Beranda POLITIK Delapan DPC Terkunci, Muzihir Diatas Angin

Delapan DPC Terkunci, Muzihir Diatas Angin

BERBAGI

MUSWIL PPP NTB

MATARAM — Dukungan terhadap H Muzihir semakin kuat untuk menahkodai PPP NTB pada Muswil yang rencananya akan digelar pada 18 Februari mendatang.

Terlebih, dukungan terhadapnya sudah begitu kokoh. Diamana pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTB itu mengungkapkan sudah mengantongi dukungan dari 8 DPC kabupaten/kota di NTB.

Adapun delapan DPC itu, yakni Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

“Delapan DPC itu sudah resmi menyatakan dukungannya kepada saya. Terakhir kemarin DPC Kota Mataram. Jadi tinggal dua DPC yang belum menentukan sikapnya, yaitu Lombok Tengah dan Lombok Utara,” ujarnya, Selasa (2/2) di Mataram.

Berita Terkait:  Banyak Dinamika, KPU Tambah Waktu Pelaksanaan Rekapitulasi

Dukungan dari delapan DPC tersebut, ungkap Muzihir, diambil melalui forum rapat pimpinan cabang. Sehingga dukungan yang dia terima tersebut merupakan sikap resmi yang tertuang dalam berita acara rapat.

“Dukungan itu sudah hitam di atas putih, resmi ditandatangani, distempel dan laporan hasil rapat pimpinan cabang itukan disampaikan juga ke DPW, jadi sudah tidak bisa diotak atik lagi itu,” tegasnya.

Dengan delapan dukungan DPC yang sudah dikunci itu membuat Muzihir berada di atas angin dari kandidat bakal calon Ketua DPW PPP NTB lainnya pada Muswil mendatang.

Berita Terkait:  Fraksi PDI-P Sorot Penerimaan PKB dan BBNKB

Meski telah mengantongi 80 persen dukungan dari total suara yang akan diperebutkan. Muzihir akan berusaha melobi sisa dua DPC yang belum memberikan dukungannya.

“Meskipun sudah 80 persen, tapi kita akan upayakan saya bisa terpilih dengan aklamasi. KLU dan Loteng ini akan kita lobi supaya bisa aklamasi, sambil menunggu apa kebijakan dari DPP untuk DPC Loteng ini,” katanya.

Tak ditampiknya, untuk DPC PPP KLU memang masih terbelah, ada yang mendukung dirinya dan ada yang mendukung Sekretaris DPW Muhammad Akri. Itulah sebabnya sampai sekarang ini rapat pimpinan cabang KLU belum bisa digelar.

Berita Terkait:  Pandangan Jarot-Mokhlis Soal Kekerasan pada Anak

“Kalau KLU itu Ketua DPC maunya ke Akri, tapi Sekretaris dan semua Ketua PAC maunya ke saya. Nah ini yang belum bisa satu suara. Insya Allah dalam waktu dekat mereka bisa mencapai kesepakatan,” ucapnya.

Sementara itu untuk DPC PPP Lombok Tengah, mengapa belum bisa memberikan dukungan, dikatakan Muzihir, itu lantaran belum bisa melaksanakan rapat pimpinan cabang karena pengurus DPC nya sudah habis masa waktu jabatannya pada tanggal 5 Januari lalu.

“Jadi DPC Loteng itu masih status qou dia. Itulah yang kita tunggu sekarang ini, apakah akan diperpanjang atau akan di-plt-kan sampai muscab nanti,” demikian H Muzihir. (red)