. Demkian diputuskan dalam rapat permusyawaratan hakim oleh 9 hakim konstitusi,” tegas Anwar.

Dalam siaran YouTube MK, para hakim Konstitusi terlihat tidak mendapatkan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan terhadap adanya pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sumbawa sebagaimana yang didalilkan oleh pihak pemohon.

Selain itu, lanjut Anwar, berapa dalil-dalil pihak pemohon yang dianggap tidak beralasan hukum seperti pemohon yang mendalilkan keterlibatan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Sumbawa yang berpihak kepada pasangan calon nomor urut 4 yakni Mo-Novi melalui penyaluran program-program bantuan sosial kepada masyarakat Sumbawa yang anggarannya bersumber dari APBD.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Diharap Lakukan Trobosan

“Terhadap dalil pemohon atas keberpihakan Gubernur NTB melalui penyaluran bantuan sosial berupa ternak sapi, ternak ayam, dan mesin hand tractor, dan kursi. Mahkamah menemukan fakta hukum bukan merupakan hal yang salah secara hukum. Tapi bantuan sosial itu merupakan kewajiban pemerintah daerah kepada masyarakat selama tidak merugikan pihak lain,” jelas hakim anggota MK, Saldi Irsa saat membacakan pertimbangan majlis hakim.

Begitu juga dalil pemohon atas penyaluran Bansos di kecamatan Labangka dan Moyo Hilir, menurut majelis hakim konstitusi tidak serta merta hal itu dikatakan sebagai praktik poltik uang. Oleh karenanya, jika dianggap berpengaruh. Namun dalil pemohon tidak menguraikan lebih lanjut.

Bahkan hasil rekapitulasi suara disejumlah tempat pemungutan suara pemenangnya bukan nomor urut 4 saja dan itu sudah dicatat Bawaslu. “Mahkamah berpendapat keputusan Bawaslu sudah sesuai, maka dalil pemohon di atas tidak beralasan atas hukum,” demikian Anwar Usman. (red)