Beranda POLITIK Adizul Syahabuddin : Membesarkan Partai Tidak Harus Menjadi Ketua

Adizul Syahabuddin : Membesarkan Partai Tidak Harus Menjadi Ketua

BERBAGI
Adizul Syahabuddin (Foto/Ist)

SUMBAWA — Politisi muda asal PKS-Adizul Syahabuddin yang sempat ditunjuk menahkodai DPD PKS Sumbawa akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan Ketua DPW PKS NTB yang baru, yakni Yek Agil.

Dia mengaku siap dan akan tunduk taat apapun keputusan partai soal siapa yang akan dilantik sebagai Ketua DPD PKS Sumbawa nantinya. “Insya Allah, siap. Karena ikhtiar untuk membesarkan partai, tidak harus menjadi Ketua DPD saja. Saya yakin akan ada keputusan terbaik sebagai win-win solutionnya,” kata Adizul, Jum’at (12/2).

Dia pun tak menampik, bahwa pasca Musda V DPD PKS Sumbawa pada Senin (28/12/2020) lalu sempat menuai persoalan. Mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan, Adizul pun mengaku bahwa DPTD sempat dihadirkan di DPW.

Dimana disepakati, kata dia, bahwa Ketua DPD PKS Sumbawa di Plt (Pelaksana Tugas) kan, dan posisi itu dipegang langsung oleh Ketua DPW PKS NTB sebelumnya. “Sambil menunggu keputusan selanjutnya, sebagai kader partai tentu saya akan selalu mengikuti apa yang menjadi keputusan partai,” ucapnya.

Berita Terkait:  Hari Pertama, Kesalahan Input Data Warnai Pleno Kabupaten Sumbawa

Meski demikian, Adizul mengaku sangat menyakini, bahwa apapun keputusan partai nantinya adalah yang terbaik. “Saya yakin DPW dan DPP PKS akan mengeluarkan keputusan yang terbaik,” kata pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Sumbawa ini.

“Bahkan setelah saya melakukan komunikasi selama ini dengan teman-teman kader di Sumbawa, mereka akan menerima apapun yang akan menjadi keputusan partai nantinya,” demikian Adizul.

Sebagaimana diberitakan, nahkoda hasil Musda V DPD PKS Sumbawa berpotensi besar bakal diganti. Dimana giat yang berlangsung Desember 2020 lalu, telah melahirkan nahkoda baru untuk PKS Sumbawa.

ADIZUL KEMUNGKINAN BESAR DIGANTI

Sebelumnya, DPP PKS melalui DPW PKS NTB menunjuk Adizul Sahabuddin sebagai Ketua DPD PKS Sumbawa periode 2020–2025 dan Sekretaris, Hamzanwadi. Sedangkan M Takdir mantan Ketua DPD diberikan amanah sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), dan Firman Cahyadi selaku Sekretaris MPD.

Namun penunjukkan itu mendapat penolakan keras dari sejumlah DPC PKS se-Kabupaten Sumbawa. Malah, beberapa Ketua DPC bereaksi memukul pintu aula tempat pelaksanaan Musda.

Berita Terkait:  Kasdiono Prihatin Banyak Pelajar Tersangkut Masalah Hukum

Bahkan minuman gelas kemasan dibanting. Reaksi itu sebagai bentuk protes atas proses penunjukkan kepengurusan tersebut. Menyikapi hal itu, pihak DPW PKS NTB pun langsung bergerak cepat mengambil alih segala sesuatunya untuk sementara waktu yang berkaitan dengan DPD PKS Sumbawa.

Hal itupun tak ditampik oleh Yek Agil selaku Ketua DPW PKS NTB yang baru.
“Insya Allah, (Adizul Sahabuddin) kemungkinan akan kita ganti dengan yang lain,” tegasnya saat dicegat media ini usai acara pelantikan struktur dan pengurus MPW, DSW dan DPW PKS NTB masa bhakti 2020-2025, Kamis (11/2) kemarin di Mataram.

Menurut Yek Agil, kemungkinan besar digantinya nahkoda DPD PKS Sumbawa itu bukan tanpa alasan, melainkan adanya masukan dari kader maupun pengurus untuk dipertimbangkan oleh pihak DPW PKS NTB. Terlebih merujuk pada AD/ART partai.

“Sebenarnya yang jadi masalah itu dari segi AD/ART kan ada persyaratan untuk menjadi Ketua DPD. Nah kemudian, didalam salah satu persyaratan kemarin itu, Ketua (Adizul) yang ditunjuk itu baru beliau itu masuk anggota Madya. Sementara di PKS itu, syarat menjadi Ketua DPD adalah anggota dewasa,” ujarnya.

Berita Terkait:  Generasi Muda Harus Berani Taklukan Tantangan Global

“Setelah kita koordinasikan kembali, ya memang ini bukan menjadi syarat yang utama sebenarnya. Tapi lebih kepada kebutuhan-kebutuhan kedepan. Tapi memang ada beberapa masukan dari kader kita dan pengurus, supaya kita bisa mematuhi AD/ART partai. Maka tentu apa yang menjadi usulan pengurus dan kader itu, tentu kita pertimbangkan kepengurusan Ketua DPD Sumbawa yang akan datang,” imbuh Yek Agil.

Meski demikian, pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD NTB itu menegaskan, bahwa PKS pada dasarnya tetap solid. Hanya saja, dalam menyikapi persoalan di Sumbawa lebih pada bermusyawarah dalam rangka mencari solusi terbaik.

“Insya Allah, tetap solid. Cuma kemarin berdasarkan situasional yang ada dalam rangka untuk konsen mengawal sidang di MK, maka kita calling down dulu. Begitu keputusan MK sudah keluar terhadap sengketa Pilkada di Sumbawa, paling lambat seminggu kita sudah selesai melantik pengurusnya,” tutup Yek Agil. (red)