Beranda POLITIK Abdul Hadi untuk Lotim, Syamsuddin Kota Bima dan Nurul Adha di Lobar

Abdul Hadi untuk Lotim, Syamsuddin Kota Bima dan Nurul Adha di Lobar

BERBAGI

MATARAM — Meski perhelatan Pilkada Serentak 2024 terbilang masih cukup lama, nampaknya sejumlah partai tengah mulai bersiap memanaskan mesin masing-masing. Hal yang sama layaknya parpol lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga telah mulai menyiapkan sejumlah kader terbaiknya untuk tampil pada Pilkada mendatang.

Bahkan dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di NTB, tiga daerah nampaknya telah dipersiapkan oleh PKS. Dimana Bidang Pemanangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS merekomendasikan tiga nama untuk tiga daerah. Diungkapkan Sambirang Ahmadi selaku Ketua BP3 DPW PKS NTB, sebagai bidang yang memang ditugaskan untuk menggodok strategi untuk memenangkan pemilu dan pilkada, sudah menyiapkan kader-kader terbaik internal partai untuk maju ke eksekutif.

“Ada tiga nama untuk tiga daerah yang kita rekomendasikan. Insya Allah, di Lombok Timur kita siapkan Pak H Abdul Hadi untuk Lotim satu (I). Kemudian Pak Syamsuddin untuk Kota Bima, dan Ibu Nurul Adha di Lombok Barat. Itu sementara yang kita siapkan, kabupaten lainnya sedang berproses,” katanya di Mataram.

Berita Terkait:  Mencuat Diperedaran, Sejumlah Nama Incumbent Kembali Duduk di DPRD NTB

Sambirang menegaskan, bahwa hal ini baru rekomendasi BP3, belum diputuskan secara resmi di Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW). “Tapi Insya Allah, apa yang menjadi rekomendasi BP3 ini akan didengar oleh DPTW. (Khusus Lombok Timur) karena Pak Abdul Hadi ini salah satu diantara sedikit tokoh PKS yanh sudah sangat berpengalaman,” ujarnya.

Menurut Sambirang, hal ini memang harus segera diputuskan sebelum Pileg. Karena Pileg dan Pilkada, kata dia, memiliki jarak yang tidak terlampau jauh. Perhelatan itu sebagaimana dengan kesepakatan DPR RI. Dimana Pileg rencananya akan digelar pada Februari 2024 sedangkan Pilkada dimulai pada November 2024.

“Pileg itukan di Februari 2024, berarti Februari 2023 tahapan sudah berjalan. Kemudian Pilkada pada November 2024, berarti sekitar pertengahan 2023 tahapan sudah dimulai berjalan. Sehingga kita harus (segera) putuskan siapa yang kita majukan di Pileg maupun Eksekutif (Pilkada),” tegas pria yang juga menjabat sebagai Pimpinan Fraksi PKS DPRD NTB ini.

Berita Terkait:  Nasdem Prediksi Raih Enam Kursi di DPRD Bima

Sambirang mengungkapkan, apabila nanti sudah diputuskan, kemungkinan besar mereka yang mengikuti Pilkada tidak akan manu di Pileg. “Karena ya nggak mungkin (mereka) maju di eksekutif, maju juga di legislatif. Karena waktunya mepet sekali, sementara orang (Apabila Sebagai Anggota DPRD) yang maju ke eksekutif itu wajib mundur dari DPR,” tegasnya.

Dia menyakini, orang-orang yang disodorkan tersebut jika dikehandaki tuhan nantinya menjadi kepala daerah (Bupati/Walikota), maka diyakini Sambirang, akan mampu memimpin dan menjalin hubungan baik antara eksekutif dan legislatif. “Karena teman-teman pemimpin yang lahir dari DPR ini cenderung akan bisa menjaga hubungan harmonis dengan DPR,” ucapnya.

Berita Terkait:  Pilkada Mataram, Koalisi PDIP-PKS Usung Selly-Manan

Oleh karenanya, kepada sejumlah nama yang disebutkan itu diharapkan mulai bergerak melakukan komunikasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat maupun partai politik lainnya. Ini dkarenakan, disadari pihaknya lantaran tidak bisa sendiri, melainkan harus berkoalisi dengan parpol lainnya.

“Mulai bangun komunikasi politik dan melakukan pendekatan dengan semua tokoh, simpul-simpul elemen bangsa atau masyarakat. Yang jelas, kami dorong (mereka) untuk melakukan pendekatan komunikasi politik dengan semua elemen,” demikian Sambirang Ahmadi.

Untuk diketahui, H Abdul Hadi merupakan wakil rakyat di Udayana asal Dapil Lombok Timur. Dan kini ia masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTB. Kemudian, Syamsuddin adalah anggota DPRD asal Dapil Dompu, Bima dan Kota Bima. Sedangkan Nurul Adha adalah kader perempuan PKS yang kini menjabat sebagai pimpinan DPRD Lombok Barat. (red)