Beranda POLITIK Bawaslu Mataram Catat 9 Evaluasi Pelaksanaan Pilkada

Bawaslu Mataram Catat 9 Evaluasi Pelaksanaan Pilkada

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengungkapkan ada sembilan evaluasi yang harus dilakukan dari simulasi yang dilakukan. Diceritakan, pada Sabtu, 21 November 2020 pukul 07.00 Wita s.d 16.00 Wita bertempat di Lapangan Umum Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, KPU Kota Mataram melaksanakan Simulasi Pemungutan Suara, pada kegiatan simulasi ini dilaksanakan di TPS 3 Kelurahan Abian Tubuh Baru.

Adapun hasil hasil pengawasan Bawaslu Kota Mataram yakni, pengaturan waktu memilih yang memasuki TPS masih belum teratur dengan rapi, tidak ada simulasi terhadap ketahanan tinta ketika telah disemprot dengan handsanitizer, belum dilakukannya simulasi terhadap pemilih disabilitas, meskipun TPS yang digunakan saat simulasi telah dipandang ramah disabilitas, pada saat simulasi ini masih terlihat bahwa KPPS belum mampu mengatur cara kerja pada saat proses input kedalam SIREKAP, membuat salinan dan memasukan Kembali surat suara kedalam sampul.

Berita Terkait:  Pilkada Mataram, Politisi PKS Ini Siap Mundur dari DPRD NTB

Kemudian setiap KPPS harus memiliki perangkat yang memenuhi standar, dan tidak dapat dijamin bahwa nantinya seluruh KPPS di seluruh TPS akan memiliki perangkat yang memenuhi standar, pada proses Rekapitulasi, Petugas keamanan belum berperan aktif dalam memastikan tidak terjadinya banyak kerumunan di TPS, KPPS pada saat simulasi terlihat belum paham secara menyeluruh dalam mengoperasikan system SIREKAP, serta kurang pemahaman mengenai proses akhir pemungutan dan rekapitulasi terlihat dari KPPS yang lupa memasukkan seluruh surat suara yang telah di amplopkan ke dalam kotak suara, Penyelenggara Pemilu/Pemilihan serta Peserta Pemilu/Pemilihan perlu melakukan sosialisasi Kembali terhadap Pendidikan Politik pemilih di Kota Mataram.

Berita Terkait:  Dikeluhkan, Keberadaan Mesin ATM Dipertanyakan!

Hal ini dapat dilihat dari proses simulasi berlangsung bahwa dari 451 pemilih yang terdapat dalam DPT TPS tersebut, yang dapat menggunakan hak pilihnya hanya 331 pemilih padahal proses kedatangan para pemilih pada simulasi ini telah diberikan biaya transport oleh KPU, dan KPU Kota Mataram belum memberikan simulasi terhadap pemilih yang berstatus Positif Covid-19, ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

“Pada prinsipnya seluruh kegiatan simulasi berjalan dengan baik, hal-hal diatas menjadi bahan evaluasi kita semua untuk penyelenggaraan secara real pemungutan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Mataram Tahun 2020 yang akan diselenggarakan pada 09 Desember 2020,” ujarnya. (red) 

Berita Terkait:  Tuntaskan Amanah, Raihan Anwar Optimis Kembali Duduk di Udayana