Beranda POLITIK KPU Sumbawa Mulai Coklit Data Pemilih Pilkada 2020

KPU Sumbawa Mulai Coklit Data Pemilih Pilkada 2020

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — KPU Kabupaten Sumbawa mulai melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2020, dari 15 Juli hingga 13 Agustus mendatang. Tahapan Coklit ini akan dilakukan oleh 1.010 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang sudah dibentuk, di bawah koordinasi Panitia Pemungutas Suara (PPS) di tingkat Desa/Kelurahan.

PPDP sendiri merupakan ujung tombak KPU dalam melakukan pemutakhiran dan pendaftaran pemilih. Tugasnya melayani hak konstitusional warga negara dalam menggunakan hak pilihnya

“Coklit merupakan kegiatan yang dilakukan oleh PPDP yang bertemu pemilih secara langsung dari rumah ke rumah (door to door) berdasarkan perbaikan dari RT/RW dan tambahan Pemilih. Untuk data pemilih yang akan di Coklit oleh PPDP berdasarkan Form A-KWK (Daftar pemilih) berjumlah 371.527 yang tersebar di seluruh desa wilayah Kabupaten Sumbawa,” ujar Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sumbawa, Muhammad Ali, S.IP, Rabu (15/7).

Berita Terkait:  Besar Peluang Nurdin Ranggabarani Didukung Demokrat

Disebutkannya, adapun syarat untuk menjadi pemilih yaitu masyarakat Sumbawa yang genap berusia 17 tahun atau lebih pada hari pemungutan suara atau sudah/pernah kawin, tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya, tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, berdomisili di daerah pemilihan yang dibuktikan dengan KTP eL/Suket yang diterbitkan oleh Dukcapil Sumbawa dan tidak sedang menjadi anggotaTNI/POLRI.

“Dalam menjamin pelaksanaan tugas PPDP, KPU Sumbawa mendistribusi logistik Coklit dan APD Protokol Covid-19 di 24 kecamatan untuk 165 desa. Tentu dengan berbagai tantangan geografis terjauh dan tersulit, kesulitan jaringan telekomunikasi dan sarana prasarana jalan transportasi rusak yang menantang adrenalin kami bekerja. Sehingga kami KPU Sumbawa saat ini hingga selesai Pilkada Sumbawa 2020 sangat membutuhkan mobil bahkan realisitisnya kami berpikir transportasi udara pun jika ada, untuk kami menjangkau kecamatan dan desa yang terpencil dan terjauh untuk menjamin distribusi tepat waktu dan mudah. Apalagi nanti hadapi tahapan pungut hitung hari pencoblosan tanggal 9 Desember mendatang,” jelasnya.

Berita Terkait:  Soal Pembubaran PT. DMB, DPRD Sumbawa Bakal Konsultasi ke Provinsi dan Kemenkumham

Adapun alat kerja PPDP yang distribusikan seperti Dokumen A-KWK hingga AA. 3-KWK, panduan buku Kerja, ballpoint. Sedangkan untuk APD Covid-19 seperti sarung tangan, face shield, masker, topi, bad PPDP hingga Tas penyimpanan Dokumen. Kelengkapan ini diberikan dalam rangka menjamin PPDP bekerja profesional dan kerja sehat dalam mengunjungi pemillih.

“Kami juga mengharapkan kerjasama Partisipatif Masyarakat ketika PPDP berkunjung, agar KTP eL/Suket di siapkan, jika tidak ada KTP eL/suket bisa sediakan KK. Karena PPDP bekerja harus menjamin terlaksananya teknis dengan prinsip Mendatangi, Meminta, Mencentang, Mencoret, Memperbaiki, Mencatat, Memberikan dan Menempel (8 M). Prinsip tersebut, agar kiranya kita sama-sama ikhtiar menyelesaikan masalah DPT dari hulu hingga hilir yang selama ini selalu memunculkan data-data spekulatif (untung-untungan). Coklit ini tetap pada visi “DPT Bersih” sehingga Kami juga mengharapkan Bawaslu memastikan kerja PPDP kami di bawah, langsung berikan saran perbaikan dilapangan. Agar setiap permasalahan daftar pemilih bisa diselesaikan oleh siapa yang mengerjakannya di lapangan dan siapa yang mengawasi dilapangan, agar tidak ada DPTHP berkepanjangan,” demikian Ali. (red) 

Berita Terkait:  Rapat Paripurna DPRD NTB ke-II Ditunda, Alasannya..?