Beranda POLITIK Demokrat NTB Segera Bayar Nazar 200 Ayam Taliwang dan 2021 Sate Rembiga

Demokrat NTB Segera Bayar Nazar 200 Ayam Taliwang dan 2021 Sate Rembiga

BERBAGI
Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat, TGH Mahally Fikri. (Foto : Bobby Maramis)

SAMBUT PUTUSAN MENKUMHAM RI

MATARAM — Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahalli Fikri mengapresiasi sikap pemerintah terkait kongres luar biasa (KLB) Demokrat, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dimana Putusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI menolak pendaftaran KLB Kongres Demokrat, Deli Serdang, Sumut.

Dia menilai, pemerintah telah mengambil keputusan yang tepat dan adil. Bahkan ia pun memuji pemerintah telah tegas mengandaskan upaya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merebut partai Demokrat.

“Saya apresiasi pemerintah yang sudah mengambil keputusan yang tepat, adil, dan benar-benar menegakkan aturan,” kata Mahalli Fikri di Mataram.

“Keputusan pemerintah menolak KLB abal-abal adalah bukti pemerintah punya komitmen yang kuat dalam menyelamatkan dan menjaga demokrasi,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Sudah Maksimal, PDIP Pertimbangkan Selly

Sebagai bentuk kesyukuran pihaknya, kata dia, Demokrat NTB akan membayar nazar dengan mengadakan jamuan/hidangan di DPP. Ini juga sekaligus menunaikan janji pihaknya bila pemerintah menolak KLB Demokrat.

“DPD Demokrat NTB akan segera membayar nazar berupa mengadakan syukuran dan jamuan di kantor DPP Demokrat dengan menghidangkan 200 ekor ayam Taliwang dan 2021 tusuk sate Rembiga,” ucap Mahalli.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB itu juga menegaskan, bahwa janji tersebut dipastikan segera ditunaikan, sekaligus bentuk keberpihakan pada UMKM.

“Kami ingin UMKM ikut merasakan berkah dari perjuangan partai Demokrat melawan pembegal partai,” kata Mahalli Fikri.

Berita Terkait:  Doktor Zul Sebut Polandia adalah Wanita Cantik yang Angkuh!

Kemudian untuk waktu pasti pelaksaan membayar Nazar, Mahally masih harus berkoordinasi dengan DPP. “Masih kami komunikasikan dengan DPP khususnya mas AHY selaku Ketua Umum,” demikian.

Sementara itu, Anggota Fraksi Demokrat NTB H Abdul Rauf menyambut gembira putusan Kemenkumham RI. Bahkan jauh-jauh hari dia mengatakan yakin pemerintah akan menganulir permohonan KLB Demokrat.

“Sebanyak 95 persen DPC dan DPD se Indonesia menandatangani kesetiaan di hadapan notaris,” terangnya.

Dari sana saja, terlihat tidak ada celah hukum melegitimasi KLB Demokrat. Disisi lain, pemerintah dinilai berupaya berpikir rasional terhadap dampak.

Berita Terkait:  Selly-Manan Sebar Ribuan Ikan di Sungai

Terbila bilamana pemerintah mengambil keputusan keliru dan hanya mengedepankan ego politis. “Pemerintah berpikir stabilitas nasional,” ujarnya.

Rauf mengatakan keyakinan para kader di NTB KLB Demokrat akan ditolak, terlihat dari aksi simbolik mereka beberapa waktu lalu. “Sejak awal saya, pak Mahally (dan pengurus lain) sampai cukur rambut,” kenangnya.

Tragedi perebutan Demokrat yang gagal ini, juga dinilai telah membangkitkan semangat dan militansi kader semakin solid memenangkan Demokrat di pemilu 2024.

“Ya mungkin akan ada dampak politik secara nasional, paling tidak Demokrat akan semakin mendapat simpati dari masyarakat luas dan harapannya elektabilitas meningkat,” tutup Rauf. (red)