Beranda POLITIK Hj Rahmah : Pemerintah Pusat Harus Adil

Hj Rahmah : Pemerintah Pusat Harus Adil

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Belum habis rasanya bencana gempa yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal serupa bahkan lebih ekstreme terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), yakni gempa dan tsunami.

Dalam kejadian di Palu-Donggala itu, seribuan lebih jiwa harus meninggal dunia. Belum lagi, warga yang mengalami luka-luka, dan harus mengungsi.

Parahnya lagi, gedung/bangunan termasuk rumah warga habis terluluh lantakkan akibat guncangan hebat gempa dan terjangan tsunami.

Jika menilik dampak dari bencana tersebut, hal yang sama dan duka yang sama juga lebih dulu dirasakan oleh warga di Bumi NTB.

Berita Terkait:  Strategi Masrun Wujudkan Loteng Mendunia

Dimana warga yang menjadi korban gempa di NTB, masih mengalami traumatic yang cukup mendalam. Bahkan sebagian warga, masih harus rela tinggal dipengungsian.

Hal itu dikarenakan, rumah atau tempat tinggal mereka habis hancur dan roboh akibat guncangan hebat gempa yang melanda NTB bertubi-tubi beberapa waktu lalu.

Tentunya dalam kejadian yang melanda beberapa daerah di Indonesia ini, akan menjadi perhatian pemerintah pusat. Bisa dikatakan persoalan perhatian sudah pasti akan terbagi.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi V DPRD NTB, Hj Rahmah HM meminta kepada pemerintah pusat agar tidak mengabaikan korban bencana di NTB.

Berita Terkait:  Penghujung 2018! JR Sambangi Masyarakat Labuhan Bua-Desa Pukat dan Beri Voter Education

Menurutnya, apa yang sudah dijanjikan pemerintah baik dana maupun bantuan lainnya untuk korban gempa Lombok-Sumbawa harus tetap direalisasikan. Termasuk dari segi penanganan maupun perhatian agar tidak kendor.

“Masalah terbagi (perhatian) itu sudah pasti. Tapi tentu kita harapkan pemerintah pusat tidak mengabaikan korban gempa disini (Lombok-Sumbawa, NTB),” ujar Anggota DPRD NTB jebolan asal Dapil 5 Sumbawa-KSB ini.

“Intinya, pemerintah pusat harus memperlakukan NTB atau Sulteng (korban bencana) sama dan secara adil,” demikian politisi dari Partai Hanura ini menambahkan. (NM1)

Berita Terkait:  Hari Pertama, Kesalahan Input Data Warnai Pleno Kabupaten Sumbawa