Beranda POLITIK Bapaslon yang Diusung PKS-PKB Masih Belum Jelas

Bapaslon yang Diusung PKS-PKB Masih Belum Jelas

BERBAGI

PILKADA LOMBOK TENGAH

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PKS-PKB belum lama ini telah menyatakan komitmen bersama untuk berkoalisi mengusung calon pada Pilkada Lombok Tengah.

Namun, hingga memasuki minggu kedua paslon yang akan diusungnya belum jelas. Bahkan, PKS masih enggan memutuskan arah dukungan politiknya.

Bakal calon yang muncul dan telah mendaftar di PKS, tidak ada satupun kantongi hasil survei meyakinkan.
Untuk mendapatkan calon yang lebih kuat, PKS lantas membuka beberapa opsi.

Diantaranya opsi pertama menyarankan pada Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang mendaftar di PKS kocok ulang pasangan. Sedangkan opsi kedua, memunculkan Bapaslon baru lewat koalisi yang dibangun dengan PKB.

Kepada wartawan, Ketua DPW PKS NTB, H Abdul Hadi mengatakan ada tiga Bapaslon PKS yang sudah dikirm ke DPP. Antara lain Suryade-Habib Ziadi Thohir, H Dwi Sugianto-HL Normal Suzana, dan H Masrun-HL Aksar Ansori.

Namun menurutnya akan ada satu lagi Bapaslon yang akan dikirm ke DPP. Bapaslon itu merupakan kesepakatan koalisi dengan PKB.

“Sehingga nanti nama yang diusulkan itu ada empat pasang (tiga versi internal PKS satu pasang versi koalisi dengan PKB),” katanya, kemarin di Mataram.

Lalu siapa Bapaslon yang akan diusung versi koalisi (PKS-PKB)? Ia menegaskan bahwa hingga saat ini semuanya masih berproses, yang mana komunkasi masih terbangun ditingkat DPC saja.

Berita Terkait:  DPTb Ditetapkan, Pemilih Berkurang?

Pimpinan Dewan Udayana itu mengatakan Bapaslon versi internal PKS atau versi koalisi yang berpeluang membawa pulang SK PKS,
menurutnya kewenangan penuh DPP yang akan memutuskan. “Tergantung perintah pusat,” kata Abdul Hadi.

Terkait versi koalisi PKS-PKB, saat ini koalisi sudah membentuk tim perumus yang terdiri dari tiga orang. Tim tiga bahkan telah mulai bekerja mencari siapa Bapaslon yang akan diusung.

Hadi menegaskan untuk versi koalisi terbuka bagi siapapun. Termasuk dari Bakal Calon (Balon) perempuan. “Selama berpotensi menang kenapa tidak? Kita lihat tanggapan masyarakat melalui survei,” ucapnya.

Salah satu tokoh yang dijagokan dapat dukungan versi koalisi yakni Lale Prayatni atau Lale Sileng.

Asumsi ini berangkat dari intensnya istri Sekda NTB HL Gita Aryadi itu
membangun komunikasi dengan dua partai itu sebelum PKS dan PKB umumkan berkoalisi.

Asumsi inilah yang berkembang dan memprediksi koalisi PKB-PKS bakal
mengakomodir kepentingan pencalonan Lale Sileng. Namun Hadi menepis asumsi ini.

Menurutnya siapapun masih punya peluang sama diusung koalisi. Bahkan bila mengacu ke hasil survei bulan Juli, Lale Sileng dinilai belum kantongi hasil survei meyakinkan.

Berita Terkait:  Rafiq Dukung Pemda Tertibkan PKL dan Parkir

“Untuk yang Bu Lale mungkin karena dia baru, hasilnya masih rendah. Saat survey ibu Lale belum pasang baliho,” katanya.

Tetapi kesempatan belum tertutup bagi Lale Sileng. Versi koalisi PKS-PKB akan menggelar survei lagi untuk mengukur elektabilitas dan popularitas Bapaslon.

Apalagi saat ini Lale telah memperkenalkan pasangannya. “Waktu (disurvei) itu belum ada pasangan,” katanya.

“Semua masih punya kesempatan sama, tetapi tentu mana yang berpeluang diusung
dan menang,” imbuhnya.

Calon versi internal PKS diminta mencari rekan koalisi bagi PKS. Selain itu harus kantongi hasil survei signifikan dan berpotensi menang besar.

Sementara versi koalisi tidak perlu lagi memikirkan kecukupan kursi. Karena PKS dan PKB sama-sama menguasai 6 kursi di DPRD Loteng.

Total 12 kursi melampaui syarat minimal 10 kursi usung Calon Kepala Daerah (Cakada) di Loteng. Tetapi versi koalisi punya kriteria yang lebih ketat menentukan siapa Bapaslon yang akan diusung.

Disinggung Kader internal PKS atau figur luar yang akan diusung. Hadi mengatakan akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Tim Tiga di balik koalisi PKS-PKB saat ini masih mencari kandidat yang tepat diusung di Loteng. Ketua DPW PKB NTB HL Hadrian Ifrani mengatakan Tim akan menyampaikan hasilnya satu minggu lagi. “Insya Allah minggu depan,” kata Hadrian terpisah dikonfirmasi via Ponsel.

Berita Terkait:  Penyerahan SK Mo-Novi Difikirkan Ulang

Sementara itu Ketua DPC PKB Loteng, Lalu Pelita Putra mengatakan terkait adanya Paslon baru yang mendaftar belum diketahuinya.

Yang jelas, kata dia, selama ini ada 12 Balon yang sudah mendaftar di PKB yang tentunya dipertimbangkan oleh partai.

“Ada Fuad, Ferdi, Humaidi, Bangun, Pathul, ada Putria ada Aksar ada Masrun,” kata Pelita ditemui di gedung DPRD NTB.

Namun dari yang mendaftar itu tinggal empat yang tersisa yang dinilainya potensial untuk maju dan didukung. Lainnya hilang kontak yaitu Pathul Bahri, Masrun dan Aksar.

Disinggung dengan Paslon yang baru mau mendaftar? Pelita menegaskan tidak ada. “Tidak ada. Saya ketua DPC. Kami ada desk Pilkada. Dan kerja Desk Pilkada sudah selesai,” katanya.

Pelita mengatakan jika ada yang mau mendaftar dipersilahkan ke PKS saja. Yang pasti sejauh ini PKB hanya memprioritaskan mereka yang mengikuti fit and proper test.

Bagaimana jika Lale dengan pasangannya mendaftar? Pelita mengatakan mungkin saja bisa didukung. Sebab dalam politik semuanya memungkinkan.

“Tapi kita lihat dia berpasangan dengan siapa. Kalau dua-duanya tidak ada (mendaftar di PKB) iya tidak mungkin diusung,” tutupnya. (red)