Beranda POLITIK Enam Parpol Bakal Borong Pimpinan AKD DPRD NTB

Enam Parpol Bakal Borong Pimpinan AKD DPRD NTB

BERBAGI
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Nusa Tenggara Barat, HL Hadrian Irfani. ( Foto Desain : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Sejumlah partai politik nampaknya tengah bersepakat untuk berkoalisi memborong seluruh pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD NTB.

Demikian dikatakan Ketua DPW PKB H. Lalu Hadrian Irfani, Rabu (9/10) di Mataram. Menurut dia, enam partai politik (parpol) itu terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, PKS, PPP, Demokrat dan PKB.

“Kesepakatan ini kita ambil bukan lagi berbicara antar fraksi, tapi sudah hasil musyawarah antar pimpinan parpol,” ujar Lalu Hadrian Irfani.

Koalisi bersama ini tanpa mengikutkan tiga fraksi lain yang terdiri dari beberapa parpol. Di antaranya Fraksi Partai NasDem, Fraksi PAN yang di dalamnya termasuk Partai Berkarya, dan Fraksi Gabungan Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (FBPNR), terdiri dari PBB, PDIP, dan Hanura.

Berita Terkait:  Minat? Buruan Daftar..! Ini Jumlah Sementara Pendaftar KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota

“Sebetulnya kami sudah mencoba mengundang untuk berkomunikasi, tapi sampai koalisi terbentuk rupanya tidak mendapat respon,” tutur pria yang kerap disapa Hadrian tersebut.

Hadrian menegaskan, koalisi enam parpol tersebut tidak akan berubah hingga pemilihan dan penetapan AKD yang menurut rencana akan disahkan di dalam sidang paripurna DPRD NTB, Jumat (11/10) besok. “Mudahan bisa solid sampai pemilihan,” ucapnya.

Kendati demikian, Ketua Fraksi PKB di DPRD NTB tidak menampik jika ada perdebatan dalam penyusunan AKD bersama mitra koalisi. Terutama terkait komposisi yang nantinya akan ditempatkan di masing-masing komisi dan badan.

Berita Terkait:  NR : Sumbawa Harus Cepat Berlari untuk Lebih Baik

“Memang ada perdebatan tapi setelah kita bermusyawarah masing-masing menerima. Karena, untuk penyusunan pimpinan AKD ditentukan berdasarkan perolehan kursi dan suara di masing-masing parpol,” ungkapnya.

“Misalkan Golkar lebih banyak itu wajar dan semua menerima karena dari sisi kursi dan suara mereka lebih banyak. Kalau kita mau minta kan juga tidak elok karena kita sadar diri, tapi sekedar bocoran PKB dapat Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda),” tambahnya lagi.

Saat ditanyai apakah koalisi akan terus langgeng terlebih dalam koalisi enam parpol tersebut tidak menyertakan beberapa parpol lain yang tergabung dalam sejumlah fraksi? Ia menegaskan bahwa koalisi tersebut merupakan koalisi jangka panjang bukan koalisi sementara saat ada pembentukan AKD.

Berita Terkait:  Hari Ini, Sandiaga Uno Datang ke Lombok. Ini Agendanya...

“Yang jelas koalisi ini tetap solid, karena kami sudah memperhitungkan semuanya. Kalaupun ada riak-riak sudah biasa, namanya dinamika dan itu wajar. Tapi pada intinya semua fraksi solid bangun NTB lebih baik kedepan,” demikian Lalu Hadrian Irfani. (red)