Beranda POLITIK Irigasi Tiu Kulit Rusak, BWS NT I Diminta Segera Atasi

Irigasi Tiu Kulit Rusak, BWS NT I Diminta Segera Atasi

BERBAGI
Keterangan Foto : Nampak saluran irigasi Bendungan Tiu Kulit, Kecamatan Maronge tepatnya bagian menuju Desa Brangkolong mengalami kerusakan parah.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Saluran irigasi Bendungan Tiu Kulit, Kecamatan Maronge tepatnya bagian menuju Desa Brangkolong mengalami kerusakan parah.

Sehingga Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) I diminta untuk segera menindak lanjuti hal tersebut. Demikian disampaikan Anggota DPRD Sumbawa, Rosihan SE kepada media ini, Senin pagi (18/2).

“Berdasarkan tinjauan ke lapangan beberapa hari yang lalu, saya melihat ada beberapa bagian saluran induk yang butuh segera di lakukan pemeliharaan oleh pihak BWS NT 1, terutama jalur kanan saluran yang menuju Desa Barangkolong terlihat ada kerusakan besar,” ujarnya.

Berita Terkait:  Selly-Manan Bentuk Ghostbusters Squad Mataram 

Akibat kerusakan tersebut, terangnya, petani di wilayah setempat merasa dirugikan karena sudah beberapa tahun ini sudah tidak ada pemeliharaan terhadap saluran irigasi Bendungan Tiu Kulit.

Selain itu, berdasarkan keluhan petani, untuk mendapatkan air dari bendungan, petani secara swadaya harus menggunakan terpal untuk menyambunga saluran agar air dapat lancar tersalurkan hingga area persawahan mereka.

“Lalu dimana bentuk tanggung jawab pihak BWS NT 1 dalam melakukan pemeliharaan saluran maupun sodetan yang ada dalam bendungan maupun yang ada dalam saluran. Lalu kemana biaya pemeliharaan bendungan yang setiap tahun dianggarkan oleh pihak BWS NT 1 selama ini,” tanya Rosihan.

Berita Terkait:  Bangun Daerah dan Sejahterakan Masyarakat, Inilah Lima Konsep Besar Mo-Novi

Terhadap hal ini, putra asli Maronge itu meminta agar  pihak BWS NT 1 segera turun ke lokasi  untuk melakukan peninjauan lapangan secara menyeluruh terhadap saluran bendungan tersebut.

Selain untuk mendengar keluhan masyarakat di Kecamatan Maronge lanjut Rosihan yang juga Sekretaris Fraksi Bintang Keadilan DPRD Sumbawa, ini juga merupakan menjadi kewajiban pihak BWS NT I untuk melakukan hal tersebut.

“Jangan hanya pihak BWS NT 1 baru turun ke lapangan ketika masyarakat melakukan aksi demonstrasi baru hal tersebut dilakukan. Tidak ada alasan keterbatasan anggaran dari pihak BWS NT 1, seharusnya bendungan-bendyngan yang sudah lama berdiri harus tetap dilakukan pemeliharaan setiap tahunnya. Karena bendungan yg baru saja mereka masih bisa lakukan,” tegas Rosihan.

Berita Terkait:  Mantapkan Barisan, DPC Partai Gerindra Sumbawa Gelar Rakor

“Jangan korbankan bendungan yang lama, sementara membangun bendungan yang baru saja bisa. Dan hal ini harapkan agar pihak BWS NT 1 untuk segera mensikapi hal ini, demi rasa keadilan bagi masyarakat petani yang ada di daerah Kecamatan Maronge,” tambahnya. (NM3)