Beranda POLITIK Berbicara Tentang BLK, Antara Tantangan dan Strategi! Kasdiono : BLK adalah Jembatan,...

Berbicara Tentang BLK, Antara Tantangan dan Strategi! Kasdiono : BLK adalah Jembatan, Jadi Harus Kokoh!

BERBAGI
Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB), H MNS Kasdiono

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NT, H MNS Kasdiono menilai keberadaan Bala Latihan Kerja (BLK) NTB dinilai sangat penting dan harus dimaksimalkan.

Menurutnya, jika berbicara tentang BLK maka harus diawali dengan beberapa poin yang dinilainya penting, yaitu soal tantangan, strategi, moto, tupoksi, hingga peran dan apa yang dibutuhkan BLK.

Pertama kata Haji Kasdiono, untuk tantangan BLK kedepan yakni soal persiapannya KEK, Indsutri 4.0, MotoGP dan lainnya.

Maka BLK harus mempersiapkan dan melanjutkan program revitalisasi kelembagaan yang berupa sarana dan prasarana, tenaga kepelatihan (instruktur) termasuk manajemen.

Kedua lanjutnya, mengenai strategi. BLK sejak 2015 sudah memiliki 7 TUK (Tempat Uji Kompetensi), Masjid, Educational Hotel, termasuk telah memiliki 9 Asesor.

Antara lainnya Asesor Metodologi dan Tehnis sesuai kejuruan. Dimana telah mempunyai workshop metologi dan bengkel sebagai tempaf uji kompetensi.

Berita Terkait:  Reses Perdana, Nanang Sambangi Warga Hijrah

Bahkan kata dia, sudah menyelenggarakan uji kompetensi kepada alumninya dengan bekerja sama LSP2 BLK Surabaya.

“Skema latihan sudah disesuaikan dengan skema uji dan disesuaikan dengan kebutuhan industri dengan melaksanakan TNA (Training Need Analysis) yang bertujuan mendekatkan kompetensi siswa dengan kebuth industry,” tuturnya.

“BLK juga sudah melakukan program boarding dengan mengirim para alumni ke BLK UPTP Kemenaker Bidang Kejuruan Las di Serang, IT di Serang, Garmen di Semarang, BLK sudah mengikutkan siswa mengikuti program OJT (On the Job Training) ke industri, agar mereka mengenal langsung dunia kerja,” imbuh Kasdiono.

Untuk poin ketiga, perlu diketahui pula bahwa BLK sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Karena BLK mempunyai motto “Jembatan Menuju Sukses”.

Berita Terkait:  Ribuan Surat Suara Rusak di Sumbawa

Fungsi jembatan menurut Kasdiono adalah dapat menyebrangkan para pencari kerja dari tempat yang lama ketempat yang baru.

“Agar orang mau lewat jembatan itu, jembatan harus meyakinkan dan harus kuat. Untuk itu, jembatan harus kokoh dan mampu meyakinkan semua unsur untuk mendukung unsure-unsur tersebut. Mulai dari yang kecil hingga yang besar harus dianggap penting,” pesannya.

“Bisa dibilang kita mulai dari baut, besi, mur semuanya punya peran penting. Semua saling menguatkan, sehingga di Manajemen BLK semua harus menjalankan fungsinya dengan baik, jangan sampai ada yang terabaikan, nanti jembatannya gagal. Kami juga sudah mempublic program BLK melalui Facebook, Twitter dan Instagram,” tambahnya lagi.

Tak hanya itu, adapun poin keempat lebih lanjut diungkapkan Kasdiono. Yaitu BLK sebagai lembaga pelatihan yang tugas pokok dan fungsinya melatih pencari kerja sejak 2015.

Berita Terkait:  Perbaikan Jembatan Melung Bakal Telan Anggaran Rp 3,9 Miliar

Dimana pihaknya telah merubah hal itu dengan paradigma baru. “Kalau dulu kegiatan/paket selesai dianghap selesai tugas Aparatur BLK. Sekarang kita rubah, selesai penyelenggaran pelatihan adalah awal dari peran dan fungsi BLK yang sesungguhnya. Secara normatif selesai sesuai tupoksi, secara substantif itu adalah awal baru dimulainya pekerjaan BLK, yaitu mengawal siswa, dimonitor keberadaannya by name, by addres,” ungkapnya.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh BLK. Yaitu terkait Instruktur Otomotif, Listrik dan Bangunan. Kemudian, Penambahan Sarpras untuk Revitalisasi. Termasuk kegiatan pelatihan dan uji kompetensi.

“Alhamdulillah poin-poin itu berkat perjuangan kami di Badan Anggara (Banggar) dan dukungan dari Pimpinan DPR dan Ketua Komisi III,” demikian Kasdiono. (NM1)