Beranda POLITIK Husni Djibril Lebih Pilih Istirahat dari pada Khianati Partai 

Husni Djibril Lebih Pilih Istirahat dari pada Khianati Partai 

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kader senior PDI Perjuangan Nusa Tenggara Barat, HM Husni Djibril mengaku legowo dan tunduk terhadap keputusan/perintah partai terkait pencalonan dirinya di Pilkada Sumbawa 2020.

Partai, bagi pria yang kini masih menjabat sebagai Bupati Sumbawa itu, adalah segalanya. Ia juga menyatakan sangat peduli dengan keberlanjutan kader partai yang akan menggantikannya kelak di pilkada-pilkada berikutnya.

Penegasan tersebut diungkapkannya, apabila partai yang membesarkannya itu (PDIP) tidak merekomendasikan dirinya untuk kembali maju pada kontestasi Pilkada tahun ini.

Maka dari itu, menurut orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa itu keputusan/perintah partai dalam mengusung atau tidak dirinya pada Pilkada ini diyakininya adalah yang terbaik.

“Karena saya (berfikir) bukan hanya sekedar menang, tapi yang amat penting adalah keberlanjutan (partai/kader partai). Itulah semangat yang saya miliki,” ujarnya kepada NUSRAMEDIA, Rabu (19/2).

Kembali ditegaskan Husni Djibril, ia tidak akan maju pada Pilkada Sumbawa 2020 jika tidak di dukung oleh PDI Perjuangan. Menurut dia PDIP adalah partai yang telah membesarkan namanya.

Berita Terkait:  Ketua TPPD PKS Sumbawa : Atmosfirnya Masih Sama, Konsisten Mo-Novi

Seandainya ada partai lain yang mendukungnya maju, tanpa kehadiran dukungan dari PDI Perjuangan, dia bersi keras menyatakan tidak akan maju.

Bahkan secara tegas ia tidak ingin berkhianat pada partai yang membesarkannya. “Saya tidak akan berkhianat dengan partai saya sendiri dan yang membesarkan saya,” kata Husni Djibril.

“Karena tentu langkah yang tepat, saya tidak akan maju dan lebih baik beristirahat saja,” imbuh mantan Sekretaris DPD PDIP NTB itu.

Disinggung mengenai maraknya isu bahwa ia telah menerima SK rekomendasi dari pihak DPP. Husni mengungkapkan, bahwa hingga saat ini ia belum menerima rekomendasi dari DPP.

Isu itupun ditepisnya secara tegas. “Belum ada rekom ataupun SK partai (Dari DPP PDI Perjuangan yang dikantongi),” demikian HM Husni Djibril.

Berita Terkait:  Raih Nomor Urut 2, Nur-Salam : Angka Favorit Lambang Kemenangan

Sementara itu, H Lalu Budi Suryata selaku Sekretaris DPD PDIP NTB juga angkat bicara mengenai berhembusnya kabar terkait SK/Rekomendasi DPP telah didapat oleh Husni Djibril.

Menurut dia, khusus di Sumbawa hingga saat ini semuanya masih berproses. “Itu tidak benar. Untuk Kabupaten Sumbawa masih berproses. Saat ini pengumuman penetapan untuk tahap pertama,” tegasnya.

“Masi ada tahapan kedua dan ketiga pada akhir bulan Maret pengumuman penetapan untuk tahap ketiga,” imbuh mantan Ketua DPRD Sumbawa tersebut.

Dijelaskannya, dari tujuh kabupaten/kota pada tahap pertama ini yang sudah final baru Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Untuk tahap pertama yang sudah final NTB adalah Kota Mataram (Pasangan Selly-Manan). Kemudian di KSB adalah Firin-Fud. Ini masuk dalam daftar 48 kabupaten/kota yang akan diumumkan hari ini oleh DPP PDI Perjuangan,” paparnya.

“Nah, yang lain menyusul termasuk Kabupaten Sumbawa. Jadi kita tunggu saja. Karena semuanga sedang berproses sesuai mekanisme,” tambah pria yang kerap disapa Haji Budi ini.

Berita Terkait:  Nur-Salam Optimis Menang

Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (BPNR) DPRD NTB itu juga menegaskan bahwa mekanisme penetapan calon kepala daerah telah ditetapkan agendanya oleh DPP PDI Perjuangan melalui tiga tahapan penenetpan.

Setelah itu kata dia, baru akan diumumkan ke publik dengan harapan dapat diketahui oleh seluruh kader/simpatisan, khususnya masyarakat Sumbawa, sehingga mendapatkan informasi yang jelas.

HL Budi Suryata meminta kepada masyarakat, khususnya para kader agar tidak mudah percaya dengan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dalam menyebarkan informasi yang tak jelas juntrungannya.

“Dengan informasi ini diharapkan seluruh kader partai tegak lurus menjalankan instruksi dan keputusan partai, sehingga semua berada dalam satu tamak barisan memenangkan Pilkada 2020 dengan aman tertib dan jurdil (jujur dan adil),” tutup Anggota DPRD NTB jebolan Dapil Sumbawa-KSB ini. (red)